Teknologi Sistem Pembayaran, Bayar Pakai Wajah

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Di Indonesia kita sering kali mendengar ada istilah ‘setor muka’ yang ditujukan sebagai bentuk hadir atau tidaknya seseorang. Namun, dengan teknologi sistem pembayaran yang saat ini tengah dikembangkan, maka kita pun akan dapat membayar sebuah transaksi menggunakan muka kita.

Saat ini tentunya kita sudah mengetahui beragam bentuk fasilitas pembayaran non tunai, misalnya seperti pembayaran menggunakan kartu kredit, kartu debit, layanan dompet digital, dan lain-lain. Tentunya dengan adanya pembayaran non tunai ini sangat membantu kita dalam melakukan berbagai transaksi.

Perusahaan raksasa di bidang teknologi informasi dari Jepang yaitu NEC tengah melakukan uji coba terhadap sebuah teknologi baru yang menggunakan verifikasi biometric untuk mengkonfirmasi sebuah pembayaran.

Sistem biometric ini akan menggunakan teknologi pengenalan wajah, ketimbang menggunakan PIN sebagai bukti verifikasi untuk sebuah pembayaran, maka wajah yang akan digunakan untuk keperluan verifikasi.

Uji cobanya sendiri telah dilakukan pada sekitar 1,400 pegawai dari dua perusahaan keuangan yang berbeda di Jepang. Uji coba telah dimulai pada awal bulan Desember ini dan akan berlangsung hingga akhir Januari 2017.

Mungkin kedengarannya terlalu futuristik, tapi untuk teknologi verikasi biometric sendiri sudah banyak digunakan. Apple sudah mempopulerkan penggunakan pemindaian sidik jari pada iPhone 5S di tahun 2013 dan di tahun ini Samsung sudah menggunakan pemindaian retina pada Samsung Galaxy Note 7.

Sebenarnya bukan hanya NEC saja yang mencari cara untuk memudahkan transaksi pembayaran. Di awal tahun ini saja, Visa juga telah memperkenalkan teknologi pembayaran dengan teknologi chip yang terpasang di mobil, sehingga dapat berkomunikasi langsung untuk melakukan transaksi pembayaran di tempat parking dan pom bensin.

NEC mengklaim sistem identifikasi NeoFace adalah “produk identirikasi wajah yang paling akurat dan tercepat di dunia.” Semua data wajah akan tersimpan dalam bentuk informasi numerik, sehingga tidak akan ada jalan bagi pihak ketiga untuk mengidentifikasi wajah pengguna.

Dengan banyaknya bisnis yang dijalankan di Jepang, NEC berharap teknologi ini siap untuk diperkenalkan pada Olimpiade Tokyo tahun 2020.(hh)