TPP dan Penjajahan

Viewing 14 posts - 1 through 14 (of 14 total)
  • Author
    Posts
  • #6673
    admin
    Keymaster

    From: Bernaridho Hutabarat bernaridho@yahoo.com
    Pak Ardi dan Pak Setyanto,

    Thanks atas forwarded news-nya. Saya comment dengan asumsi kebenaran potensi bahaya seperti yg disampaikan pada beberapa bagian dari forwarded news.

    Still, kita harus berpikir jernih dan tidak carelessly mix up things.

    Saya kutip yang ini:

    “Memprihatinkan baca perjanjian antara JOKOWI dengan Microsoft :(( …
    Koq gak pada belajar dari sejarah? Apa mau kita dijajah?
    Penjajahan sekarang tidak pakai bedil, tapi pakai lisensi & copyright,”
    ketus Onno dalam postingannya.

    Mari kita renungkan apakah kita pasti tidak akan hipokrit. Kita mau galakkan industri software, dan perlu business model (‘salah duanya’ adalah berbasis lisensi dan copyright). Kalau kita berhasil secara signifikan, bukankah kita jadi penjajah?

    Saya kawatir dengan asal diumbarnya hal penjajahan, I always watch out ttg hypocrisy there. Lebih baik bicara ttg keuntungan ekonomi.

    Hal kedua yg selalu membuat saya watchout terkait wacana ‘penjajahan’: the speakers often rebuke the second party. Out of political correctness, pembicara wacana spt ini tidak mau kritik orang yg dijajah (yg malas, yg lebih suka sering mengeluh). Kritik jugalah AOSI dan segala macam organisasi tsb beserta pejabat2 organisasi tsb dan anggotanya. Kan source-code sudah > 20 tahun di-open, kalian ngapain saja?

    Bernaridho

    #6674
    admin
    Keymaster

    From: ardi sutedja ardi.sutedja@indonesia-airshow.com
    Masalah TPP ini bukan hanya urusan software tapi juga apa yang selama ini kita sebut dgn “menguasai hajat hidup orang banyak”. SBY di jamannya sdh menolak mengingat bangsa kita perlu waktu untuk menyiapkan dirinya menghadapi persaingan bebas. Dan dengan asumsi statistik2 entah dari mana dan bagaimana TOR‎-nya lantas tiba2 datang dengan asumsi bahwa bangsa Indonesia sudah siap dengan digital ekonomi dan e.commerce, ini khan ngawur. Ingat perbedaan jaman SBY dengan Joko Wi hanya bertaut kl setahun, apa iya dalam kurun waktu sekian bulan kita sudah berhasil leap frogging secara fantastis? Apa yang dikatakan kang Onno ttg perang modern itu ada benarnya dan sudah berlangsung hampir 5 tahunan tanpa ada yang menyadarinya. Kami yang lama berkecimpung di industri keamanan dan ketahanan siber sudah lama melihat gejala2 ini dan sudah berkali2 menyampaikan konsern kami, namun apa boleh buat masih juga tidak ditanggapi.

    Ingat yang akan kita hadapi bukan melulu masalah ICT tapi juga lapangan kerja, preservasi budaya, inovasi anak bangsa, MEA dll. Dengan mengikat diri di TPP, mudah2 an saya keliru, rasanya bangsa kita tdk akan memiliki kesempatan untuk berkiprah lebih jauh lagi. Dan tolong waspadailah bentuk2 “kartelisasi tehnologi”, dan cuma himbauan seperti inilah yang dapat kami perbuat.

    Salam,
    Ardi

    #6675
    admin
    Keymaster

    From: Arnold Djiwatampu arnold@tt-tel.com
    Mas Ardi dan Rekan-rekan yang baik,

    Ada baiknya mengikuti yang tertulis di Kompas hari ini, mengapa Jokowi memutuskan ikut TPP.
    Intinya a.l. ada kepentingan pasar komoditas ekspor Indonesia ke negara2 TPP termasuk AS.
    Apabila tidak ikut maka prioritas tentu ke sesama anggota TPP.

