5 Cara Menggunakan AI Dalam Strategi Bisnis Sosial Media

logo huawei

Kecerdasan buatan telah membuka segudang peluang di hampir setiap bidang, dan media sosial tidak berbeda. Dalam ekosistem platform media sosial yang terus berkembang ini, menjadi sangat menantang bagi merek untuk mengumpulkan data otentik dan membangun kampanye kreatif yang akan menarik audiens target mereka ke layanan mereka.

Baru-baru ini, industri telah menyaksikan inisiatif transformasi digital massal dengan adopsi AI dan pembelajaran mesin untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Teknologi ini berpotensi mengubah cara merek memasarkan di seluruh platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Menurut analyticsinsight.net, AI memungkinkan pemasar media sosial untuk mengenal audiens mereka dan memahami preferensi mereka, juga memungkinkan mereka untuk menargetkan iklan mereka dengan cara yang lebih baik serta membuat tren, konten kreatif.

Berikut adalah 5 Cara Menggunakan AI Dalam Strategi Bisnis Sosial Media:

  1. Mencapai Kecerdasan Pelanggan yang Ditingkatkan
    Langkah pertama untuk mempromosikan layanan atau produk adalah untuk mengetahui bagaimana memahami latar belakang pelanggan, kebutuhan dan keinginan mereka, dan apa yang sebenarnya mereka cari. Kombinasi AI dan pembelajaran mesin dapat membantu para pemimpin mengumpulkan data penting tersebut dan mendapatkan hasil yang lebih akurat untuk membangun kampanye media sosial mereka.
  2. Pembuatan dan Penargetan Konten
    AI dapat membantu bisnis membuat konten inovatif untuk media sosial dan juga membantu mereka mengelola distribusi dan penargetan dengan cara yang efektif. Periklanan dan pemasaran yang profesional dapat menggunakan berbagai alat berbasis AI untuk mengenali konten dan menghasilkan posting media sosial yang relevan untuk audiens.
  3. Menyempurnakan Strategi Konten Visual
    Ini adalah fakta yang diketahui bahwa menggunakan lebih banyak video dan gambar dalam kampanye atau posting media sosial akan menarik lebih banyak audiens daripada yang biasa. Oleh karena itu, pemasar dapat menggunakan kecerdasan visual yang dihasilkan oleh alat pemasaran AI, menganalisis tren, dan membuat konten dengan konversi yang lebih baik. Mereka juga dapat mengisi konten mereka berdasarkan data akurat yang dikumpulkan dan memaksimalkan keterlibatan, jangkauan, dan pertumbuhan merek mereka di media sosial.
  4. Otomatisasi dalam Manajemen Media Sosial
    Startup dan sebagian besar bisnis modern umumnya bergantung pada platform media sosial untuk meningkatkan visibilitas merek mereka dan menciptakan kesadaran tentang produk dan layanan mereka. Jadi, pemasar harus selalu mengingat tren dan pembaruan terbaru yang mereka terima di setiap platform sambil secara konsisten memposting konten berkualitas baik. Meskipun hal ini terkadang menjadi tantangan, integrasi alat manajemen media sosial berbasis AI dapat mengotomatiskan tugas ini dan juga meningkatkan pengaruhnya dengan berupaya menyoroti kreativitas merek.
  5. Menggunakan Analisis Pesaing dan Mendengarkan Sosial
    Mungkin tidak selalu cukup untuk memahami siapa pesaing sebenarnya. Jadi, untuk mendapatkan keunggulan atas pesaing, pemasar dapat menggunakan AI untuk menganalisis strategi media sosial, memeriksa apa yang dilakukan pesaing, mencari tahu bagaimana melakukannya lebih baik daripada mereka. Perusahaan juga dapat menghindari bahaya yang dihadapi pesaing mereka dengan menganalisis kesalahan pemasaran konten ini.(ra/hh)
%d bloggers like this: