Sebelum Viral Anak 14 Tahun Ini yang Temukan Bug di Apple FaceTime

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Grant Thompson, usia empat belas tahun baru saja mencoba bermain video game dengan teman-teman ketika libur sekolah, tetapi dia malah menemukan bug di aplikasi FaceTime Apple yang dapat mengubah iPhone menjadi perangkat penyadap.

Pada hari Senin, lebih dari seminggu kemudian, Apple (AAPL) menonaktifkan fitur Grup di FaceTime setelah pengguna lain mendeteksi bug tersebut dan memposting video bug di media sosial.

Apple mengatakan kepada CNN bahwa mereka telah mengidentifikasi perbaikan untuk masalah tersebut dan merencanakan untuk meluncurkan pembaruan peranti lunak akhir pekan ini.

Selama sembilan hari setelah Grant menemukan bug dan Apple telah mengumumkannya secara terbuka, ibu Grant, Michele Thompson, mengatakan dia telah mencoba segala cara yang dia bisa pikirkan untuk menghubungi Apple.

Dia mengirim email, menelepon, tweet di CEO Tim Cook dan bahkan mengirimkan surat melalui faks dengan menggunakan kop surat firma hukumnya. Dia ingin memastikan Apple memperbaiki masalah tersebut sebelum jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

Pada tanggal 20 Januari, dia memposting tentang masalah tersebut di Facebook dan Twitter: “Anak saya telah menemukan kelemahan keamanan utama di iOS baru Apple. Dia dapat mendengarkan iPhone / iPad pengguna lain tanpa persetujuan dari pengguna tersebut. Saya punya video. Laporan bug yang dikirim ke @AppleSupport menunggu balasan. Ini benar-benar menakutkan! ”

Dia juga berhati-hati untuk tidak membagikan terlalu banyak detail di media sosial, sehingga orang lain tidak mengetahui cara memanfaatkan bug tersebut kembali.

Pada hari Jumat, ibu Grant mengirim email berupa laporan bug dan video ke perwakilan di divisi Keamanan Produk Apple. Namun, ia belum mendengar kabar kembali hingga akhirnya penemuan bug itu viral di media sosial.

Bug itu ditemukan oleh Grant ketika melakukan FaceTimed dengan seorang temannya yang tidak mengangkat panggilan. Selanjutnya, Grant pun menyapu iPhone-nya untuk menambahkan teman ke obrolan Grup, fitur yang sebelumnya tersedia pada iPhone dan iPad yang menggunakan iOS 12.1, dan komputer Apple yang menjalankan macOS Mojave.

Grant menyadari bahwa dia dapat mendengar segala sesuatu yang datang melalui iPhone teman pertamanya, walaupun temannya itu tidak menjawab panggilan. Bahkan menurut beberapa pengguna, dalam beberapa kasus bug tersebut bahkan dapat mengakses kamera penerima.

Setelah mendeteksi bug tersebut, Grant memberi tahu ibunya bahwa ia berharap mendapatkan MacBook Pro, iPhone X, dan beberapa AirPod sebagai hadiah karena menemukan bug itu. Walaupun ibunya menjelaskan mereka melaporkan masalah ini tidak berharap mendapatkan imbalan, paling tidak Apple bisa mengakui putranya.

Seperti kebanyakan perusahaan teknologi, Apple memiliki program penghargaan untuk penemuan bug dengan menawarkan imbalan finansial. Program yang diluncurkan pada 2016 tersebut hingga saat in telah membayar sebesar 200.000 dolar untuk pendeteksian bug, tetapi beberapa perusahaan pihak ketiga akan membeikan tawaran lebih tinggi.

Hingga saat ini Apple belum memberikan tanggapan atas komentar mengenai laporan bug dari Grant dan juga pengguna lain yang menemukan adanya bug tersebut.(hh)