Waspada! Malware Ini Curi Data Lebih Dari 40 Aplikasi di Android

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Kita semua mengetahui bahwa keamanan merupakan hal terpenting yang menjadi perhatian para pengguna ponsel pintar. Jadi bukan hanya komputer saja. Baru – baru ini telah ditemukan malware baru pada perangkat Android yang mampu mencuri data lebih dari 40 aplikasi termasuk diantaranya Facebook dan WhatsApp.

Tentu kita tidak melupakan ransomware WannaCry yang dampaknya dirasakan oleh pengguna komputer diseluruh dunia. Dimana hal seperti ini dapat terjadi pada ponsel Android yang kita gunakan, karena para ahli telah memperingatkan adanya sejumlah virus pada ponsel kita yang belum kita ketahui keberadaannya.

Seperti dilansir dari Fossbytes, sebuah tim ahli keamanan komputer dari perusahaan Palo Alto Networks telah menerbitkan peringatan baru. Telah terdeteksi malware baru di Android yang memiliki kemampuan untuk mencuri data dari lebih 40 aplikasi, termasuk Facebook dan aplikasi pesan instan yang saat ini banyak digunakan yaitu WhatsApp. Bukan hanya itu saja, malware tersebut mampu mengetahui dimana posisi perangkat berada. Malware ini disebut dengan SpyDealer, masuk kedalam jenis Trojan dan diperkirakan telah beroperasi sejak Oktober 2015.

Di dalam laporan yang diterbitkan oleh para peneliti keamanan komputer tersebut, mereka menemukan 1,046 contoh yang berbeda dari Trojan tersebut. Walaupun malware itu masih dalam proses pengembangan, tetapi terlihat sangat kuat dan memiliki fungsi – fungsi berbahaya yang sangat banyak.

Disamping itu kemampuan mencuri data dari lebih 40 aplikasi yang terpasang pada perangkat merupakan ancaman yang sangat berbahaya bagi pengguna ponsel pintar. Dengan kemampuannya itu, malware tersebut akan dengan mudah mendapatkan informasi rahasia dari para pengguna tanpa pengguna menyadarinya. Aplikasi – aplikasi yang data – datanya dapat dicuri diantaranya adalah Facebook, WhatsApp, Telegram, Skype, browsers, aplikasi email, dan lain – lain.

Untuk menjalankan kemampuannya itu, SpyDealer bisa mendapatkan akses administrator yang selanjutnya digunakan untuk mengakses layanan di Android untuk tujuan jahatnya. Bukan hanya itu saja, SpyDealer mampu mengambil screenshot, merekam panggilan telepon dan suara, serta memantau lokasi dan mengontrol ponsel pintar dari jarak jauh melalui UDP, TCP dan SMS.

Namun, Palo Alto Networks melihat bahwa malware tersebut belum didistribusikan melalui Google Play. Mereka yakin bahwa malware tersebut didistribusikan melalui jaringan nirkabel yang tidak memiliki sistem keamanan yang baik. Mereka pun telah memberitahukan Google mengenai masalah tersebut. Google saat ini telah membuat proteksi terhadap SpyDealer melalui Google Play Protect.(hh)