Instagram baru saja meluncurkan pembaruan kecil namun berguna yang sudah lama dinantikan oleh banyak orang: Anda akhirnya bisa mengedit komentar Anda.
Menurut techcrunch.com, platform tersebut mengumumkan pada hari Kamis bahwa pengguna kini memiliki opsi untuk mengedit komentar, yang merupakan solusi yang sudah lama ditunggu-tunggu bagi siapa pun yang pernah harus menghapus dan memposting ulang komentar hanya untuk memperbaiki kesalahan ketik. Namun, ada syaratnya. Anda hanya memiliki jendela waktu 15 menit setelah memposting untuk melakukan perubahan. Namun, dalam 15 menit tersebut, Anda dapat mengedit komentar Anda sebanyak yang Anda inginkan.
Setelah Anda mengedit komentar, orang lain akan dapat melihat bahwa komentar tersebut telah diedit, tetapi mereka tidak akan melihat apa yang tertulis sebelumnya. Hal ini berbeda dengan beberapa aplikasi lain, seperti iMessage, di mana Anda sebenarnya dapat melihat riwayat pengeditan.
Ada juga batasan lain yang perlu diperhatikan: Hanya teks yang dapat diedit. Jadi, jika komentar Anda berisi teks dan foto, Anda dapat memperbaiki kata-katanya, tetapi gambar itu sendiri tetap seperti semula.
Meskipun pembaruan ini mungkin tampak kecil, hal ini mencerminkan upaya yang lebih luas dari Instagram untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan mengatasi keluhan yang sudah lama ada. Dan meskipun fitur ini baru saja diumumkan secara resmi, beberapa pengguna sudah menemukannya dalam tahap pengujian. Berbagai laporan selama beberapa minggu terakhir telah bermunculan, menunjukkan bahwa Instagram diam-diam sedang menguji fitur ini. Reaksi di dunia maya sebagian besar positif, dengan seseorang mengatakan,“Sudah saatnya,” dan yang lain bercanda, “Tidak tahu mengapa butuh waktu 73 tahun, tapi saya senang.”
Pada hari yang sama dengan pengumuman tersebut, Instagram juga membagikan informasi terbaru mengenai pembatasan jenis konten tertentu untuk akun remaja berdasarkan peringkat film 13+. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak platform tersebut terhadap pengguna muda.
Bulan lalu, Meta mengalami dua kekalahan hukum besar: satu di New Mexico, di mana pengadilan menyatakan perusahaan bertanggung jawab atas ancaman terhadap keselamatan anak-anak, dan satu lagi di Los Angeles, di mana juri memutuskan bahwa Meta merancang aplikasinya agar membuat anak-anak dan remaja kecanduan, sehingga merugikan kesehatan mental mereka. Dan itu belum semuanya. Ribuan kasus masih menunggu keputusan, dengan 40 jaksa agung negara bagian saat ini mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan tersebut.
