Tahun 2017 Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Capai 143.26 juta

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) telah merilis hasil Survey Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017. Peluncuran hasil survey diadakan di Hard Rock Caffe, Jakarta Selatan, pada tanggal 19 Februari 2018.

Survey tersebut terlaksana berkat adanya kerja sama APJII dan Teknopreneur Indonesia. Ketua Umum APJII, Jamalul Izza mengatakan bahwa survey yang rutin diadakan oleh APJII setiap tahun ini telah menjadi referensi masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu hasil dari survey ini selalu ditunggu.

“Ini adalah hasil survei yang telah kita tunggu-tunggu. Secara umum hasil tahun ini tidak jauh berbeda degan tahun lalu. Kita berharap selain menjadi acuan di dalam negeri, hasil survei yang dilakukan oleh APJII ini juga menjadi acuan survey dunia internasional,” ujar Jamal seperti dikutip dari Teknopreneur.

Pada hasil survey tersebut terlihat lebih dari setengah penduduk Indonesia sekarang telah terkoneksi ke internet. Jadi pada tahun 2017 menurut hasil survey ada sekitar 143.26 juta penduduk Indonesia sudah terkoneksi ke internet. Sementara jumlah total penduduk di Indonesia ada sebanyak 262 jut orang.

Dengan adanya hasil survey tersebut, terlihat juga indikasi adanya kenaikan pegguna internet sebesar 7.96 persen. Jika dibandingkan hasil survey yang dilakukan APJII pada tahun 2016 jumlah pengguna internet di Indonesia ada sebanyak 132 juta pengguna.

Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono, adanya penetrasi penggunaan internet di Indonesia tersebut cukup bagus, khususnya untuk wilayah urban.

“Penetrasi pada wilayah urban, sudah sangat bagus. Namun yang perlu menjadi perhatian ialah pada karakter wilayah rural. Hal ini disebabkan oleh minimnya infrastruktur yang mendukung untuk penggunaan internet pada masyarakat di wilayah rural,” jelasnya.

Apabila ditinjau berdasarkan wilayah, terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara wilayah urban dengan wilayah rural. Dalam hal ini, Jawa masih mendominasi pemakaian internet sebagai wilayah urban secara nasional.

Jumlah pengguna internet di Jawa saja mencapai 58.08 persen dari jumlah total pengguna internet di Indonesia. Hal ini dapat dilihat juga dari angka penetrasinya yang tumbuh hingga 57.70 persen. Baru setelah itu Sumatera dengan jumlah pengguna internet 19.09 persen dengan penetrasi 47.20 persen.

Selanjutnya di wilayah Kalimantan, pengguna internet di wilayah ini ada sebanyak 7.97 persen dari jumlah nasional dengan penetrasi sebesar 72.19 persen. Sementara Sulawesi 6.73 persen, dengan penetrasi 46.70 persen. Disusul Bali – Nusa 5.63 persen dengan penetrasi 54.23 persen, dan yang terakhir adalah Maluku-Papua sebesar 2.49 persen dengan penetrasi 41.98 persen.

Survei dilakukan dengan tatap muka menggunakan metode multistep random sampling atau bertahap. Sample diambil dari enam wilayah terbesar yaitu besar Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua. Kemudian disetiap wilayah dipecah menjadi tiga kategori yaitu Urban, Rural-Urban, dan Rural.

Survey Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017 memang sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh APJII sejak beberapa tahun yang lalu. Ketua Umum APJII, Jamalul Izza juga mengatakan survei ini akan dilakukan terus oleh APJII, sehingga hasilnya dapat digunakan berbagai pihak sebagai bahan referensi.(hh)

Sumber