    Di sisi lain, kita juga perlu belajar bukan hanya bikin piranti lunak, melainkan juga bagaimana memasarkannya. Kita suka bermain sendiri2 sehingga tidak saling tahu. Kita suka membanggakan bahwa kita punya SDM yang hebat yang tidak kalah sama siapapun. Di sisi lain, kita hebat apabila kita bermain sendiri-sendiri, seraya dalam satu Tim sulit kerjasama.
    Tidak mau kalah dengan yang lebih maju itu bagus, sedangkan iri hati beda.
    Eforia iri hati ke tingkat global karena kita merasa terancam, sebaiknya terkontrol.

    Pada saat Seminar sebelumnya yang diadakan oleh BAIDU (Tiongkok) dan MASTEL, ada seorang pengusaha kita yang bersedia menjadi “Baidu Indonesia” dan kontrak ditandatangani depan Menkominfo. Dia bilang, kita rangkul dan belajar dahulu, apabila sudah pintar (lagi2 bukan hanya dalam membuat piranti lunaknya dsb melainkan juga merebut pasar) baru mandiri.
    Nah, ini yang betul. Ini proses mandiri yang normal, yaitu setelah menguasai semuanya baru mandiri.

    Mengenai kerjasama dengan Microsoft, asal kita jeli memilah mana yang baik untuk kepentingan nasional, apa masalahnya?
    Yang terpenting kita harus mendahulukan layanan kepada pelanggan, jangan terbalik.

    Tentunya harus ada kepercayaan (trust) dari pelanggan dan komunitas, bahwa pengusaha yang kerjasama itu benar2 untuk kepentingan nasional dan bukan hanya demi keuntungan sendiri.
    Para pengusaha dan pemegang kepentingan harus terbuka terhadap masyarakat, apa yang dilakukan.

    Hanya dengan cara pandangan positif kita bisa maju, bukan dengan menolak suatu teknologi atau kerjasama karena ketakutan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.
    Bahwa di masa lalu ada kekecewaan atau kegagalan, kita harus berani meninjau kembali apa salahnya.
    Kerjasama dengan pihak perusahaan multinasional tidak mungkin sendiri2 dengan perusahaan kecil yang tidak seimbang, harus bersinergi di antara sesama perusahaan dalam negeri sehingga menjadi kuat dan seimbang, dan tidak malah jadi korban divide et impera, dipecahbelah karena kita tidak kompak.
    Kita baiknya percaya diri bahwa dengan siapapun kita bekerjasama, apapun jabatan dan kewenangannya, kita mampu mengatasinya.

    Antusiasme Presiden dengan para Menterinya, harus kita manfaatkan dengan baik, dan diwanti-wanti bahwa apabila sudah ditandatangani maka yang harus dipersiapkan tanpa tertunda lagi adalah syarat2 ini dan itu. Presiden dan Menteri2 (mengenai TIK itu bukan hanya Menkominfo yang harus mendukung, melainkan seluruh Kabinet dengan semua Menteri, yaitu a.l. Bappenas, BPPT, Menhub, Mendagri, Menkes, Menteri Daerah Tertinggal, para Gubernur, dll) sebaiknya dipersiapkan (ini juga suatu seni penyampaian tersendiri sehingga mereka tertarik atas saran dan penyiapan kita).
    Siapa yang merumuskan dan menyodorkannya? Ya, kita juga! (Percuma apabila hanya mengeluh).

    Salam,
    APhD

    #6676
    admin
    Keymaster

    From: ardi sutedja ardi.sutedja@indonesia-airshow.com
    Pak Dji yth,

    Menurut apa yang diulas oleh Kompas juga tidak salah, namun bagaiamana dengan kesepakatan2 dgn APEC, ASEAN-Afta, EU, Timur Tengah, Africa, dll yang sdh lebih dahulu diikuti‎? dan masih banyak yang bilateral dan multilateral lainnya? Yang saya sdh sebutkan juga blm optimal malah sudah “jump into the new wagon”, Tolong juga di dalami lagi mengapa pemerintah SBY juga sangat berhati2 dgn TPP ini.

