Sasar Wisatawan China, Uber Bekerjasama dengan Alipay

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Uber sepertinya ingin “mengambil” lebih banyak uang dari orang-orang china setelah mereka bekerja sama dengan salah satu layanan pembayaran dari Alibaba yakni Alipay. Dengan adanya kerjasama tersebut, pelanggan dari Uber China dapat membayar dengan layanan Alipay ketika mereka sedang berada di luar negeri.

Alipay dan Uber China memang telah bekerjasama dalam melayani pelanggan domestik di 2014, namun sekarang mereka melebarkan sayap bisnisnya untuk wisatawan China dan untuk keperluan perjalanan bisnis. Kerjasama antara dua perusahaan besar ini awalnya dikenalkan kepada publik di Hong Kong, Macau, dan Taiwan. Tempat tersebut merupakan tempat-tempat tujuan para wisatawan selama perayaan Tahun Baru China yang tinggal beberapa hari lagi. Uber China rupanya masih bernafsu untuk melebarkan ranah bisnisnya dengan mengatakan, “kami akan perluas untuk negara lainnya di seluruh dunia selama tahun ini”

Tantangan Berat Uber China

Kemudahan dalam melakukan pembayaran jelas merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh Uber untuk mendapatkan para wisatawan. Uber merupakan perusahaan global dengan memiliki cabang di 300 kota di seluruh dunia termasuk di China. Namun, untuk wilayah China, para wisatawan yang ingin ke luar negeri diharuskan memiliki kartu kredit Dual Currency dengan tagihan diharuskan memakai mata uang US Dollar. Hal inilah yang menjadi tantangan dari Uber, karena kartu kredit Dual Currency masih jarang digunakan jadi dapat membatasi potensi untuk meraih penggunanya. Namun, dengan bekerjasama dengan Alipay yang memiliki 400 juta pengguna aktif, dengan memiliki layanan yang dapat memudahkan untuk perjalanan ke luar negeri, Uber dipastikan akan dipermudah dalam menggaet pelanggannya tersebut.

Kerjasama dengan Alipay merupakan langkah penting yang diambil oleh Uber untuk “melawan” pesaing terberatnya yakni Didi Kuaidi yang juga perusahaan yang telah mengalahkan Uber di China. Didi Kuaidi telah lebih dulu bekerjasama dengan Lyft dari Amerika, Ola dari India, dan Grab dari Asia Tenggara yang memungkinkan mereka lebih banyak mendapatkan  pelanggan dari seluruh dunia yang menggunakan layanan dari ketiga perusahaan tersebut dengan hanya menggunakan aplikasi Didi Kuaidi. [MFHP]