[MASTEL-ANGGOTA] saran from a nobody.. Kemelut di Tubuh Apkomindo Mendekati Titik Terang [14 Attachments]

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads
 

Pak Rudi Rusdiah yg baik hati & telah ber-sama2 membuktikan diri, yaitu dengan dgn sangat mudah berdamai atas peran serta bantuan Pak Kristiono selaku Ketum Mastel.

Dalam kesempatan yg baik ini, saya ucapkan terima kasih atas responnya ini serta atas keyakinannya dgn saya yg memang tetap ingin mencari jalan damai yg win win solution.

saya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan Pak Kristiono mendamaikan saya dgn Pak Rudi Rusdiah.

Terima kasih.
Salam hormat,
Hoky.

——– Original Message ——–

Subject: [MASTEL-ANGGOTA] saran from a nobody..[ANGGOTA-APKOMINDO] Kemelut di Tubuh Apkomindo Mendekati Titik Terang [16 Attachments]
Date: Tue, 7 Mar 2017 00:50:21 +0000 (UTC)
From: rrusdiah@yahoo.comrrusdiah@yahoo.com [MASTEL-ANGGOTA] <MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com&gt;
Reply-To: MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com
To: ANGGOTA-APKOMINDO@yahoogroups.com <ANGGOTA-APKOMINDO@yahoogroups.com&gt;, anggota@apkomindo.or.id <anggota@apkomindo.or.id&gt;, APKOMINDO-AnggotaPusat@yahoogroups.com <APKOMINDO-AnggotaPusat@yahoogroups.com&gt;, anggota-apkomindo@yahoogroups.com <anggota-apkomindo@yahoogroups.com&gt;
CC: Cepu Supriyanto <cepusuprianto@yahoo.co.id&gt;, Muzakkir <zakkirzoom@gmail.com&gt;, deka adrianto utomo <sabhatansa99@gmail.com&gt;, Riswanto <panca.law@gmail.com&gt;, Dharma EL <dharmaleksana@gmail.com&gt;

1900294090.8965.1488847822937@mail.yahoo.com” type=”cite”>  

Sekarang sebagai orang luar (bukan lagi pengurus apkomindo), ijinkan kami memberikan saran. Sepertinya semakin lama sidang ini semakin hanya memperebutkan pepesan kosong berawal dari tuntutan pak Sonny Franslay. Saran kami… lebih produktif cari jalan arbitrase… yang win  win daripada melanjutkan dendam dan ego masing pihak… karena hanya akan habiskan banyak enerji, waktu dan finansial semua pihak.. kasihan industrinya dan asosiasinya… semoga didengar oleh para pihak… sepertinya pak hoky sih setuju dng usul ini … entah pihak yang lain… hormat kami, rr 

On 03/07/2017 02:36 AM, ‘Mr. Hoky / Soegiharto Santoso’ hoky@cbn.net.id [MASTEL-ANGGOTA] wrote:

Teman2, mohon ijin share artikel & foto2 tentang:

Kemelut di Tubuh Apkomindo Mendekati Titik Terang

Utk lengkapnya bisa klik ke http://bit.ly/2md5MRj

Saya perkirakan teman2 akan terkejut, krn ternyata pada sidang PN Bantul ada nama2 yg Bpk/Ibu kenali, dari para saksi pihak pelapor, yg melakukan BAP di Bareskrim Polri shg saya dikriminalisasi & ditahan selama 43 hari di Rutan Bantul yaitu: Pak G. Hidayat Tjokrodjojo, Pak Agus Setiawan Lie dan Pak Rudi D. Mulyadi, yg dimotori oleh Pak Sonny Franslay.

Utk hari Kamis, tgl 9 Maret 2017 akan hadir 2 (dua) saksi pelapor lainnya di PN Bantul, sungguh menarik jika teman2 bisa turut hadir & menyaksikan secara langsung persidangannya, krn akan banyak terungkap fakta2 dibalik kriminalisasi Ketum DPP Apkomindo.

Selain saya, ada 20 org pengurus resmi Apkomindo & 1 org Notaris, yakni; Felix Lukas Lukmana, H. Hendra Widya, SE. MM. MBA, H. Ridwan, Agustinus Sutandar, Gomulia Oscar, Suwato Komala, Suhanda Wijaya, Setyo Handoyo Singgih, John Kurniawan, Sutiono Gunadi, Emilly Kie, Nur Suari Louis, Simon Robinson Purba, Paul Kuntadi, Frans Budiono, Tecky Tanardi, Willy Aprillianto, Ahmad Jazuli, Syamsul Qadar, Sandy Kusuma dan Notaris Nurul Larasati, SH.

yg juga DIGUGAT oleh Pak Sonny Franslay & kelompoknya melalui surat Kuasa kepada Pak Agus Setiawan Lie & Pak Rudi Rusdiah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dgn perkara nomor 479/PDT.G/2013/PN.JKT.TIM, dan saat ini sedang proses banding di Pengadilan Tinggi Jakarta oleh Pak Agus Setiawan Lie, sedangkan Pak Rudi Rusdiah sudah berdamai dengan saya.