    Terus sempat juga dilansir di Kompas bahwa bapak Menkominfo juga mau prioritaskan kerja sama dgn Eropa.

    Jadi kita ini sebenarnya mau dibawa ke mana? Mau jadi jawara expor yang mendatangkan devisa atau mau jadi jawara importir yang jauh lebih konsumtif dan tidak ada unsur nilai tambah buat inovasi dan kreatifitas bangsa ini‎?

    Ardi

    #6677
    admin
    Keymaster

    From: nonot harsono nonoth65@gmail.com
    ayooo buktikan semangat persatuan dan nasionalisme kita dgn mamakai aplikasi chating liteBig.
    bisa di download dr http://www.litebig.com

    selamat mencoba.

    wass
    nonot h

    #6678
    admin
    Keymaster

    From: “Arnold Djiwatampu arnold@tt-tel.com
    Pak Nonot yang baik,

    Apa bisa dipromosikan dengan mengulas apa saja keuntungan situs ini, misalnya dibandingkan yang lain.
    Kita juga tidak perlu menyembunyikan apabila ada kekurangannya, karena tentu bisa diperbaiki oleh pemiliknya.
    Iklannya mesti menarik agar orang mau menggunakan.

    Salam,
    APhD

    #6679
    admin
    Keymaster

    From: Bernaridho Hutabarat bernaridho@yahoo.com
    Saya pikir lebih aman. Data Center yg dipakai ada di dlm negeri. Appealing bagi companies yg peduli hal itu.

    Weakness: icon/emoji yg kurang eye catching.

    Lebih baik Tesar yg jelaskan.

    #6680
    admin
    Keymaster

    From: nonot harsono nonoth65@gmail.com
    yssh Pak Dji PhD, pak Dr Bernarido yg super, pak Ardi yg ssh,
    terima kasih banyak telah dgn antusias merespon celetukan saya . . .
    pak Bernarido . . . masukan senada dilontarkan teman-2 yg turut mencoba aplikasi buatan mas Tesar ini dan ybs mencatatnya… semoga segera menemukan teman tukang gambar ekspresi yg pas;
    terima kasih pak Ardi, semoga terus semangat utk membantu promosinya;

    utk Pak Djie , , , ,sebaiknya mas Tesar sendiri yg menjelaskan di mailing list ini apa saja yg telah dilakukan selama ini dan apa rencana berikutnya terkait liteBig.

    mas Tesar. . . . please

    wass,
    NH

    #6681
    admin
    Keymaster

    From: M . Tesar Sandikapura’ tesarsp@gmail.com
    Dear Pak Nonot, Pak Ardi, Pak Bernard, Pak Dji dan Rekan2 yang lain,

    Terimakasih atas kepeduliannya terhadap liteBIG yang masih berumur balita jika dibandingkan OTT Global.
    Tujuan awal kami membuat liteBIG adalah karena issue Sovereignty Data. Kami tidak ingin, orang2 asing dengan mudahnya menikmati data-data penting dari negeri ini. Lalu kedua, kami ingin membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga mampu membangun platform Messenger sendiri yang tidak bergantung dengan engine lain seperti GCM (Google Cloud Messaging).
    Lalu berikutnya, kami ingin produk liteBIG adalah produk yang berkualitas, bukan hanya timbul tenggelam seperti produk2 Messenger lokal yang lain.

    Sekarang liteBIG sudah diunduh oleh hampir 70rb user dalam 1 tahun terakhir. Posisi kami skr masih belum grandlaunching, karena kami sedang melakukan optimasi disisi server, performansi dan security.

    Selain itu, kami juga mempunyai produk enterprise, dimana servernya bisa on premise di DataCenter perusahaan tersebut. Sehingga lebih private, dan produk ini jg sudah dipakai oleh 2 perusahaan.

