[MASTEL-ANGGOTA] OOT: Bu Vero yang tegar

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads
 

Rekan-rekan yang baik,

Setiap manusia ciptaan Tuhan mempunyai hati nurani.
Bagi mereka yang masih jernih dan terbuka fikirannya, hati nurani akan bicara, senang, susah, dll.

Terlepas dari kita berada di pihak manapun, harus diakui, bahwa Indonesia memperoleh Berkah yang tiada duanya di mancanegara.
Ini kenyataan obyektif yang diangkat orang seantero dunia, direkam di media yang tepercaya.
Tanpa mengecilkan yang lain, tak terbantahkan bahwa manusia itu adalah Jokowi dan Ahok, dan kini bisa tambahkan Veronica, isteri Ahok.
Manusia2 luar biasa yang saya harus salut, karena saya belum sampai di situ kalibernya, meskipun pengorbanan, tantangan, dan ancaman serupa pernah saya alami.

[Saya mengatakan demikian, kendatipun pengalaman saya di masa lampau dan yang saya lanjtukan dalam perjuangan Indonesa di dalam negeri dan forum internasional khususnya.

Pada saat sebagian besar anggota meninggalkan Serikat Sekerja PTT, SSPT, yg murni memperjuangkan nasib karyawan PN Postel (Pos dan Telekomunikasi) th 1964, saya justru masuk menjadi anggota, walaupun saya sudah berniat tidak lagi akan terjun ke organisasi2 kemasyarakatan seraya sudah kenyang aktif di Himpunan Mahasiswa Elektro maupun organisasi kemahasiswaan di luar kampus melawan gerakan komunias dan ekstrim kanan.

Malahan th 1964 menjadi Wakil Ketua Cabang SSPTT cabang Laboratoria Postel.
Justru karena SSPTT yang netral terus diteror oleh serikat2 buruh SB Postel (berafiliasi SOBSI/ PKI) dan KB Postel (berafiliasi PNI ASU yang mengekor SOBSI/PKI), saya justru masuk berjibaku menyelamatkannya.
Saat ada kesempatan,  saya mengedarkan suatu edaran selebaran berita yang kontroversial yang memojokkan pihak SB Postel/KB Postel, dan sengaja menyelipkan simbol macan Siliwangi di kepala surat.

Akibatnya tidak lama, dua (2) truk penuh pendemo bersenjata alat tajam (golok, garpu pencongkel tanah, dll) tiba  di Laboratoria Postel, hanya 3 bulan sebelum Gestapu PKI.
Pimpinan kantor pucat semua. Saya diminta datang ke kantor Kepala Laboratoria.
Pimpinan pendemo menuntut agar saya menarik surat edaran saya. Saya menolak.
Saat perundingan tersebut, sy harus bertanggung jawab dan bicara sendiri dengan para pendemo yang berteriak-teriak di luar ruang perundingan.
Terpaksa saya harus menemui para pendemo. Saat berjalan ke arah pintu keluar rasanya seperti melayang.
Saya baru dapat menguasai ketakutan dalam perjalanan beberapa detik itu, setelah bertekad, apabila tidak mati sekarang, besokpun setelah PKI berkuasa akan sama saja (mengenang penyerbuan Hongaria oleh tentara Rusia th 1956, rakyatnya terpaksa menjadi Komunis atau menjadi martir).
Entah kekuatan apa yang memberanikan saya mengangkat Panca Sila dalam sambutan saya, yang justru bertentangan dengan kecenderungan saat itu yang menggelorakan “NASAKOM Bersatu”.  Secara instink dalam keadaan terjepit, saya berkelit mengalihkan tekanan, dengan memaksa perundingan ditunda besoknya di Kantor Pos Besar Bandung. Dengan pertimbangan bahwa di situ banyak aktivis SSPTT yang setia bertahan terhadap gempuran SB Postel/KB Postel berbeda dengan di pendirian telekomunikasi seperti Lab Postel.
Padahal saya belum sempat memberitahu teman2 di sana.
Para pendemo terpaksa setuju. Sambil berteriak-teriak mengancam dan mengacungkan senjata2 tajam mereka, meninggalkan halaman Laboratoria.
Berita peristiwa demo di Tegallega, beredar cepat dan gegerlah seluruh Postel.