Lebih luar bisanya lagi adalah, Menteri Hukum dan HAM RI dgn Soegiharto Santoso selaku Ketum & Muzakkir selaku Sekjen DPP Apkomindo juga DIGUGAT di PTUN dgn perkara Nomor 195/G/2015/PTUN Jakarta, lalu banding di PTTUN dgn perkara Nomor 139/B/2016/PTTUN.JKT, serta saat ini sedang proses Kasasi di MA, oleh Pak Sonny Franslay.

Yakinlah melalui sidang di PN Bantul akan terungkap segala sesuatu dibalik kemelut Apkomindo sejak tahun 2011, yg diawali dgn proses pembekuan Ketum Pak Suhanda Wijaya & Pak Sekjen Setyo Handoyo Singgih, Amin.

Terima kasih.
Salam hormat,
Ir. Soegiharto Santoso/ Hoky
Ketum DPP APKOMINDO
Mobile: +62816700169

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kemelut di Tubuh Apkomindo Mendekati Titik Terang

Sidang Kasus Apkomindo PN Bantul Harapkan JPU Hadirkan Saksi PELAPOR

http://www.apkomindo.id/index.php/logo/item/191-sidang-kasus-apkomindo-pn-bantul-harapkan-jpu-hadirkan-saksi-pelapor

Sumber: Dimensinews.com

BANTUL, – Sidang lanjutan terkait kasus adanya dugaan kriminalisasi terhadap Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), yakni  Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Bantul, Kamis (2/3/2017).

Sidang yang dipimpin  Hakim  Subagyo, SH, M.Hum kali ini mengagendakan mendengarkan 3 keterangan dari saksi yang dihadirkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ansory, SH  dan Khalid Sardi Hatapayo, SH. Para saksi tersebut yakni, Agus Setiawan Lie, Ir.G. Hidayat Tjokrodjojo, dan Rudi D. Mulyadi.

Perkara pelanggaran Hak Cipta seni logo Apkomindo ini mencuat setelah adanya pameran Mega Bazar oleh PT Dyandra Promosindo yang digelar bersama DPD Apkomindo DIY di JEC 5 – 9 Maret 2016 . Dalam pameran tersebut dipasang logo Apkomindo sebagai penyelenggara. Tetapi dalam pemasangan logo tersebut dianggap tidak meminta izin tersebut dari pemegang hak cipta Sonny Franslay yang menjadi salah satu pendiri Apkomindo. Untuk itulah Sonny melaporkan ketua DPD Apkomindo DIY dan Ketua Umum DPP Apkomindo.

Dalam kesaksiannya, Agus Setiawan Lie terlihat berbelit belit dalam memberikan keterangannya di hadapan Majelis Hakim. Seolah-olah saksi Agus Setiawan Lie menutupi sesuatu yang ia ketahui, padahal saksi Agus Setiawan Lie adalah saksi yang diberi kuasa oleh Sonny Franslay untuk melaporkan Hoky selaku Ketum DPP Apkomindo dan Dicky Purnawaibawa selaku Ketua DPD Apkomindo DIY ke Mabes Polri.

“Saya hanya tahu informasi pelanggaran hak cipta seni logo Apkomindo dari berita dan iklan yang dipasang di sebuah koran nasional, dan tidak melihat langsung pameran Mega Bazaar yang katanya menggunakan seni logo Apkomindo tersebut.”kata Agus Setiawan Lie di depan persidangan .

Namun saya yakin pokoknya Hoky sudah melanggar Hak Cipta seni logo Apkomindo karena tidak seijin dari Sonny Franslay selaku yang berhak dan Hoky bukan Ketum Apkomindo yang sah. Dia saja yang mengaku-ngaku sebagai Ketum Apkomindo, saya pribadi selaku Pendiri Apkomindo tidak pernah mengakuinya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum terdakwa yang dalam hal ini diwakili oleh Riswanto SH, MH.,PIA sangat menyayangkan kesaksian Agus Setiawan Lie. “Banyak kejanggalan dalam kesaksian yang diberikan Agus Setiawan Lie. Seharusnya saksi Agus Setiawan Lie mengatakan hal yang sebenarnya, jangan malah menutupi ataupun berbelit-belit dalam memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim. Bahkan para hadirin yang memadati ruang sidang beberapa kali mentertawakan kesaksian Agus Setiawan Lie, karena terkesan lucu sebagai saksi yang juga pendiri Apkomindo, akan tetapi banyak menjawab pertanyaan dengan Tidak Tau.” Ungkapnya usai  sidang.