    Sekali lagi mohon maaf jika kami masih banyak kekurangan, karena untuk menyamai WA, Line dll, sangat sukar jika kami hanya mengandalkan diri sendiri, dan tanpa dukungan teman-teman sebangsa dan setanah air, yang concern akan kedaulatan negara ini. (Bukan hanya memikirkan bisnis semata).

    Wassalam.
    M. Tesar

    #6682
    admin
    Keymaster

    From: nonot harsono nonoth65@gmail.com
    bung Tesar yg super,
    justru dalam tahapan wal begini kita harus kompak bersama-sama mencoba dan memberi masukan jika menemukan sesuatu yang kurang;
    bukan mem-bully-nya.
    kami sangat mendukung dan mohon diterima dukungan kami;
    silahkan disampaikan apa saja yg mesti kami bantu suarakan;
    mohon tidak maju sendirian.

    salam kom[ak,
    nonot harsono

    #6683
    admin
    Keymaster

    From: M . Tesar Sandikapura tesarsp@gmail.com
    Dear Cak Nonot,

    Betul, kendala awal saat ini yg cukup kami rasakan berat adalah disisi Infrastruktur. Ini cost yang paling besar.
    Yaitu server, bandwidth dan SMS Gateway. Skr saya masih terus berjuang agar kapasitas server kami terus terjaga sesuai traffic message yang ada. Sebagai contoh untuk SMS, setiap user membutuhkan 1 sms untuk verifikasi, jika 1 SMS saja asumsi 300 rupiah, jika 1 hari 5000 user, artinya 300x 5000=1.5 jt/hari, saya sudah bertemu dgn hampir semua telco, tetapi belum ada yang memuaskan hasilnya, malah ada yg minta 2 Milyar Rupiah untuk jaminan :(.

    Sekedar info juga, kami pernah juga masuk salah satu inkubasi startup yg disponsori salah satu telco. Jika saya ikuti, mereka akan memberikan kami 350jt untuk sekitar 6 bln – 1 tahun, dan tentu ada porsi saham yang mesti kita serahkan ke mereka. Dan saya tolak, terlalu kecil 350jt untuk setahun.

    Tetapi, bukan berarti saya mengeluh dan menyerah, walaupun sudah banyak cercaan dan hinaan di sana-sini, itu malah membuat kami semakin semangat, sampai saat ini kami masih terus berjuang agar liteBIG ini terus maju dan membanggakan Indonesia, mungkin ini bisa menjadi sumbangsih kita kelak.

    Best Regards,
    Tesar

    • This reply was modified 5 years ago by admin.
    #6684
    admin
    Keymaster

    From: ‘M . Tesar Sandikapura’ tesarsp@gmail.com


    Sekedar Info,

    Ini lah team liteBIG yang terus semangat hingga saat ini, setengah programmer kami adalah lulusan SMK,
    dan tidak perlu hire orang India, atau minta investor asing seperti startup sebelah yang banyak beraliran kapitalist :)
    Mohon doa Rekan2 dsni, agar impian mulai kami segera terwujud, Aamiin..

    Best Regards,
    Tesar

    • This reply was modified 5 years ago by admin.
    • This reply was modified 5 years ago by admin.
    • This reply was modified 5 years ago by admin.
    #6687
    admin
    Keymaster

    From: ardi sutedja ardi.sutedja@indonesia-airshow.com
    kok kaya seragam parpol Sar?

    Ardi

    #6688
    admin
    Keymaster

    From: ‘M . Tesar Sandikapura’ tesarsp@gmail.com
    Hahha bisa aja pak Ardi,

    Sesuai warna logo pak, kalau yang satu lagi jg ada, warna putih kaya parpol jg sih hehehe…

    Best Regards,
    Tesar

    • This reply was modified 5 years ago by admin.
Viewing 14 posts - 1 through 14 (of 14 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.