WikiLeaks: CIA Gunakan Router Wi-Fi Sebagai Alat Mata-Mata

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Wikileaks mengeluarkan informasi baru mengenai penggunaan router Wi-Fi oleh CIA untuk mata-mata. Dengan menggunakan alat ini CIA dapat mengakses beragam informasi beberapa tahun terakhir ini.

Beberapa tahun terakhir ini beberapa instansi pemerintah Amerika seperti CIA dan NSA, telah diketahui mematai secara diam-diam setiap orang baik di Amerika ataupun di negara-negara lain dan menyimpan informasi pribadinya.
Dengan adanya pengungkapan rencana-rencana tersebut memperlihatkan adanya penggunaan alat-alat dan aplikasi yang digunakan. Pada informasi terbaru, diperlihatkan adanya penggunaan router Wi-Fi yang di eksploitasi untuk digunakan dalam mencuri informasi.

Seperti telah dilaporkan oleh Wikileaks adanya keterlibatan instansi pemerintah Amerika sudah bukan rahasia lagi. Telah banyak penyingkapan dilakukan dan memperlihatkan bagaimana instansi-instansi tersebut dapat mematai setiap penduduk di Amerika dan bahkan di negara-negara lain.

Informasi terbaru yang diperlihatkan oleh Wikileaks memperlihatkan adanya bentuk dari agen mata-mata tersebut. Dengan menggunakan router yang ada dirumah, pihak CIA mampu mengakses beragam informasi dalam beberapa tahun terakhir.

WikiLeaks: CIA Gunakan Router Wi-Fi Sebagai Alat Mata-Mata

Berdasarkan informasi tersebut, ada 25 tipe peralatan dari 10 pembuat berbeda yang memiliki kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh CIA. Namun, bisa saja ada merek-merek dan model-model router lain yang juga memiliki kelemahan.

Berikut sejumlah pembuat yang perangkat routernya diduga memiliki kelemahan: Apple, Asus, Belkin, Buffalo, Dell, Dlink, Linksys, Motorola, Netgear, Senao dan US Robotics. Belum diketahui apakah ada merek lain yang juga masuk dalam daftar setelah dokumen tersebut dibuat.

Dari sejumlah aplikasi yang diperlihat, yang sangat spesial adalah CherryBlossom, dengan menggunakan aplikasi ini, CIA mampu memantu aktifitas internet dari korbannya, mengarahan browsernya dan mengambil informasi-informasinya.

Adanya kerusakan pada router dan semakin mudahnya untuk dieksploitasi, adalah beberapa faktor yang menyebabkan perangkat tersebut menjadi target dari serangan. Belum diketahui juga apakah penyebab kerusakan tersebut akibat sering di eksploitasi atau CIA memiliki alat yang lebih canggih. Perlu adanya pembaharuan untuk firmware dari router guna memperbaiki kelemahan tersebut, sehingga tidak mudah untuk di eksploitasi dan memberikan keamanan bagi penggunanya.(hh)