Coronavirus Infeksi Internet? Peretas Sebarkan Malware Untuk Curi Data Pribadi

logo huawei

Peretas menggunakan keprihatinan publik atas coronavirus untuk mencoba dan menginfeksi ponsel serta komputer. Mereka melampirkan malware pada tautan yang disamarkan sebagai informasi mengenai coronavirus. Malware seperti Trojans atau worm akan aktif ketika tautan dibuka dan akan menjarah data pribadi pengguna ponsel.

Peretas menggunakan liputan media tentang coronavirus agar orang tertarik dan secara tidak sengaja mengunduh malware. Pakar keamanan dunia maya memperingatkan bahwa beberapa tautan berbahaya yang menyamar sebagai artikel atau video tentang wabah virus Wuhan sebenarnya mengandung kode yang dirancang untuk mencuri data pribadi.

Peretas menyebarkan artikel dan video yang disembunyikan dalam format file yang benar, misalnya seperti PDF atau MP4, untuk menyembunyikan malware mereka. Jika nanti diklik, maka malware akan diunduh ke ponsel atau komputer, sehingga peretas dapat memperoleh akses ke informasi yang disimpan pengguna dan dapat menghancurkan, memblokir, atau menyalin data sesuka hati mereka.

Hal tersebut dilaporkan oleh tim keamanan Kaspersky yang mengungkapkan adanya malware yang bersembunyi di balik file video, dokumen dan PDF mengenai cara pencegahan virus corona yang dikirimkan ke email. Bentuknya berupa lampiran yang apabila dibuka akan dapat menginfeksi HP dan perangkat komputer.

Apabila perangkat ponsel atau computer telah terinfeksi, maka para peretas dapat memblokir perangkat, menyalin atau mengubah data pada perangkat, atau bahkan mencuri dari folder pengguna

“Virus corona saat memang sedang hangat dibahas, sehingga dimanfaatkan oleh peretas sebagai umpan. Sejauh ini kami telah menemukan 10 file yang mengandung malware,” ungkap Anton Ivanov, analis malware Kaspersky seperti dikutip dari Gadget 360.

Coronavirus telah mendapatkan banyak perhatian media karena faktanya telah membunuh 213 orang dan menginfeksi hampir 10.000 orang. Saat ini juga belum tersedia vaksin atau obat untuk melawarn virus tersebut.

Kondisi virus hamper sama seperti SARS dapat mengembangkan gejala seperti pneumonia dan ini bisa berakibat fatal bagi orang tua serta orang yang sedang sakit dan anak-anak.

Saat ini, coronavirus sudah menyebar ke sejumlah negara di Asia dan Eropa, bahkan di Inggris sudah ada dua kasus pertama orang yang terinfeksi coronavirus. Sebagai hasil dari penyebaran wabah itu, media sosial juga telah dibanjiri dengan berita palsu dan informasi yang salah tentang virus tersebut.(hh)