Tiga Situs Layanan e-Commerce Serentak Tumbang

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Rabu, 1 Maret 2017, tiga situs layanan e-commerce di Indonesia yaitu Bukalapak, Tokopedia dan JD.id layanan e-commerce asal China, secara serentak situs dan aplikasi mobilenya tidak dapat diakses.

Seperti dilansir dari sejumlah situs berita online, para pengguna ketiga layanan e-commerce tersebut mengeluhkan adanya permasalahan tersebut. Sementara para pihak pengelola telah mengumumkannya melalui akun media sosial mereka.

Seperti misalnya Tokopedia, mereka menulis pada akun Twitternya “Hi, maaf atas kendalanya. Saat ini sedang terjadi kendala pada sistem dan server Tokopedia.”

“Namun, kendala ini sudah dalam penanganan tim terkait. Mohon menunggu dan cek berkala ya. Terima kasih,” lanjut Tokopedia pada status Twitternya.

Selain itu hal yang sama dilakukan oleh Bukalapak melalui akun Twitter mereka, “[INFO] Mohon maaf atas ketidaknyamannya, website Bukalapak sedang tidak bisa diakses sementara karena sedang ada perbaikan.”

Sementara JD.id juga menginformasikan permasalahan yang sama, menurut Head of Corporate Communications JD.id Teddy Arifianto memang benar ada permasalahan dalam mengakses situs mereka.

“Down sejak sore tadi. Di mobile apps masih bisa, kalau via web sampai saat ini masih recovery. Kita lagi cek,” ujarnya seperti dikutip dari detikINET.

Namun, saat ini ketiga situs layanan e-commerce tersebut sudah mulai dapat diakses kembali. Setelah sebelumnya tidak dapat diakses selama beberapa jam. Tentu saja mereka telah mengalami kerugian yang cukup besar akibat masalah yang mereka alami.

Seperti diberitakan oleh detikINET, gangguan itu terjadi karena ada masalah di data center yang mereka gunakan. Nampaknya ketiga e-commerce tersebut menggunakan layanan dan fasilitas dari data center yang sama.

Hal tersebut disampaikan oleh Ibrahim Arief, VP of Engineering Bukalapak dalam keterangan resminya.

“Sehubungan dengan pernyataan mengenai sistem Bukalapak yang sedang mengalami “system down”, Bukalapak ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna,” tulisnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak berdampak pada keamanan data pengguna. Masalah itu timbul karena disebabkan adanya gangguan listrik di data center.

“Selain itu, kami ingin memberikan klarifikasi bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh permasalahan listrik yang mati total di data center Bukalapak yang ditangani oleh Biznet,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh William Tanuwijaya, pendiri dan CEO Tokopedia bahwa permasalahan yang terjadi akibat adanya gangguan dari layanan data center yang mereka gunakan.

Sepertinya upaya perbaikan telah memperlihatkan hasilnya, ketiga situs e-commerce tersebut sudah bisa mulai diakses kembali dan para penggunanya dapat menggunakan kembali layanan mereka.(hh)