Waspada! Ada Malware Bawaan di Ponsel Android

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Pengguna Android telah mendapatkan peringatan setelah malware ditemukan terpasang di ribuan ponsel pintar baru. Malware tersebut dijuluki Cosiloon, ditemukan oleh para peneliti dari perusahaan keamanan siber Avast.

Pakar keamanan mengatakan malware itu ditemukan di ribuan ponsel Android dari pengguna di Inggris, Amerika, Jerman, Italia, dan Rusia. Malware itu menciptakan overlay untuk menampilkan iklan yang mengganggu pada halaman web di browser pengguna.

Ribuan pengguna ponsel pintar telah terkena dampaknya, bahkan dalam sebulan terakhir saja Avast telah menemukan malware Cosiloon di sekitar 18.000 perangkat

Avast telah melaporkan hasil temuan mereka itu kepada Google yang telah mengambil tindakan pencegahan guna mengurangi kemampuan jahat berbagai varian aplikasi pada beberapa model perangkat, mereka menggunakan teknik yang telah dikembangkan secara internal.”

Avast mengatakan malware tersebut ditemukan pada ponsel pintar murah dan mayoritas tidak disertifikasi oleh Google. Para peneliti mengatakan malware ditemukan pada ponsel pintar yang dibuat oleh produsen seperti Archos, ZTE dan Pretigio

Pihak Avast juga menambahkan bahwa daftar perangkat yang terkena dampat malware itu kemungkinan sangat luas karena malware tersebut adalah bagian dari paket platform chipset yang digunakan kembali untuk banyak perangkat serupa dengan nama merek yang berbeda.

“Kami telah memeriksa banyak perangkat, tetapi belum semuanya, dan kami memperhatikan bahwa chipset di perangkat yang kami periksa berasal dari MediaTek. Sementara perangkat menggunakan versi Android yang berbeda mulai dari versi 4,2 hingga 6.0, ” ujar pihak Avast.

Sejumlah kecil perangkat yang terkena dampak dari malware dan telas disertifikasi akan memiliki pemindaian malware dari Google Play Protect. Sehingga mampu menemukan dan menghapus malware atau perangkat lunak antivirus juga dapat membantu mendeteksi malware Cosiloon.

Dalam kesimpulannya Avast mengatakan bahwa beberapa aplikasi antivirus melaporkan adanya malware, tetapi malware akan otomatis terpasang kembali dan pembawa malwarenya tidak dapat dihapus, sehingga perangkat akan selamanya memiliki kelemahan yang memungkinkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memasang aplikasi apa pun yang mereka inginkan.

“Kami telah melihat sejumlah pembawa malware memasang secara otomatis adware pada perangkat, namun, itu juga dapat dengan mudah mengunduh spyware, ransomware atau jenis ancaman lainnya,” ujar pihak Avast.(hh)

Sumber