Bentrok Masalah Data Privasi Pendiri WhatsApp Mengundurkan Diri

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Co-founder WhatsApp, layanan pesan instan milik Facebook yang saat ini memiliki lebih dari satu miliar pengguna, akhirnya meninggalkan perusahaannya. Hal ini disebabkan adanya permasalah terkait data privasi di Facebook.

Rencana Jan Koum untuk keluar muncul setelah ia bentrok dengan perusahaan induknya Facebook mengenai strategi WhatApp dan upaya Facebook untuk menggunakan data pribadinya dan melemahkan enkripsinya.

“Sudah hampir satu dekade sejak Brian dan saya memulai WhatsApp, dan ini merupakan perjalanan yang luar biasa dengan orang-orang terbaik,” ujar Jan Koum dalam posting di halaman Facebook-nya.

“Tapi sekarang sudah waktunya untuk saya melanjutkan perjalanan,” imbuhnya.

Dia tidak memberikan secara detail tanggal berapa ia akan keluar dan hingga saat ini belum dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Sebelumnya Brian Acton meninggalkan perusahaan layanan pesan instan itu pada bulan September untuk memulai membuka sebuah yayasan, setelah delapan tahun di WhatsApp.

Sementara itu,CEO Facebook Mark Zuckerberg mengomentari postingan Koum dengan mengatakan bahwa dia berterima kasih atas apa yang Jan Koum ajarkan kepadanya tentang enkripsi serta kemampuan untuk mengambil kontrol dari sistem terpusat dan mengembalikannya ke tangan orang.

Facebook telah mendapatkan kritikan dari para regulator Eropa atas rencananya untuk menggunakan data pengguna WhatsApp, termasuk nomor telepon, untuk mengembangkan produk dan menargetkan iklan.

Saat ini rencana tersebut ditangguhkan, tetapi pekan lalu WhatsApp mengatakan bahwa mereka masih ingin menjalankan rencananya itu.

Timbulnya kekhawatiran mengenai penanganan informasi data pribadi di Facebook telah berkembang sejak pengakuan jejaring sosial itu pada bulan Maret bahwa jutaan data pengguna telah disalah gunakan oleh konsultan politik Cambridge Analytica.

Facebook telah mengambil langkah untuk menghasilkan pendapatan dari WhatsApp, karena di WhatsApp tidak ada iklan seperti di Facebook.

Manajemen WhatsApp dengan keras telah menentang adanya iklan, mereka menyampaikan hal tersebut pada tahun 2012, bahwa mereka tidak ingin menjadi sarana pemasangan iklan di mana tim teknik akan menghabiskan hari mereka untuk menyesuaikan penambangan data.

Bahkan WhatsApp pernah merencanakan untuk mengenakan biaya langganan tahunan sebesar satu dolar untuk para penggunanya. Namun, rencana itu dibatalkan pada tahun 2016 dan mereka merencanakan untuk membebankan biaya bisnis pada akun khusus saja.(hh)

Sumber