Huawei Hadirkan Teknologi Untuk Tekan Konsumsi Listrik BTS 5G

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Penggunaan daya pada sebuah situs pemancar jaringan 5G (BTS) dipastikan akan mengkonsumsi daya lebih besar dibandingkan 4G.

Seperti dilansir dari Bisnis, Huawei telah menghadirkan sebuah sistem pasokan daya untuk base transceiver station (BTS), perangkat ini diberi nama Huawei 5G Power. Perangkat ini dinyatakan akan mampu memberikan daya lebih efisien pada sistem telekomunikasi 5G yang sudah pasti memerlukan energy listrik lebih banyak ketimbang 4G.

Peng Jianhua, Presiden Bisnis Energi Telekomunikasi Huawei, mengatakan bahwa konsep Huawei 5G Power berawal dari ide mengenai sebuah produk penyedia energi tunggal yang dapat menjadi solusi cerdas end-to-end yang dapat diintegrasikan.

“Hal tersebut akan membantu para operator telekomunikasi dalam mengurangi emisi karbon dan bersama-sama mengemban tanggung jawab sosial untuk dunia yang lebih baik,” ujar Jianhua dalam keterangan resminya yang dikutip dari Bisnis, baru-baru ini.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas jaringan di era 5G, tentunya memerlukan lebih banyak BTS. Dimana kebutuhan sumber daya juga akan meningkat, karena tingkat konsumsi daya sebuah situs pemancar jaringan 5G (BTS) diperkirakan lebih besar daripada 4G.

Saat ini para operator tengah berhadapan dengan berbagai tantangan terkait pasokan daya, kapasitas perangkat pengubah arus dan baterai, distribusi listrik, dan sistem pendingin, maka dengan meningkatnya kebutuhsan sumber daya tersebut akan berdampak terhadap meningkatnya penggunaan energi.

Disamping itu, adanya peningkatan jumlah perangkat serta penggunaan jaringan berfrekuensi tinggi akan memicu tingginya biaya perawatan dan sumber daya yang harus dikeluarkan operator.

Dari hasil pengamatan Huawei dengan menggunakan Huawei 5G Power bisa memberikan beberapa manfaat positif:

  • Jaringan 5G bisa dipercepat hingga 30 persen
  • Biaya pemeliharaan situs pemancar BTS bisa menurun mencapai 10 persen hingga 30 persen
  • Biaya operasi keseluruhan akan lebih efisien hingga 40 persen

Dengan adanya solusi Huawei 5G Power akan memungkinkan operator untuk membangun jaringan dengan cepat, mengurangi konsumsi energi di lokasi, dan memaksimalkan nilai investasinya.

Sebagai pemasok energi telekomunikasi yang mampu memberikan solusi teknologi informasi end-to-end, Huawei bersedia bekerja dengan operator dan mitra industri dalam inovasi dan eksplorasi berkelanjutan, dan bersama-sama menyelesaikan tantangan energi di era 5G.(hh)