Saksi kedua dihadirkan Rudi D. Mulyadi dalam kesaksiannya tidak mengakui Ir. Soegiharto Santoso atau Hoky sebagai Ketua Umum Apkomindo yang sah. Namun justru dirinyalah mengklaim sebagai Ketua Apkomindo DKI sekaligus Ketua Umum Apkomindo yang sah.

“Saya adalah Ketum Apkomindo yang sah, karena sejak 2017 perkumpulan Apkomindo yang saya pimpin sudah disahkan oleh SK dari Kemenkumham, dan DPD DIY yang diketuai oleh Dicky Purnawibawa merupakan DPD kami.  Sedangkan Pak Hoky hanya mengaku-ngaku sebagai Ketum Apkomindo dan Pak Hoky tidak diakui oleh para pendiri Apkomindo, sedangkan saya diakui oleh para pendiri Apkomindo.”ucap Rudi di depan Majelis Hakim PN Bantul. Soal penyelenggaraan pameran Mega Bazaar atau event apapun sebenarnya setiap DPD memiliki otonomi sendiri-sendiri dan tidak tergantung DPP Apkomindo,” tambahnya.

Menurut Rudi dalam kesaksiannya potensi kerugian dari pelanggaran hak cipta seni logo Apkomindo kurang lebih sekitar 5 milyar. “Termasuk dengan hasil yang diperoleh dari event Mega Bazaar 5 – 9 Maret 2016 di JEC Banguntapan Bantul,”kata Rudi.

Sementara itu saksi ketiga, Ir. Hidayat Tjokrodjojo, salah satu mantan Ketua Umum Apkomindo memberikan kesaksiannya yang menegaskan bahwa Hoky memang sudah melanggar menggunakan seni logo Apkomindo dengan tanpa hak dan sangat pantas untuk dipidanakan.

“Saya pernah menjadi  Ketua umum Apkomindo selama 2 periode dari 1999 sampai tahun 2005, dan saya selalu minta ijin apabila saya akan menggunakan seni logo Apkomindo kepada Sonny Franslay, bahkan secara tertulis saya punya buktinya,” ujarnya, sembari memberikan surat nomer 0001/KH/KU-APK/XII/1999 kehadapan Majelis Hakim, yang berisi surat pernyataannya terkait ijin menggunakan seni logo Apkomindo, walaupun, kata Hidayat, tahun 1999 seni logo tersebut belum terdaftar sebagai hak cipta milik Sonny Franslay.

“Alasan saya meminta izin kepada Sonny Franslay. karena saya sangat menghargai beliau yang telah mendirikan Apkomindo sejak 1991, dan saya tahu betul bahwa seni logo Apkomindo merupakan hasil karya Sonny Franslay, sehingga  saya harus terus menerus meminta ijin beliau jika akan menggunakan hasil karya seni ciptaanya. Saya adalah orang yang sangat menghargai hasil karya orang lain,” terangnya

Hidayat mengaku soal minta ijin terkait penggunaan seni logo Apkomindo tidak ada tertulis dalam AD/ART Apkomindo. “Karena memang tidak perlu secara eksplisit tertulis setiap anggota atau pengurus harus meminta ijin kepada Sonny Franslay. Namun secara tersirat dapat ditafsirkan seperti itu,” sebutnya.

Kesaksian ketiganya hampir semua menyatakan bahwa Ir. Soegiharto Santoso memang pokoknya melanggar seni logo Apkomindo milik Sonny Franslay. Dan mereka menyatakan hal yang sama, bahwa Hoky hanya mengaku-ngaku sebagai Ketum Apkomindo yang tidak pernah diakui oleh para pendiri Apkomindo.

Kemudian Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyatakan keberatan-keberatan atas keterangan para saksi. Hoky pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk memaparkan beberapa keberatannya, antara lain atas keterangan saksi Rudi tentang pernyataan melihat foto kehadiran terdakwa di pameran Mega Bazaar di JEC, padahal dirinya tidak pernah menghadiri pameran tersebut dan tidak pernah memperoleh pemberitahuan tentang rencana pamerannya, bahkan tidak pernah memperoleh undangan peresmian pamerannya, Untuk itu Hoky mohon diperlihatkan foto-foto dokumentasinya. Tetapi  Saksi Rudi tidak mampu memperlihatkan bukti-buktinya.

Terkait pengakuan Rudi D. Muliadi yang menyatakan dirinyalah Ketum Apkomindo yang sah dan DPD Apkomindo DIY  merupakan DPD yang terkoordinasi dibawah kepemimpinan Rudi, Hoky menanyakan siapa dan kapan DPD DIY dilantik ?

