Wah! Tidak Ada Speaker di Ponsel Pintar Ini

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Baru saja beberapa hari telah berlalu di tahun ini, Google telah melangkah maju ke masa depan. Perusahaan teknologi raksasa dengan perusahaan induknya Alphabet Inc, baru – baru ini telah membeli startup asal Inggris yang mengembangkan audio sistem tanpa speaker.

Seperti dilansir dari Mashable, startup yang dibeli oleh Alphabet Inc. tersebut bernama Redux. Mereka telah mengembangkan teknologi audio yang tidak lagi memerlukan speaker dan bahkan tombol pada ponsel pintar.

Berdasarkan informasi dari Crunchbase, proses akusisi tersebut telah berlangsung sejak Agustus tahun lalu. Kemudian diresmikan pada bulan Desember, menurut laporan dari Bloomberg.

Pada April 2017, Redux mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membuat “teknologi audio panel” yang dapat menggantikan speaker pada ponsel pintar. Dimana nantinya suara akan keluar langsung melalui layar ponsel. Selain itu, mereka juga meluncurkan efek haptics untuk memberikan rasa adanya tombol pada layar sentuh pada pengguna ponsel.

Wah! Tidak Ada Speaker di Ponsel Pintar Ini

Dalam pengumumannya Redux juga menyatakan bahwa adanya ‘konvergensi’ pada desain ponsel pintar terhalang oleh beberapa batasan fisik. Dari ukuran speaker dan komponen lainnya, sampai dengan memotong bagian depan ponsel untuk headset dan batasan terakhir adalah penempatan posisi tombol. Disinilah hadir Redux untuk mengatasi masalah tersebut dan membuka kesempatan untuk sebuah desain baru, baik itu desain eksterior sampai dengan antarmuka untuk pengguna.

Teknologi dari Redux ini akan diaplikasikan pada ponsel milik Alphabet Inc. yaitu Google Pixel. Nantinya suara stereo akan keluar langsung dari layar dan akan membuat tampilan ponsel terlihat dan terdengar apik. Disamping itu dengan adanya efek heptic pada layar, pengguna pun akan merasakan sebuah pengalaman baru dengan tetap merasakan ada tombol walaupun semua sudah terintegrasi dengan layar.

Nilai tambah lainnya dari teknologi dari Redux ini, akan memberikan lebih banyak ruang pada ponsel pintar. Karena sudah tidak ada speaker dan komponen fisik lainnya. Tentunya ruangan tersebut dapat digunakan untuk kapasitas baterai yang lebih besar dan fungsi – fungsi baru lainnya. Bahkan bisa membuat ponsel menjadi tahan air, karena tidak ada lagi celah yang biasanya ada pada speaker dan tombol.

Ponsel pintar bukanlah satu – satunya pasar yang diburu oleh Google untuk mendominasi desain layar. Pada acara CES, Selasa kemarin perusahaan teknologi raksasa itu mengumumkan empat Google Asisten baru yang memanfaatkan “layar pintar”.

Ini merupakan senjata terbaru Google dalam perangnya melawan Amazon. Dimana sebelumnya Google Home telah dikalahkan Amazon Echo. Ini memperlihatkan bahwa ketika menyangkut perangkat keras, Google akan menggunakan kelebihannya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.(hh)

Sumber