SSPTT Cabang Ktr.Pos Besar, didukung DPD SSPTT Jabar, dan DPP SSPTT siap siaga. DPP SSPTT minta Direksi turun tangan, dan mengingatkan bahwa mereka bertanggung jawab apabila sampai terjadi apa-apa dengan saya.
Keesokan paginya teman2 SSPTT sudah menyiapkan pengamanan. Ktr Pos Besar dengan penjagaan ketat oleh beberapa Peleton Kodam Siliwangi (Panglimanya Ibrahim Adjie.
Memang perundingan di Ktr Pos Besar sengaja dibuat gagal, oleh karena saya tidak mau mundur mencabut edaran saya.
Akibatnya selama beberapa bulan saya diteror, dan saya diminta DPP SSPTT tidur di kantor Pusatnya di Jl. Taman Sari 64.
Hanya 3 bulan setelah peristiwa demo tersebut terjadi Gestapu PKI, PKI dan antek2nya ditumpas. Tuhan Berkehendak lain.
Di luar dugaan, dalam Kongres SSPTT 1995, di Semarang, saya dianggap pahlawan penyelamat organisasi karena membangkitkan semangat juang SSPTT seluruh Indonesia. Saya masih ingat bagaimana delegasi dari Makassar mengeritik DPP SSPTT yang dianggap lemah, dan menjunjung tinggi keberanian saya yang belum lama masuk SSPTT.
Memang semangat jaman mahasiswa dan setelah lulus masuk PN Postel (kini Telkom dan Pos & Giro), menyertai perjuangan saya bagi NKRI di dalam negeri dan khususnya forum internasional.

Silahkan mencermati ulasan di bawah ini.
Apabila ada yang mengatakan bahwa ini hoax, silahkan, seraya saya anggap 75% benar.

Salam,
Warga NKRI biasa.
APhD

Subject: Kepada Bu Vero yang tegar
Date: Sun, 14 May 2017 09:49:47 +0000
From: melinda

Sayang sekali penulis tidak diketahui namanya.

**********************

13.5.17

https://seword.com/politik/v
eronica-tan-yang-tidak-masuk-akal/

Konser musik yang dipimpin musikus Addie MS, yang digelar di Balai Kota DKI (10/5) bersama lebih dari 10.000 warga pendukung Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kembali menyisakan satu cerita haru.

Cerita sang konduktor yang harus menahan diri untuk tidak menangis ketika memimpin konser ribuan orang yang berlinang airmata, tapi kemudian harus menangis di momen yang tak terduga.

Tak pernah muncul di pikiran Addie MS bahwa konsernya ini akan menjadi konser yang tersulit baginya sepanjang sejarah dari demikian banyak konser yang telah dipimpinnya.

“Saya menahan tangis. Saya melihat wajah-wajah pengunjung barisan depan menangis. Sebelah kiri saya Pak Djarot menangis. Saya agak menengadah melihat pengunjung yang lebih jauh untuk menahan tangis.”

Konser yang diadakan secara spontan ini tidak disangka-sangka mendapat respons luar biasa dari warga Jakarta. Bahkan banyak warga yang berdatangan dari daerah lain di Indonesia. Padahal mereka hanya mendapat undangan dari pesan melalui WA sehari sebelumnya.

Mereka datang.

Mereka bernyanyi bersama.

Melambaikan tangan bersama.

Menangis bersama.

Menyuarakan suara hati yang sama.

Mengudarakan rasa nasionalisme untuk Indonesia.

Pada hari yang sama dalam sesi wawancara dengan Metro TV di acara “Primetime News” sang maestro menceritakan kejadian saat sedang dalam perjalanan ke situ.

Beliau menceritakan menerima pesan melalui WA dari Ibu Veronica Tan, istri Pak Ahok, mengenai pemugaran gedung untuk seni.

Seperti kita ketahui, 1 Maret yang lalu Pak Ahok telah meresmikan tempat yang menyediakan program dan pelatihan yang didedikasikan untuk pengembangan dunia
entrepreneur dan craft, yang diberi nama “Jakarta Creative Hub”. Kehadiran Jakarta Creative Hub ini awalnya merupakan ide Ibu Veronica Tan.

Karena ide ini dinilai baik dan menarik minat banyak kalangan muda, maka kemudian dibuatlah tempat kreatif serupa di bidang musik yang dikoordinir oleh Addie MS.

“Dalam perjalanan ke sini, saya baca WA dari Bu Vero yang meng-update perkembangan di bidang seni tertentu. Sampai rinci gitu. Saya kaget! Dalam batin saya, ini keluarganya sedang berduka sekali. Pak Ahok sedang menghadapi itu (hukuman di penjara). Kok Ibu Vero bisa kepikir tetap memperhatikan pekerjaan demi sebelum Oktober tugasnya untuk musisi selesai. Di situ saya ga kuat, akhirnya saya nangis tadi di mobil. Gara- gara .. kok ada ya orang sebaik itu.
Saya langsung (mengetik) Ibu Vero, maaf, jangan ngomong itu Bu Vero, saya ga kuat ni Bu Vero, saya nangis ini Bu Vero..”