Hoky menyatakan keberatannya karena terbukti saksi Rudi yang mengakui keberadaan DPD Apkomindo DIY adalah sah dan diakui oleh pendiri, namun menjawab tidak mengetahui siapa orang DPP Apkomindo yang melantik dan menghadiri acara Musda DPD Apkomindo DIY. Karena sebenarnya yang melakukan pelantikan dan menghadiri acara Musda DPD Apkomindo DIY adalah Hoky selaku Ketum DPP Apkomindo yang sah bersama Muzakkir selaku Sekjen DPP Apkomindo,” ungkap Hoky.

Hoky juga keberatan atas keterangan palsu ketiga saksi tentang Agustinus Sutandar yang hanya sebagai Pjs.Ketum DPP Apkomindo dan hanya menjabat selama enam bulan, diklaim Agustinus terpilih melalui Munas Apkomindo yang sah pada tanggal 13 & 14 Januari 2012 di kota Solo yang dihadiri oleh seluruh DPD Apkomindo se Indonesia serta menjabat sesuai AD dan ART Apkomindo yaitu tiga tahun. Bahkan telah memperoleh SK Kemenkumham Nomor AHU-156.AH.01.07.TAHUN 2012 dan SK tersebut sempat dilakukan gugatan oleh Sonny Franslay di PTUN dan upaya Banding ke PTTUN serta saat ini upaya Kasasi ke MA.

Keberatan atas penyebutan pameran Indocomtech yang berulang-ulang dilakukan oleh ketiga saksi. Karena pameran Indocomtech yang awalnya milik Apkomindo telah dipindah tangankan secara sepihak tanpa persetujuan anggota dan tidak melalui proses rapat pengurus maupun rapat anggota, dimana saat ini menjadi milik Yayasan Apkomindo, sehingga semua keuntungan dari penyelenggaraannya masuk ke kas Yayasan Apkomindo dan ini berpotensi mempunyai unsur pelanggaran dan bisa masuk keranah pidana.

Keberatan atas keterangan palsu ketiga saksi tentang terdakwa adalah orang yang mengaku-ngaku selaku Ketum DPP Apkomindo hanya karena tidak diakui oleh para pendirinya. Padahal terdakwa dipilih melalui Munas pada tanggal 13 s/d 15 Febuari 2015 di Jakarta yang dihadiri oleh seluruh DPD Apkomindo se-Indonesia, dan didukung bukti daftar hadir, ada foto-foto serta video dokumentasinya yang telah ditayangkan di website resmi Apkomindo (www.apkomindo.id). “Bisa dilakukan konfirmasi kepada seluruh DPD Apkomindo se-Indonesia, serta dengan sangat mudah mencari melalui search google siapa Ketum DPP Apkomindo yang sebenarnya, bahkan sebelumnya para pendirilah yang sempat mengusulkan agar terdakwa dicalonkan menjadi Ketum,”kata Hoky seraya mengatakan mempunyai bukti foto-foto dokumentasi pertemuan tertanggal 26 Mei 2014.

Keberatan atas keterangan saksi Hidayat tentang Sdr Rudi Rusdiah mengundurkan diri selaku Ketum DPP Apkomindo versi pendiri, hanya karena ingin menjadi Ketua organisasi lainnya. Yang benar, kata Hoky, adalah  Rudi Rusdiah mengundurkan diri selaku Ketum DPP Apkomindo versi pendiri, karena ingin berdamai dengan terdakwa dan sudah jenuh dengan sikap para pendiri yang selalu melakukan upaya hukum terus menerus. Bahkan Rudi Rusdiah secara khusus bersama-sama dengan terdakwa dan  Agustinus Sutandar melakukan perdamaian di Bareskrim Polri dan mencabut Laporan Polisi Nomor: LP/670/VI/2015/ Bareskrim Polri,  yang awalnya dibuat atas dasar permintaan/ kuasa dari Sonny Franslay, Agus Setiawan Lie dan  Irwan Japari.

Terakhir keberatan atas saksi Hidayat yang menyatakan berulang kali bahwa  Sonny Franslay adalah pribadi yang baik dan selalu mendamaikan para anggotanya yang bertikai. Pada kenyataannya, dikatakan Hoky, justru Sonny Franslay yang selalu memberi kuasa kepada Agus Setiawan Lie dan Rudi Rusdiah untuk melakukan upaya hukum berulang kali, termasuk terhadap  Agustinus Sutandar yang dilaporkan ke Bareskrim Polri dan menggugat 20 Pengurus Apkomindo di PN Jaktim. Bahkan terhadap perkara yang berkaitan dengan terdakwa tidak pernah mau melakukan mediasi dan tidak pernah mau melakukan pertemuan, untuk  pertemuan-pertemuan selalu diwakili oleh pihak lainnya. “Sepanjang proses pengadilan di PN Jaktim sejak tahun 2013 maupun di PTUN tahun 2015 termasuk di PN Bantul 2017 ini, tidak pernah dihadiri oleh Sdr Sonny Franslay,” ungkap Hoky.

