Bulan Depan Google Chrome akan blokir semua konten Flash

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Flash sudah menjadi bagian terpenting dari internet beberapa tahun terakhir. Namun, telah menjadi hambatan pada kinerja serta sumber dari sejumlah besar kerentanan keamanan. Saat ini HTML5 merupakan cara yang lebih baik untuk memperoleh hasil yang sama dari sebuah konten interaktif yang ada disebuah situs web, dan dapat bekerja pada perangkat mobile.

Secara bertahap penggunaan Adobe Flash akan dihentikan, mulai bulan depan Google Chrome akan memblokir semua konten yang menggunakan Flash. Seperti dilansir dari extremetech.com.

Itu akan dilakukan oleh Chrome melalui update terbarunya pada Chrome versi 53, yang akan tersedia pada awal September. Chrome 53 akan memblokir semua elemen kecil Flash yang ada pada sebuah halaman situs. Ini biasanya terjadi pada platform dan analisa halaman, tetapi elemen kecil itu dapat juga memperlambat terbukanya halaman seperti konten Flash yang ukurannya lebih besar. Ini bukan upaya pertama Google untuk menekan munculnya elemen kecil Flash di web. Tahun lalu di Chrome 52, Google membuat sebagian besar konten Flash dengan pilihan “klik-to-play.”

Jadi, apa yang berbeda sekarang? Di Chrome 52, blok flash hanya diterapkan pada elemen Flash yang berada di atas ukuran tertentu, tapi sekarang juga diperluas untuk objek flash kecil. Pembatasan sebelumnya dilakukan karena pada saat itu belum ada cara yang dapat diandalkan untuk mendeteksi element flash di web.

Namun, sekarang dengan adanya sistem pengawas pada API Chrome memungkinkan itu dilakukan. Anda akan diberikan pilihan untuk mengaktifkan objek flash pada halaman website jika memang di inginkan. Jika objek Flash yang terlihat diblokir, maka sebuah ikon akan muncul di address bar mengingatkan Anda.

Google mengatakan bahwa semua pengguna Chrome akan merasakan manfaat dari langkah ini. Semua objek flash yang dimuat di belakang dapat membuat halaman website menjadi lambat. Sama halnya pada laptop, Flash juga akan memakai semua daya dan menguras isi baterai. Itulah sebabnya penggunaan flash menjadi kurang efisien pada pada perangkat mobile.

Walaupun semua konten Flash akan diblokir, Google telah membuat pengecualian sementara untuk beberapa situs populer yang masih sangat tergantung pada Flash. Seperti Facebook, Twitch, dan Yahoo. Anda akan diminta untuk mengaktifkan Flash ketika membuka situs-situs tersebut, seiring waktu Google juga merencanakan untuk sama sekali menghilangkan flash. Saat Chrome 55 diluncurkan pada bulan Desember, penggunaan HTML5 akan menjadi default.

Bukan hanya Google saja yang berniat menghapuskan flash dari program perambannya. Firefox 48 pekan lalu mengumumkan bahwa beberapa konten Flash diset menjadi berbayar (klik-to-play) dan semua flash akan diblokir secara default pada tahun 2017. Bahkan Microsoft telah menghilangkan flash di update Windows 10, sehingga Edge menggunakan klik-to-play untuk elemen Flash yang tidak terlalu diperlukan. Dalan satu atau dua tahun lagi Flash mungkin akan hilang dari semua program peramban.