Facebook Kembangkan Sensor Otak Yang Mampu Baca Pikiran

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

San Jose – Pada acara Tahunan Pengembang Facebook yang diadakan di San Jose, California tahun ini. Facebook mengungkap pengembangan teknologi yang nantinya memungkinkan kita mengontrol komputer menggunakan otak.

Seperti dilansir dari BBC.com, dikatakan mengenai adanya pengembangan sebuah aplikasi ‘tanpa suara’ yang bisa digunakan oleh seseorang untuk mengetik dengan kecepatan 100 kata per menit.

Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap awal. Nantinya diperlukan sebuah teknologi yang bisa mendeteksi gelombang otak tanpa diperlukan adanya operasi.

“Kita tidak membicarakan mengenai cara menguraikan pikiran acak anda,” ujar Regina Dugan, Kepala Penelitan Perangkat Keras Facebook, seperti dikutip dari BBC.com.

“Anda tentunya memiliki banyak hal yang dipikirkan, anda bisa memilih yang mana yang ingin dibagikan,” imbuhya.

“Pikiran yang dibagikan itulah nanti kata-katanya yang akan diuraikan. Sebuah antar muka disediakan dengan kecepatan dan keluwesan seperti suara”, jelasnya.

Facebook juga berniat untuk membuat perangkat keras dan lunak untuk mencapai tujuannya tersebut. Selain itu, mereka juga telah menyiapkan sebuah tim yang terdiri dari 60 ilmuwan dan juga akademisi untuk bekerja di dalam proyek itu.

Di halaman Facebooknya, Mark Zuckerberg mengatakan,”Otak kita menghasilkan cukup data untuk melakukan streaming empat film definisi tinggi setiap detiknya.”

“Permasalahannya adalah untuk mengeluarkan informasi tersebut hanya bisa ditransfer seperti menggunakan modem pada tahun 1980,” tambahnya.

“Saat ini kami tengah mengembangkan sebuah sistem yang nantinya memungkinkan kita untuk mengetik langsung dari otak dengan kecepatan lima kali lipat ketika kita mengetik secara manual pada ponsel sekarang,” jelas Zuckerberg.

“Pada akhirnya, kami ingin membuatnya menjadi sebuah teknologi yang dapat dipakai dan diproduksi secara massal. Walaupun itu sekedar ya atau tidak dengan menggunakan otak, itupun sudah membuat semuanya menjadi terasa lebih alami,” lanjutnya.

“Apa yang kami lakukan saat ini merupakan tahap awal. Nantinya teknologinya harus lebih canggih sebelum kita dapat membagikan secara murni pikiran dan perasaan kita,” pungkasnya.

Ide lainnya yang ada di otak para pengembang di konfrensi tersebut adalah bagaimana caranya agar seseorang dapat mendengarkan melalui kulit mereka. Sistem ini sama seperti Braille yang menggunakan penekanan pada titik-titik dalam menyampaikan informasi.

Dengan adanya pengumuman-pengumuman itu, Facebook sepertinya membayangkan sebuah teknologi yang sangat canggih, dimana saat memang memungkinkan. Untuk memperoleh teknologi pengontrolan dengan menggunakan otak, saat ini diperlukan penanaman sebuah ‘chip’ pada otak. Dimana sebelumnya hal inilah yang ingin dihindari pada penjelasan yang disampaikan oleh Regina Dugan.

Disamping itu saat ini telah tersedia teknologi pengontrolan menggunakan otak dengan cara eksternal di pasaran, tapi masih sangat sederhana. Misalnya saja seperti teknologi Electroencephalogram yang dikenal dengan EEG, teknologi ini mampu memantau gerakan listrik di otak, tetap sistemnya masih sangat mendasar. Jadi baru bisa menghasilkan output yang terstruktur seperti memindahkan sebuah titik ke atas atau kebawah pada layar komputer.(hh)