Demikian pula saat saksi Hidayat ditanyakan tentang kapan surat izin nomer 0001/KH/KU-APK/XII/1999 diinformasikan kepada para pengurus se Indonesia ?  Hoky mengatakan baru pertama kali melihat surat tersebut dipersidangan ini, termasuk saat ditanyakan apakah mantan Ketum Suhanda Wijaya dan mantan Ketum Agustinus Sutandar juga membuat surat izin serupa. “Lalu apa dasar membekukan Ketum Suhanda, dan apa kesalahan konkrit Ketum Suhanda, serta siapa nama orang yang membekukan Ketum Suhanda dan Sekjen Setyo Handoyo, semuanya tidak bisa dijawab oleh saksi Hidayat. Bahkan saksi Hidayat berbelit-belit saat ditanya nama orang yang membekukan Ketum Suhanda dan Sekjen Setyo Handoyo, serta hanya mau menyebutkan dilakukan oleh DPA Apkomindo tanpa menyebutkan nama orangnya sama sekali,” paparnya.

Kemudian  Hoky mempertanyakan apakah diizinkan memutar suara rekaman saksi Hidayat saat membekukan  Ketum Suhanda dan Sekjen Setyo Handoyo secara semena-mena yang telah beredar di dunia maya, karena pada saat proses pembekuan tanggal 11 Agustus 2011 ada oknum internal pengurus saksi Hidayat sendiri yang secara sengaja merekam dan menyebar luaskan ke dunia maya, sehingga Hoky dan semua pihak dapat dengan mudah memperolehnya serta mengetahui proses pembekuan yang semena-mena, bahkan ada kata-kata saksi Hidayat yang mengatakan “satu persatu akan dibetheti”.

Untuk permintaan tersebut, Saksi Hidayat  menyatakan keberatan, sehingga suara rekaman saksi Hidayat saat membekukan Ketum Suhanda dan Sekjen Setyo Handoyo tidak diperdengarkan di dalam persidangan.

Pada kesempatan itu Hoky berharap semoga di PN Bantul pihak JPU dapat menghadirkan Sdr Sonny Franslay, agar perkara ini bisa segera menjadi terang benderang dan akan terungkap segala sesuatu dibalik semua ini. “Saya menyakini ini merupakan jalan untuk membuka tabir tentang dugaan Sdr Sonny Franslay beserta teman-temannya di Yayasan APKOMINDO Indonesia yang telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara memindahkan aset-aset milik organisasi Apkomindo ke Yayasan Apkomindo, termasuk event pameran Indocomtech, tanpa persetujuan anggota organisasi Apkomindo, sehingga diusianya DPP Apkomindo yang ke-25 tahun, ternyata tidak mempunyai aset, tidak mempunyai kas, tidak mempunyai event, tidak mempunyai kantor, tidak mempunyai website. Sehingga kantor DPP Apkomindo terpaksa hanya virtual dan website baru diaktifkan pada tahun 2015, setelah saya terpilih menjadi Ketum DPP Apkomindo bersama dengan  Muzakkir selaku Sekjen DPP Apkomindo-nya,” Harap Hoky.

Sidang yang berlangsung hampir 5 jam, masih akan dilanjutkan minggu depan, Kamis (9/3/2017) dengan menghadirkan dua orang saksi lainnya. Dan Jaksa Penuntut Umum Ansory, SH berjanji  akan  menghadirkan  beberapa orang saksi lagi, termasuk  Sonny Franslay agar dapat diperiksa  di depan Persidangan  Pengadilan Negeri Bantul  supaya perkara  kasus Pelanggaran Hak Cipta Seni Logo Apkomindo dapat  disidangkan secara terang benderang.

Semoga tabir kegelapan yang  melingkupi Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia dapat segera terkuak. Sangat disayangkan memang jika sebuah organisasi  besar  yang telah berkiprah banyak untuk kemajuan  bangsa dan Negara  Indonesia di bidang Teknologi Informasi ini  terpuruk hanya akibat pertikaian internal para pengurus yang lebih mengedepankan egonya.

