Ternyata Robot Mudah Diretas Untuk Serang Pemiliknya

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sebuah perusahaan keamanan siber telah membuktikan berhasil meretas robot – robot yang saat ini cukup popular. Termasuk salah satunya Pepper, robot humanoid yang dibuat oleh perusahaan asal Jepang, SoftBank.

Walaupun penggunaan sebuah robot untuk membantu pekerjaan dirumah masih jauh dari sempurna, tetapi sebelum kita sampai di era robotik, kita harus pastikan mereka benar – benar aman.

Seperti dilansir dari The Verge, para peneliti dari IOActive di Seatttle, memperlihatkan bagaimana robot – robot itu dapat dirubah manjadi perangkat mata – mata, mengirimkan video dan suara dari pemiliki mereka ke peretas dan bagaimana peretas dapat mengambil alih kontrol robot dari jarak jauh, sehingga dapat digunakan untuk menyakiti seseorang.

Hal ini kita dapat saksikan pada video dibawah ini. Di dalam video tersebut diperlihatkan bagaimana Alpha 2 robot buatan UBTech Robotics asal Cina menyerang tomat dengan sebuah obeng.

Memang robot seperti Alpha 2 tidak akan menyebabkan banyak kerusakan karena seseorang masih bisa menghindar. Namun, robot rumahan seperti ini nantinya akan berkembang kemampuannya dan seiring tumbuhnya teknologi, tentu mereka akan menjadi kuat. Disamping itu, IOActive juga telah membuktikan robot yang digunakan di industri pun tidak kebal terhadap serangan peretas.

Sama halnya seperti Pepper, robot Alpha dan Nao (robot buatan Softbank), para peneliti berhasil meretas robot industri berbentuk tangan yang dibuat oleh Universal Robotics. Robot berbentuk tangan itu didesain untuk bekerja berdampingan dengan manusia, tapi para peneliti berhasil menghapus protokol keamanannya.

Untuk melakukan hal tersebut, para peretas harus mendapatkan akses ke jaringan yang sama digunakan oleh robot atau mengaksesnya secara fisik. Dengan mendapatkan kontrol terhadap robot seperti itu, maka dampaknya tentu sangat besar.

Seperti dijelaskan oleh IOActive kepada Bloomberg, robot buatan Universal Robotics sangat kuat. Jadi walau hanya dengan menggunakan kecepatan yang rendah, tenaga mereka dapat meremukkan tengkorak manusia.

Laporan seperti ini dari sisi teknis memang tidak mengesankan atau mengejutkan. Namun, paling tidak mereka telah membuktikan bahwa keamanan tidak terlalu diperhatikan pada kebanyakan perangkat yang memiliki konektifitas.

Tahun lalu sekelompok peretas berhasil meretas perangkat IoT, seperti kamera, lampu dan alat pengatur suhu yang dibentuk sebagai botnet dan digunakan untuk melumpuhkan koneksi internet. Kita bisa bayangkan apa yang dapat dilakukan oleh sebuah pasukan robot yang bersenjatakan obeng.(hh)

Sumber