[MASTEL-ANGGOTA] Satelit Orbit Rendah (LEO), 5G, VSAT untuk Tol Maritim

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads
 

Satelit Orbit Rendah (LEO), 5G, VSAT untuk Tol Maritim

Rekan2 yang baik,

Baik diketahui bahwa susunan ulasan edisi di bawah ini, mudah ditangkap.
Para pemegang keputusan, decision makers, dan kurang memiliki waktu, dapat mengetahui secara sekilas isi edisi ini, dengan mengikuti Abstrak atau Ringkasan dari setiap rubrik.

Di bawah ini tautan majalah Satellite Evolution edisi Maret/April’17 menampilkan segi menentukan dari persatelitan masa depan, termasuk a.l. Satelit Bergerak LEO (Satelit Orbit Rendah), menggunakan Satelit2 Nano (Nano satellites) yang bermanfaat untuk pesawat genggam kecil dibandingkan menggunakan Satelit Geostasioner, dan perkembangan teknologi 5G.
Why LEO satellites are key for telecom operators in search of growth

Apabila Swiss saja yang bukan negara kepulauan maupun negara satelit, sudah menandatangani kerjasama dengan satelit Arab Thuraya, sebagaimana diulas dalam edisi ini, maka Indonesia yang menjadi pasar terbesar akses satelit, tentunya harus mikir, bahwa kita tidak bisa hanya disodori layanan canggih, melainkan harus cepat-cepat mengeratkan ikat pinggang dan meraih semua kesempatan (options) persatelitan dan tidak puas dengan yang telah ada.
Seorang pejabat BRI-Sat, mengatakan saat mau diluncurkannya satelit mereka, mengatakan kepada saya bahwa awal dan salah satu alasan diluncurkannya BRI-Sat, karena fasititas2 jangkauan dan jenis layanan (features) yang disediakan operator yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan PerBankan seperti BRI.
Kita sering cepat puas dengan statusquo yang telah dicapai, dan tidak terus meneliti dan meraih peluang2 yang lebih tinggi dan lebih besar. Organisasi satelit SES yang berpangkal di negeri kecil Belgia dibandingkan Indonesia merambah seluruh dunia, seraya Indonesia yang begitu besar segalanya, kecuali ambisi, lebih terpusat pada jangkauan nasionalnya, bahkan negara2 tetangga kita seperti Philipina dan Thailand, yang dahulu pada awal diluncurkannya satelit PALAPA, begitu bangga dapat menyewa satu atau lebih Transponder dari Indonesia saat itu. Sekarang?

https://www.dropbox.com/s/tf9005grrmka2m0/March-April%2717%2C%20Digital%20Issue.pdf?dl=0

Tentunya kita mengharapkan Indonesia dapat secepat mungkin memanfaatkan satelit LEO sehingga dapat ikut mendukung  pemerataan jangkauan pitalebar (broadband) ke pedesaan dan daerah2 terpencil yang mutlak perlu untuk Internet yang nyaman, apabila jaringan terestrial pitalebar belum dapat terjangkau atau masih terbatas.
Ada baiknya kita berinisiatif dan berendah hati mengajak kerjasama dengan negara berkembang yang telah lebih maju seperti Brazil, India, dll. Mereka lebih kooperatif dibandingkan negara2 maju yang merasa lebih superior dan jarang mau berdiri sama tinggi.

Teknologi 5G tetap harus kita kuasai pengembangannya secara pelan dan pasti, sambil menunggu jaringan pitalebar dapat mendukungnya merata secara nasional. Seorang Ahli TIK, Latif Gau, yang memiliki perusahaan terkenal Abyor Europe, BV, di Pusat Penelitian Belanda, yaitu Lembah Silikon Belanda, High Tech Campus Eindhoven (HTCE), menyarankan agar Indonesia mulai pengembangan teknologi 5G dimulai Aplikasi IoT dll, dan tidak dari penelitian dasar, dengan kerjasam Ahli dan perusahaan LN lain. Instansi dan pemangku kepentingan energi listrik terbarukan, khususnya energi listrik yang dihasilkan pergerakan air laut yang sangat potensial.

Dengan terbatasnya pita frekuensi, maka pengembangan modulator satelit (VYPER 3000) yang dapat memuat 4 masukan atau arus sinyal menggunakan satu pembawa (carrier). 

Indonesia berketetapan membangun Jalur Tol Maritim, dan ada baiknya kita menelaah sampai seberapa jauh VSAT Maritim dapat dikembangkan untuk mendukung Jalur Tol Maritim, untuk transaksi cepat menentukan sebelum kapal sampai di pelabuhan, atau komunikasi selama perjalanan berhari-hari, dan bahkan kenyamanan bagi penumpangnya, sehingga makin banyak dipakai.
A pioneer of maritime VSATdan  “Understanding and delivering Internet access at sea

Ini beberapa ulasan yang saya tangkap dengan kemampuan saya yang serba terbatas, dan alangkah baiknya diraih dengan lebih baik oleh ahli-ahli kita yang mumpuni dan lebih muda, walaupun saya masih muda -:)

Salam,
APhD

__._,_.___

Posted by: Arnold Djiwatampu <arnold@tt-tel.com&gt;


Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Have you tried the highest rated email app?

With 4.5 stars in iTunes, the Yahoo Mail app is the highest rated email app on the market. What are you waiting for? Now you can access all your inboxes (Gmail, Outlook, AOL and more) in one place. Never delete an email again with 1000GB of free cloud storage.


———————————————————————-
Mailing List Anggota MASTEL
Dilarang menggunakan kata kasar, mengandung SARA, memfitnah,
bersifat menghasut,spamming,junk mail.
Semua attachment harus mendapat ijin dari Owner atau Moderator.
Syarat dan Ketentuan Milis Mastel:
1. Bahwa segala hal yang disampaikan di milis anggota adalah bersifat publik.
2. Penyelenggara milis tidak bertanggung jawab atas isi milis yang dikirimkan oleh individu anggota.
3. Selama menjadi anggota milis Mastel, seluruh anggota milis wajib mengikuti dan tunduk pada seluruh syarat dan ketentuan milis Anggota Mastel yang berlaku.
4. Syarat dan ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu sebagaimana kebijakan dari pengurus Mastel.

Owner : mastel@mastel.or.id
Moderator: info@mastel.or.id
Untuk mengirim pesan:
MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com
Untuk berhenti dari milis kirimkan imel kosong ke:
MASTEL-ANGGOTA-unsubscribe@yahoogroups.com

Sekretariat Mastel
Jl. Tambak Raya No.61 Pegangsaan
Jakarta Pusat 10320

Tlp 021-31908806
Fax 021-31908812
email info@mastel.id/info@mastel.or.id
https://www.mastel.id
———————————————————————-

.


__,_._,___