Beberapa Catatan kaki yang mungkin dapat dijadikan referensi agar kronologi dari Kasus Pelanggaran Hak Cipta seni logo Apkomindo lebih transparan :

Tidak sesuai UU No: 28/2014

Perlu kita cermati bersama, bahwa pendaftaran nama dan logo organisasi Apkomindo atas nama pribadi menyalahi ketentuan Pasal 65 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Serta telah ada yurisprudensi putusan MA Nomor 475 K/Pdt.Sus/2010 yang menolak pendaftaran merek Askindo (Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia) atas nama pribadi, Sehingga Yurisprudensi ini dapat dijadikan acuan bahwa hak cipta dan merek organisasi/ asosiasi tidak boleh didaftarkan atas nama pribadi.

Saat ini banyak pihak yang mengatakan, bahwa dalam sejarah berdirinya NKRI belum pernah ada sengketa organisasi yang Ketumnya dipidanakan, apalagi sampai ditahan dalam rutan selama 43 hari, hal ini pasti karena upaya-upaya persekongkolan kriminalisasi yang keji.

“Dengan proses sidang di PN Bantul ini dan dibantu oleh teman-teman media untuk mempublikasikan proses persidangannya, serta dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, saya sangat yakin akan terungkap proses kriminalisasi terhadap diri saya ini, dan yakin akan berhenti alias Stop kriminalisasi Ketum DPP Apkomindo,” pungkas Hoky. usai sidang kepada wartawan.

Sonny Cs  melakukan upaya-upaya hukum terhadap pengurus resmi APKOMINDO dengan berbagai cara tidak terpuji:

1)  Pada tanggal 19 September 2011 membekukan kepengurusan Suhanda Wijaya, selaku Ketum DPP Apkomindo dan Setyo Handoyo Singgih selaku Sekjen DPP Apkomindo secara semena-mena. Hasilnya pada tanggal 08 Oktober 2011 seluruh pengurus se-Indonesia membuat “Petisi / Mosi Tidak Percaya” kepada DPA Apkomindo atas pembekukan kepengurusan DPP Apkomindo.

2)  Pada 23 Desember 2013 menggugat 20 pengurus resmi Apkomindo, yakni Felix Lukas Lukmana, H. Hendra Widya, SE. MM. MBA, H. Ridwan, Agustinus Sutandar, Gomulia Oscar, Suwato Komala, Suhanda Wijaya, Setyo Handoyo Singgih, John Kurniawan, Sutiono Gunadi, Emilly Kie, Nur Suari Louis, Simon Robinson Purba, Paul Kuntadi, Frans Budiono, Tecky Tanardi, Willy Aprillianto, Ahmad Jazuli, Syamsul Qadar, Sandy Kusuma dan Notaris Nurul Larasati, SH. di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, perkara nomor 479/PDT.G/2013/PN.JKT.TIM.. Hasilnya pada tanggal 04 Mei 2015 Gugatan tidak diterima.

3)  Pada tanggal 18 Mei 2015, melakukan upaya Banding atas Putusan PN JakTim ke Pengadilan Tinggi Jakarta dan sampai saat ini masih sedang berlanjut.

4)  Pada 13 April 2015 melaporkan Soegiharto Santoso dengan Laporan Polisi Nomor: 503/K/IV/2015/RESTRO JAKPUS. Hasilnya sudah SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan)

5)  Pada 02 Juni 2015 melaporkan. Agustinus Sutandar dengan Laporan Polisi Nomor: LP/670/VI/2015/ Bareskrim Polri. Hasilnya berdamai atas upaya Soegiharto Santoso dengan  Rudi Rusdiah.

6)  Pada 17 September 2015, Menggugat Menteri Hukum dan HAM RI beserta Soegiharto Santoso dan Muzakkir selaku Pengurus Resmi Apkomindo di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan perkara Nomor 195/G/2015/PTUN Jakarta. Hasilnya pada 14 Maret 2016 gugatan tidak diterima.

7)  Pada tanggal 24 Maret 2016, Melakukan upaya Banding atas Putusan PTUN di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) perkara Nomor 139/B/2016/PTTUN.JKT, Hasilnya Pada 27 Juli 2016, Menguatkan Putusan PTUN.

8)  Pada tanggal 9 Agustus 2016, Melakukan upaya Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan sampai saat ini masih sedang berlanjut.

9)  Selanjutnya di bulan Februari 2016 melaporkan para pengguna Logo Apkomindo dengan Laporan Polisi Nomor: TBL/128/II/2016/ Bareskrim Polri

10)  Dan  tanggal 14 April 2016 melaporkan Soegiharto Santoso dan Dicky Purnawibawa dengan Laporan Polisi Nomor: LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri.

