Google Berlakukan Larangan Iklan Cryptocurrency, Harga Bitcoin Merosot

logo huawei

Alphabet Inc (GOOGL.O) Google akan memberlakukan larangan untuk iklan cryptocurrency. Hal tersebut disampaikannya pada hari Rabu. Larangan diberlakukan karena timbulnya kekhawatiran karena maraknya penipuan.

Seperti dilansir dari Reuters, tindakan Google melarang adanya iklan terkait cryptocurrency akan mulai diberlakukan pada bulan Juni. Langkah serupa telah diambil oleh Facebook pada awal tahun ini. Adanya pengumuman larangan ini membuat cryptocurrency yang paling terkenal bitcoin, turun lebih dari 10 persen ke titik terendahnya bulan ini.

Timbulnya minat terhadap cryptocurrency yang terus meningkat telah mengalami lonjakan tertingginya tahun lalu karena harganya yang meroket. Adanya pertumbuhan tersebut melahirkan iklan online yang digunakan oleh ratusan perusahaan dalam rangka upaya mengumpulkan dana dengan meluncurkan cryptocurrency baru atau mendorong orang untuk menggunakan cryptocurrency.

Di bawah kebijakan baru tersebut, Google mengatakan akan melarang iklan dan konten terkait penawaran cryptocurrency yang baru, pertukaran dan dompet cryptocurrency, serta iklan yang memberikan saran – saran terkait pertukaran dan perdagangan cryptocurrency.

Pada bulan Januari, Facebook Inc (FB.O) telah mengatakan akan melarang iklan yang mempromosikan produk dan layanan keuangan terkait dengan cryptocurrency dan penawaran cryptocurrency yang baru karena adanya risiko bagi para penggunanya.

Pembuat kebijakan di seluruh dunia telah memperingatkan konsumen tentang risiko berinvestasi di pasar cryptocurrency. Namun, perusahaan – perusahaan internet memberlakukan larangan langsung karena mereka khawatir saat ini tidak ada perlindungan yang kuat bagi para konsumennya.

“Jika entitas seperti Google tidak merasa nyaman dengan adanya cryptocurrency, maka dengan tidak mempromosikannya adalah merupakan langkah yang benar,” kata Chris Keshian, chief executive $APEX Token Fund.
Sementara itu, CEO Coinbase di Inggris, yang merupakan salah satu bursa bitcoin terbesar, mengatakan bahwa keputusan Google merupakan perkembangan positif yang tidak akan mengurangi permintaan, meskipun ia menilai larangan tersebut terlalu luas.

“Pelarangan yang dilakukan Google mungkin terlalu luas. Seharusnya bisa dipersempit lagi ke perusahaan yang mengajukan cryptocurrencies sebagai investasi yang menjanjikan keuntungan,” jelas Zeeshan Feroz kepada Reuters.

Harga bitcoin yang diperdagangkan di bursa Bitstamp yang berbasis Luksemburg BTC = BTSP turun hampir 10 persen menjadi 8,201 dolar, ini merupakan harga terendah sejak 12 Februari. Terakhir sempat turun di 8,7 persen pada 8.337,51 dolar. Selain Bitcoin, sejumlah Cryptocurrencies besar lainnya juga jatuh pada hari Rabu. Bitcoin telah kehilangan sekitar 40 persen nilainya pada 2018 setelah meroket lebih dari 1.300 persen tahun lalu.

Dalam sebuah postingan blog terpisah, Google mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan sebanyak 3,2 miliar iklan yang telah melanggar kebijakan periklanannya pada tahun 2017, jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari jumlah iklan yang dihapusnya pada tahun 2016.(hh)

Sumber