YouTube Selidiki Gangguan Pada Hasil Pencarian Otomatisnya

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

YouTube telah merubah cara kerja hasil pencarian otomatisnya setelah adanya laporan bahwa sejumlah kombinasi kata – kata memunculkan istilah – istilah paedofilik.

Pada akhir minggu lalu, banyak orang yang melaporkan ketika mengetik kata – kata “how to have” akan diselesaikan dengan sejumlah variasi dengan kata – kata “s*x with your kids”. Bahkan ada yang mencari produk tertentu hasilnya pun muncul kata – kata seperti “s*x”.

Ada juga yang berspekulasi bahwa ada seseorang yang tidak bertanggung jawab sengaja mempermainkan hasil pencarian di YouTube.

“Tim kami sebelumnya telah di informasikan adanya hasil pencarian otomatis yang mengganggu ini dan mereka dengan cepat telah menghapusnya,” ujar jura bicara dari YouTube yang dikutip dari BBC.com.

“Saat ini kami tengah menyelidiki masalah ini guna menentukan apa penyebab munculnya gangguan pada autocompletion (penyelesaian otomatis) pada fitur pencarian,” imbuhnya.

YouTube sendiri belum memberikan penjelasan kenapa kalimat “how to have s*x with your kids” muncul dan digunakan sebagai sebuah saran dalam pencarian.

Sementara itu, Tony Stower, seorang Manajer Kebijakan dan Urusan Publik dari NSPCC, mengatakan bahwa YouTube seharusnya bisa berbuat lebih baik lagi.

“Jejaring sosial yang jelas – jelas digunakan oleh jutaan anak – anak seharusnya tidak menyarankan konten ilegal dan berbahaya,” jelasnya.

“Seharusnya masalah ini diperbaiki secepatnya jangan sampai diketahui oleh media terlebih dahulu, baru YouTube bertindak,” tambahnya.

Tony Stower juga mengatakan bahwa sebuah amandemen akan dibuat pada undang – undang mengenai data proteksi di Inggris, sehingga semua layanan jejaring sosial dapat menjaga keamanan pengguna jejaring sosial.

Ia juga mengatakan pihak NSPCC sendiri selalu mendesak para politikus untuk mendukung undang – undang tersebut.

Lain halnya dengan Charlie Warzel, seorang penulis di Buzzfeed, ia melihat adanya gangguan pada hasil pencarian otomatis di YouTube adalah sebuah aksi yang dilakukan dengan sengaja.

“Hasilnya terlihat spesifik dan bisa saja hasil tersebut merupakan kerjasama dari sebuah kampanye atau sistem algoritmanya,” katanya.

Ia juga menambahkan, bisa saja itu sebuah upaya untuk mengisi hasil pencarian di YouTube untuk membuat malu situs YouTube.

Dari hasil video yang dimunculkan dengan menggunakan kata pencarian “how to have” tidak memperlihatkan adanya video yang memiliki unsur pelecehan terhadap anak – anak.

Gangguan pada hasil pencarian tersebut muncul seminggu setelah YouTube di kritik karena tidak melakukan tindakan yang cukup guna mengatasi para predator seksual yang mentargetkan pengguna anak – anak di situsnya.

Merek – merek besar seperti Mars, Lidl dan Adidas menarik iklan – iklan dari YouTube setelah hasil penyelidikan yang dilakukan oleh BBC dan The Times memperlihatkan adanya akun – akun yang digunakan untuk membuat komentar yang tidak pantas pada video anak – anak.(hh)

Sumber