Ditemukan Aplikasi Perekam Data Pada Ponsel Pintar Android

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Sebuah perusahaan keamanan asal Amerika Serikat Kryptoware menemukan adanya aplikasi di ponsel pintar Android yang dapat merekam semua aktifitas penggunanya. Hasil rekaman tersebut kemudian dikirim ke sebuah server di Cina. Berita ini dilaporkan oleh The New York Times.

Ada sekitar 120 ribu ponsel pintar berbasis Android di AS yang diketahui menyimpan aplikasi tersebut. Diduga sebuah perusahaan dari Cina bernama Shanghai Adups Technology yang telah mengembangkan aplikasi tersebut.

Aplikasi ini merekam hampir semua kegiatan dari pengguna mulai riwayat panggilan, daftar kontak, kata kunci pencarian, bahkan sampai dengan data-data lokasi. Dimana hasil data yang terekam dikirim ke Cina setiap 72 jam.

Dari hasil temuan tersebut, aplikasi itu ditemukan di ponsel pintar bermerek BLU asal AS. Namun, Kryptowire juga memperkirakan aplikasi itu bisa saja ada di produk ponsel buatan Cina lainnya.

Hampir kebanyakan ponsel cerdas yang harganya murah didapati memiliki aplikasi tersebut. Diduga aplikasi tersebut sengaja dipasang pada ponsel, karena sudah bukan rahasia lagi kalau pemerintah Cina memang melakukan pengawasan terhadap warganya.

Sementara produk ponsel dari hasil penemuan tersebut bukanlah sebuah kesengajaan. Seperti yang disampaikan oleh pihak Adups kepada ekskutif BLU bahwa aplikasi untuk mencuri data itu tidak ditujukan untuk ponsel produk AS.

Dengan adanya kasus ini membuat banyak pihak menduga kalau Adups merupakan perusahaan teknologi yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah. Tuduhan tersebut dengan tegas dibantas oleh pihak Adups yang diwakili oleh Lily Lim, pengacara Adups di Palo Alto.

“Pada Juni 2016, beberapa produk BLU memasang satu aplikasi dari Adups yang secara tak sengaja memasukkan fungsi penanda teks dan daftar panggilan sebagai junk,” jelas pihak Adups pada pernyataan resminya, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Selain itu pihak Adups juga membantah bahwa mereka memasang aplikasi tersebut karena memang diminta oleh pabrikan ponsel diluar Cina. Maka dari itu, hal tersebut kembali kepada tanggung jawab dan kebijakan produsen ponsel kepada konsumennya.

Mengenai jumlah persis ponsel yang terkena imbas dari kasus ini tidak bisa diketahui secara persis. Namun, diketahui ada dua raksasa ponsel di Cina yaitu Huawei dan ZTE yang mempunyai aplikasi Adups.

Kasus aplikasi pencurian data ini tidak sengaja ditemukan oleh Kryptoware. Kebetulan salah seorang peneliti dari Kryptoware yang menggunakan ponsel produk BLU menyadari ada kegiatan yang tidak biasa pada jaringannya.(hh)