Saya pun menangis mendengar penuturan Addie MS itu di MetroTV.

Ketika ribuan warga di luar sana berteriak memaki dan marah dengan ketidakadilan sistem peradilan Indonesia,
– ketika warga menjerit menangis terhadap hukuman Pak Ahok,
– ketika banyak warga menjadi apatis terhadap kemampuan negaranya untuk melindungi warganya yang tidak bersalah yang merupakan salah satu putra terbaik bangsa,
– ketika warga kehilangan harapannya,
– ketika sebagian orang meratapi kejamnya nasib minoritas di bumi Indonesia ini, ….
anda masih tetap berdiri tegak di sana, Bu Vero! Di posisi dan tempat yang sama saat sebelum Pak Ahok divonis hakim.
Bekerja untuk kepentingan orang lain, berkarja untuk kepentingan warga, bekerja untuk Indonesia!

Indonesia yang sudah merebut suami anda, Indonesia yang sudah memenjarakan suami anda.

Bu Vero, saya pun tak tahan untuk berkata-kata!

Kami yang bukan keluarga Pak Ahok, kami yang tidak kenal Pak Ahok secara pribadi, kami yang hanya mengenal Pak Ahok dari media dan melihat hasil karyanya di lingkungan sekeliling kami, kami yang mencintai Pak Ahok dari jauh, kami tidak mampu menatap Indonesia sebagai ‘sahabat’ lagi.

Tetapi anda bisa bertahan dan terus melanjutkan pengabdian Pak Ahok. Saya tidak tahan untuk tidak menangis lagi, Bu Vero.

“Saya tahu persis, tidak melebih-lebihkan, demi Allah, Bu Vero itu sama halnya Pak Ahok, tidak memikirkan diri sendiri, mereka berdua selalu memikirkan orang lain,” lanjut Addie MS.

Bu Vero, seandainya anda ingin berhenti agar dapat berduka dan tidak memikirkan warga Jakarta pun, tidak apa-apa. Sungguh! Tidak akan ada yang bisa menyalahkan Ibu.

Tapi bu Vero bukanlah saya. Saya seperti tertampar.

Sekarang saya semakin tahu, Pak Ahok memang telah disiapkan Tuhan untuk Indonesia sejak lama. Tuhan menaruh wanita sekuat anda di sisi Pak Ahok. Kegetiran yang sepahit ini pun tidak mampu menyurutkan langkah anda berdua.

Anda berdua sungguh telah mengajarkan teladan bagi kami. Bahwa Indonesia negara yang kami pijak, negara di mana kami lahir tidaklah kejam. Negara ini sudah memberikan begitu banyak kenikmatan hidup.

Yang memenjarakan Pak Ahok bukan Indonesia, tapi segelintir orang-orang rakus yang menamakan dirinya negarawan dan penegak hukum!

Terima kasih untuk cinta anda pada kami dan Pak Ahok sehingga Pak Ahok tetap kuat sampai hari ini.

Tetap semangat dan tersenyum dengan cinta anda, Bu Vero. Kami senantiasa mendukung langkah anda dan suami anda. Tetap tegap berdiri sampai Pak Ahok kembali!

“The difference between who you are and who you want to be is what you do.”

Powered by Telkomsel BlackBerry®

__._,_.___

Posted by: Arnold Djiwatampu <arnold@tt-tel.com>


Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Have you tried the highest rated email app?

With 4.5 stars in iTunes, the Yahoo Mail app is the highest rated email app on the market. What are you waiting for? Now you can access all your inboxes (Gmail, Outlook, AOL and more) in one place. Never delete an email again with 1000GB of free cloud storage.


———————————————————————-
Download MASTEL MOBILE APPS
Google Play Store:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bikinapp.apps.appMastelIndonesia&hl=en
iOS AppStore:
https://itunes.apple.com/us/app/mastel-indonesia/id1183344146?mt=8
Daftar Anggota Koperasi Digital:
https://reg.digicoop.id/18051975
————
Kunjungi www.mastel.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut

Owner : mastel@mastel.or.id
Moderator: info@mastel.or.id
Untuk mengirim pesan:
MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com
Untuk berhenti dari milis kirimkan imel kosong ke:
MASTEL-ANGGOTA-unsubscribe@yahoogroups.com

Sekretariat Mastel
Jl. Tambak Raya No.61 Pegangsaan
Jakarta Pusat 10320

Tlp 021-31908806
Fax 021-31908812
email info@mastel.id/info@mastel.or.id
https://www.mastel.id
———————————————————————-

.


__,_._,___