Amerika Dorong Industri Teknologi dan Telekomunikasi Lokal Untuk Kembangkan Perangkat 5G

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal pemerintahan Trump sedang mencoba untuk mempercepat upaya untuk memutuskan hubungan dengan raksasa teknologi Tiongkok Huawei. Untuk itu mereka mendorong perusahaan teknologi dan telekomunikasi lokal untuk membuat perangkat 5G sendiri dan juga menciptakan standar umum.

Seperti kita telah ketahui, Huawei adalah penyedia perangkat telekomunikasi terkemuka di dunia, dan produk-produknya merupakan yang terbaik di kelasnya. Perangkat mereka telah digunakan oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi besar yang digunakan pada menara BTS, smartphone dan perangkat komunikasi lainnya.

Larry Kudlow, salah seorang penasihat ekonomi Gedung Putih mengatakan pada WSJ bahwa tujuannya adalah untuk memiliki semua arsitektur dan infrastruktur 5G di Amerika yang dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan Amerika. Sejak Presiden Donald Trump menjabat pada awal 2017, Gedung Putih telah membidik industri teknologi asal Tiongkok baik itu menyangkut masalah keamanan maupun perjanjian perdagangan.

Gedung Putih sedang mengajak perusahaan seperti Dell dan Microsoft untuk membangun bisnis perangkat 5G. Bahkan pada awal bulan ini, anggota parlemen Amerika juga tengah menyusun rancangan undang-undang untuk mendorong pemerintah federal untuk menciptakan dana 1 miliar dolar lebih untuk membantu mengembangkan teknologi yang diperlukan, sehingga dapat mengeluarkan Huawei dari pasar domestik dan luar negeri Amerika.

Amerika juga berharap perusahaan-perusahaan asal Norwegia yang telah memiliki ikatan jangka panjang dengan Silicon Valley seperti Ericsson dan Nokia dapat mendukung tujuan mereka dalam mengembangkan perangkat 5G tersebut.

Namun, di Eropa situasinya lebih rumit, di mana teknologi Huawei telah menjadi tulang punggung dari banyak infrastruktur jaringan seluler. Pekan lalu, pemerintah Inggris menentang permintaan Amerika pada sekutunya di Barat untuk tidak menggunakan teknologi Huawei.

Inggris berusaha mengurangi risiko dengan membatasi vendor seperti Huawei hingga 35 persen untuk pangsa pasarnya. Akibatnya, perusahaan telekomunikasi Inggris Vodafone hari ini mengumumkan akan mengganti beberapa perangkat Huawei dengan yang sesuai pedoman.

Namun proses mengeluarkan industri dan teknologi asal Tiongkok sebesar Huawei terbukti sulit bagi pemerintah di seluruh dunia, dan terutama Amerika. Karena Huawei sudah bertahun-tahun membangun infrastruktur yang diperlukan untuk 5G.

Perusahaan Amerika tidak hanya harus menyetujui standar umum, tetapi juga harus membangun perangkat keras yang sebanding dan menyebarkannya sedemikian rupa sehingga jaringan 5G dapat terimplementasi. landasan nasional dalam kerangka waktu perusahaan seperti AT&T dan Verizon tetap menjanjikan.

Kepala sistem keamanan Huawei di Amerika Andy Purdy mengakatakan jika Amerika menginginkan perangkat keras dan perangkat lunak 5G yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika atau Eropa, maka pemerintah Amerika harus mendorong perusahaan untuk memulai negosiasi dengan Huawei untuk melisensikan teknologi 5G milik Huawei.

Purdy juga mengatakan bahwa kekayaan intelektual Huawei merupakan bagian integral dari penyebaran cepat 5G, produk gabungan akan hadir satu atau dua tahun di belakang produk-produk Huawei yang sebanding dalam hal fungsionalitas dan jaminannya.(hh)