6 April Semua Sistem Vital di Dunia Akan Berhenti Berfungsi

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sistem vital di seluruh dunia akan berhenti berfungsi pada tanggal 6 April akibat adanya kesalahan pada sistem GPS, kasus ini mirip dengan Y2K atau yang lebih dikenal dengan Milenium Bug.

Seperti dilansir dari Devon Live, adanya kesalahan itu dapat berdampak pada sistem navigasi mobil, kapal dan pesawat terbang serta akan mempengaruhi pasar keuangan, perusahaan pembangkit listrik, layanan darurat dan sistem kontrol industri.

Bahkan Bill Malik, wakil presiden perusahaan keamanan siber Trend Micro, mengatakan bahwa ia tidak akan berpergian dengan pesawat terbang pada tanggal 6 April.

Permasalahannya ada pada sistem komputer satelit GPS yang memiliki nilai maksimum 1024 untuk mewakili minggu. Setelah 1024 minggu berlalu (atau 19 tahun, 7 bulan, dan 2 minggu), angka tersebut akan kembali ke nol, sehingga berpotensi menyebabkan perangkat-perangkat tua yang menggunakan teknologi pemetaan satelit akan mengalami masalah.

Hal ini pernah terjadi sebelumnya pada tanggal 21 Agustus 1999 dan tidak ada yang memperkirakan akan terjadi lagi. Tetapi Malik memperingatkan bahwa efeknya mungkin semakin meluas saat ini, karena begitu banyak sistem yang telah mengintegrasikan GPS ke dalam operasi mereka.

“Bongkar muat kontainter di Pelabuhan dilakukan secara otomatis dan sistem GPS yang digunakan untuk memandu crane. Sistem keselamatan publik juga menggabungkan sistem GPS, seperti halnya sistem pemantauan lalu lintas untuk jembatan,” jelasnya kepada Tom Guide.

Pemerintah Amerika telah memperingatkan para pelaku bisnis mengenai risikonya apabila masih menggunakan sistem lama dan mendesak mereka untuk segera memperbarui teknologi mereka, tetapi hanya sebagian kecil saja yang dianggap telah melakukannya.

Phil Witting, pemilik perusahaan GPS FalTech mengatakan bahwa beberapa perangkat GPS tidak akan mampu mengatasi bug tersebut, dan mungkin akan berhenti berfungsi pada 6 April.

“Perangkat pelacakan GPS yang dipasang dalam sistem manajemen armada untuk menjadwalkan dan memantau pengiriman dapat menyebabkan kesalahan sistem jika mereka mulai memberikan data lokasi yang berpotensi kadaluwarsa hingga 20 tahun,” katanya dalam sebuah tulisan blog.

Ia juga menambahkan bahwa ada program pembaharuan yang tengah berlangsung untuk meningkatkan kinerja GPS secara keseluruhan, dan sebagian besar perusahaan akan siap untuk menghadapi masalah ini.

“Karena ini adalah kasus kedua dimana rollover GPS akan terjadi, banyak produsen akan menyadarinya, sehingga mereka melakukan pembaharuan pada sistem GPS mereka, yang akan mampu melewati tanggal rollover tanpa masalah,” kata Witting.

Masalah dapat terjadi jika alat penerima telah beroperasi selama lebih dari 10-15 tahun tanpa adanya pembaruan firmware, atau merupakan bagian dari sistem pengaturan waktu yang kritis.(hh)