Arus Data Bebas Bantu Tingkatkan Pertumbuhan Ecommerce

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) bekerja sama dengan US ASEAN Business Council pada hari Selasa (6/12/2016) telah menyelenggarakan Focus Group Discussion on Digital Economy dan peluncuran laporan yang berjudul “Advancing the AEC, Digital Economy & Free Flow of Data”, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.

Hadir pada forum diskusi tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Nina Hachigan, US Ambassador untuk negara-negara ASEAN, Alexander Feldman, President & CEO, US ASEAN Business Council, Jeff Pirie, AEC Leader for Southeast Asia & Singapore, Deloitte, serta para Anggota MASTEL serta mitra dari lingkungan pemerintah, asosiasi dan swasta.

Didalam sambutannya Ketua Umum MASTEL, Kristiono, menyampaikan bahwa ia meyakini arus data bebas merupakan faktor penting dan vital untuk membantu memudahkan dan memperlancar semua proses menjadi lebih efisien.

Kristiono juga menambahkan dengan adanya arus data bebas akan membantu meningkatkan pertumbuhan transaksi Ecommerce, khususnya transaksi Ecommerce antar negara.

Ia juga menyadari bahwa hal tersebut tidaklah mudah, apalagi bila menyangkut negara-negara di ASEAN. Disebabkan oleh banyaknya peraturan yang berbeda di setiap negara, sehingga diperlukan sebuah cara untuk membuatnya mudah, harmonis dan perlu adanya sebuah standarisasi yang tentunya menjadi tantangan bagi kita semua.

Namun, yang paling banyak tantangannya adalah mengenai lokalisasi data yang ditujukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap data pengguna. Dimana adanya kewajiban bagi layanan atau jasa internet asing untuk mendirikan pusat data di Indonesia.

Pada kesempatan itu, diluncurkan juga sebuah laporan berjudul “Advancing the AEC, Digital Economy & Free Flow of Data” yang dibuat oleh Deloitte bekerja sama dengan US ASEAN Business Council. Didalam laporan tersebut memperlihat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, khususnya negara-negara ASEAN.

Dimana ekonomi digital akan menjadi kontributor terhadap pertumbuhan dan integrasi di Asia Tenggara. Arus data bebas akan menjadi sebuah kebutuhan, dikarenakan adanya pertumbuhan bisnis, maka ketergantungan akan data transmisi akan semakin meningkat. Selain itu, dilaporkan juga langkah-langkah yang bisa ditempuh guna membantu setiap wilayah menghadapi phase perubahan yang akan terjadi.

Sebagai acara utama digelar sebuah diskusi untuk melihat apa saja tantangan digital ekonomi di Indonesia. Kemudian cara-cara untuk membantu meningkatkan pertumbuhan industri ICT dan apa saja yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan start up di Tanah Air.(hh)