Setelah melalui proses beberapa kali  BAP di Bareskrim Polri:

11) Pada tanggal 23 September 2016,  Sdr. Dicky Purnawibawa di BAP sebagai TERSANGKA atas Laporan Polisi Nomor: LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri

12) Pada tanggal 27 September 2016,  Sdr. Soegiharto Santoso di BAP sebagai TERSANGKA atas Laporan Polisi Nomor: LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri

13)  Pada tanggal 17 November 2016,  Sdr. Soegiharto Santoso dan Sdr. Dicky Purnawibawa masing-masing memperoleh Surat Panggilan Nomor: S.Pgl/2612/XI/2016/Dittipideksus dan Surat Panggilan Nomor: S.Pgl/2613/XI/2016/Dittipideksus, untuk hadir pada tanggal 24 November 2016, dalam rangka penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU Kejaksaan Agung RI karena sudah lengkap (P21)

Kronologis penahanan Ketum Apkomindo, Hoky

Tanggal 24 November 2016,  Soegiharto Santoso dengan itikad baik dari Jakarta khusus hadir ke Kejaksaan Negeri Bantul, namun langsung ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Bantul dengan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-2067/O.4.13/Euh.2/11/2016, dengan Reg. Perkara No: PDM-92/BNTUL_Euh/11/2016 dan Reg. Tahanan No: T-79/BNTUL_Euh/11/2016 dengan masa penahanan dari tanggal 24 November 2016 sampai dengan tanggal 13 Desember 2016 di Rutan Bantul. Anehnya tanpa melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh tim Dokter sehingga tidak ada surat keterangan kesehatannya dan tidak diberi kesempatan menghubungi pengacara sama sekali.

Lalu 08 Desember 2016 Soegiharto Santoso memperoleh Surat Penetapan Nomor: 345/Pen.Pid./2016/PN.Btl (hak cipta) dari pihak Pengadilan Negeri Bantul, yang isinya “Memerintahkan penahanan terdakwa terhitung sejak tanggal 08 Desember 2016 sampai dengan tanggal 06 Januari 2017.”

Selanjutnya tanggal 15 Desember 2016,  Soegiharto Santoso mulai disidangkan di PN Bantul, Perkara Pidana Nomor: 288/Pid.Sus/2016/PN Btl.

Pada 29 Desember 2016 terdakwah Soegiharto Santoso memperoleh Surat Penetapan Nomor: 345/Pen.Pid./2016/PN.Btl. dari pihak Pengadilan Negeri Bantul, yang isinya “Memperpanjang waktu penahanan terdakwa terhitung sejak tanggal 07 Januari 2017 sampai dengan tanggal 07 Maret 2017.”

Pada tanggal 04 Januari 2017, Majelis Hakim memberikan Putusan Sela atas Perkara Pidana Nomor: 288/Pid.Sus/2016/PN Btl, dalam perkara terdakwa Soegiharto Santoso dengan Putusan: Batal Demi Hukum dan Memerintahkan supaya Terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan.

Di tanggal 23 Januari 2017, Jaksa Penuntut Umum membuat surat panggilan terdakwa Nomor: B-180/0.4.13/Es/01/2017. Dan sejak tanggal 26 Januari 2017 proses sidang di Pengadilan Negeri Bantul dengan Perkara Pidana Nomor: 3/Pid.Sus/2017/PN Btl. (Hak Cipta) dalam perkara terdakwa  Soegiharto Santoso mulai di sidangkan kembali setiap hari Kamis. (Dharma Leksana)

Artikel terkait:

BANTUL (MERAPI) – Sidang Pelanggaran Hak Cipta – Hoky Divonis Bebas
http://bit.ly/2jyQQdh

BANTUL (MERAPI) Sidang Pelanggaran Hak Cipta, Trabes Dukung Hoky Dibebaskan
http://bit.ly/2l85k4x

Dakwaan JPU Ansyori SH kepada Ir. Soegiharto Santoso 24 Nov 2016
http://bit.ly/2kTt9M5

Eksepsi Tim PH Ir. Soegiharto Santoso di PN Bantul 22 Des 2016
http://bit.ly/2ldVjFb

PN Bantul Putusan Sela (04 Jan 2017) BEBAS; Perkara Pidana No. 288-Pid.Sus- 2016-BN.Btl.pdf
Download via
: http://bit.ly/2lt5Ts3

Dakwaan JPU Ansyori SH kepada Ir. Soegiharto Santoso 12 Jan 2017
http://bit.ly/2jfYiNi

Eksepsi Tim PH Ir. Soegiharto Santoso di PN Bantul 26 Jan 2017
http://bit.ly/2ja7Fyb

Tanggapan JPU terhadap Eksepsi Tim PH Terdakwa Ir. Soegiharto Santoso 31 Jan 2017
http://bit.ly/2lg3YHg

