Apple Akan Buka Kembali Semua Tokonya Di Tiongkok

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Apple Inc (AAPL.O) akan membuka kembali 42 tokonya di Tiongkok pada hari Jumat, hal ini disampaikan oleh juru bicara perusahaan tersebut. Setelah sebelumnya lebih dari sebulan mereka menutup tokonya karena adanya wabah virus Corona.

Seperti dilansir dari Reuters, sejumlah situs web pembuat iPhone di Tiongkok mencantumkan tanggal mulai beroperasinya kembali semua tokonya di Tiongkok. Sementara untuk jam operasional ada yang bervariasi mulai pukul 10:00 hingga 11:00 waktu setempat. Apple sebelumnya telah mengumumkan penutupan toko-tokonya pada awal Februari.

Pemerintah Tiongkok juga membatasi perjalanan dan meminta penduduk untuk menghindari tempat-tempat umum pada akhir Januari, tepat sebelum festival Tahun Baru Imlek, sebuah liburan pemberian hadiah utama. Pembatasan-pembatasan itu sebagian besar tetap diberlakukan sepanjang Februari.

Apple sendiri telah menjual kurang dari setengah juta iPhone di Tiongkok pada bulan Februari, data dari pemerintah memperlihatkan bahwa dengan munculnya wabah tersebut berdampak mengurangi separuh permintaan untuk ponsel pintar.

Namun, baru-baru ini diberitakan bahwa Apple Inc. akan menutup semua 17 toko ritelnya di Italia sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut karena pandemi virus Corona membatasi aktivitas di negara tersebut.

Apple tidak mengatakan kapan toko-toko mereka di Italia akan dibuka kembali, tetapi mereka akan memantau dengan cermat situasi negara tersebut dan tetap membuka dukungan daring dan melalui telepon.

“Sementara kami terus bekerja memberikan dukungan, maka kami juga perlu mengendalikan dan mengelola penyebaran Covid-19, prioritas kami tetap pada kesehatan dan keselamatan semua orang di komunitas yang kami layani,” jelas Apple dalam sebuah pernyataan.

Italia telah menerima dampak dari penyebaran virus Corona. Wabah virus ini telah menewaskan lebih dari 800 orang di sana. Selain toko ritel, Apple memiliki operasi pasokan dan kantor di Italia. Apple sebelumnya juga telah membatasi karyawan untuk bepergian ke wilayah tersebut.(hh)