JPU TIDAK PROFESIONAL, DAKWAAN TERHADAP KASUS PELANGGARAN HAK CIPTA SEHARUSNYA BATAL DEMI HUKUM
http://bit.ly/2jYifXI

Penahanan KETUM APKOMINDO Adalah Bentuk Kriminalisasi Penegak Hukum
http://bit.ly/2h1kcDd

Gunakan Nama dan Logo APKOMINDO Untuk Kepentingan Organisasi, ilegalkah?
http://bit.ly/2iU3x11

Ketua Umum Apkomindo Laporkan Penyelenggara Indocomtech Ke Polda Metro Jaya
http://bit.ly/2g1M6hf

Diduga Event Indocomtech Hanya Dijadikan Ajang Memperkaya Segelintir Orang Yayasan APKOMINDO
http://bit.ly/2jtLbZk

Hoky Tolak Disidang Kembali, Dianggap Surat Panggilan Menyalahi KUHAP dan Jaksa Tak Ajukan Banding
http://bit.ly/2khA5DG

Majalah Gatra Artikel arsip GATRA:
http://arsip.gatra.com/1471-02-08/majalah/artikel.php?pil=23&id=163549

KETUM APKOMNDO BEBAS, DAKWAAN JPU BATAL DEMI HUKUM
http://bit.ly/2iM5MHS

Hakim Bebaskan Ketum Apkomindo
http://bit.ly/2jhJ0DX

Ketum APKOMINDO Layak Bebas
http://bit.ly/2j4GJ1a

(MERAPI) – Sidang Sengketa Logo APKOMINDO – PN Bantul Tak Berwenang Mengadili
http://bit.ly/2jJH2iW

Obscuur Libel, Dakwaan JPU Terhadap Hoky Harus Dihentikan
http://bit.ly/2jVVukK

Perjuangan Hoky Didukung Seluruh Anggota Dan Pengurus Apkomindo dharmaleksana.blogdetik.com
http://bit.ly/2kSud6Y

Penahanan Ketua Apkomindo Dinilai Cacat Hukum, Hoky Harus Dibebaskan
http://bit.ly/2krIpmZ

KILAS BALIK SINGKAT TENTANG SEJARAH INDOCOMTECH
http://bit.ly/1OWOdOi

Bola Panas Apkomindo Meledak Di Indocomtech 2011
http://bit.ly/1QcZAm6

Kurang Jelas, Dasar Hukum Penetapan Tersangka terhadap Ketum Apkomindo, Ir. Soegiharto Santoso
http://bit.ly/2dkotyT

Kisruh Apkomindo berujung hingga ke Mabes Polri
http://bit.ly/2d2ovsl

Ketum APKOMINDO Akan Melaporkan Balik Tudingan Atas Pelanggaran Hak Cipta
http://bit.ly/2cnLlJO

Ketum APKOMINDO Lapor Balik Soal Tuduhan Pelanggaran Hak Cipta Oleh Seniornya
http://bit.ly/2cNyZgb

Ketum Apkomindo Soegiharto Santoso (Hoky) Ditersangkakan karena Pakai Logo Apkomindo
http://bit.ly/2cvfyZC

Ketua Umum APKOMINDO Dilaporkan Atas Logo Organisasi
http://ijn.co.id/?p=14243

Mabes Polri Gandeng Media Online
http://bit.ly/2clRTJi

Polri Sosialisasikan 11 Program Utama “Promoter”
http://bit.ly/2cd9JjG

__._,_.___

View attachments on the web


Posted by: "Mr. Hoky / Soegiharto Santoso" <hoky@cbn.net.id&gt;


Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (2)

Check out the automatic photo album with 30 photo(s) from this topic.
Untitled Untitled Untitled Untitled Untitled

Have you tried the highest rated email app?

With 4.5 stars in iTunes, the Yahoo Mail app is the highest rated email app on the market. What are you waiting for? Now you can access all your inboxes (Gmail, Outlook, AOL and more) in one place. Never delete an email again with 1000GB of free cloud storage.


———————————————————————-
Mailing List Anggota MASTEL
Dilarang menggunakan kata kasar, mengandung SARA, memfitnah,
bersifat menghasut,spamming,junk mail.
Semua attachment harus mendapat ijin dari Owner atau Moderator.

Owner : mastel@mastel.or.id
Moderator: info@mastel.or.id
Untuk mengirim pesan:
MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com
Untuk berhenti dari milis kirimkan imel kosong ke:
MASTEL-ANGGOTA-unsubscribe@yahoogroups.com

Sekretariat Mastel
Jl. Tambak Raya No.61 Pegangsaan
Jakarta Pusat 10320

Tlp 021-31908806
Fax 021-31908812
email info@mastel.id/info@mastel.or.id
https://www.mastel.id
———————————————————————-

.


__,_._,___