Gelombang Otak Dapat Digunakan Untuk Curi Password dan Data Pribadi

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Seiring berjalannya waktu dan mau tidak mau, teknologi terus berkembang semakin maju, baik itu hasilnya baik ataupun jelek. Ini semuanya akan tergantung kepada kita bagaimana menggunakan hasil penemuan baru tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian netizen saat ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keamanan dan kerahasiaan data pribadi mereka.

Seperti dilansir dari fossbytes.com, baru-baru ini sebuah penelitian berhasil menemukan bagaimana penjahat siber mendapatkan password dan data-data pribadi lainnya melalui gelombang otak. Ini berhasil dilakukan berkat kemajuan dibidang interaksi “otak mesin’. Kita akan mulai menyaksikan sebuah bahaya baru yang akan berdampak pada keamanan data, dengan adanya kemampung peretasan dengan menggunakan gelombang otak.

Hal tersebut ditemukan oleh Profesor Nitesh Saxena dari Universitas Alabama di Birmingham. Ia mampu memperlihatkan hasil dari semua penelitian memperlihatkan bahwa software berbahaya dapat menggunakan gelombang otak untuk menebak password dan data rahasia lainnya dari penggunanya.

Ini semua dapat dilakukan berkat adanya penggunaan alogritma yang menggunakan kata-kata secara acak dan kemampuan menebak yang hampir semuanya benar. Mengenai penggunaan karakter baru oleh beberapa pengguna, ini berdasarkan hasil pembacaan yang dilakukan pada gelombang celebral mereka.

Sebetulnya jenis penelitan pada bidang ini, bisa kita sebut dengan istilah “otak mesin”, dimana saat ini pertumbuhannya berjalan konstan. Mungkin kita juga sempat membaca mengenai adanya pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan media sosial terbesar Facebook, dimana kita dapat menulis hanya dengan menggunakan pikiran, tanpa menggerakan satu jaripun. Di bidang lain, kita dapat lihat dari penelitan yang dilakukan oleh Elon Musk dalam proyeknya yang bernama Neutralink, yang memiliki prinsip hampir sama.

Apabila semua ini terus berjalan, dan sepertinya bakal terwujud, jadi apa hubunganya pada keamanan perangkat yang kita gunakan? Seperti yang sudah disampaikan oleh Profesor Nitesh Saxena diatas bahwa ia telah melakukan penelitian yang memperlihatkan bagaimana sebuah perangkat mendeteksi gelombang otak dan dapat menebak kode PIN dan juga password yang digunakan oleh siapa saja.

Namun, pada penelitian yang dilakukan menggunakan sebuah earphones yang dilengkapi oleh elektroda-elektroda yang bisa mendeteksi perubahan tegangan listrik yang dihasilkan oleh lapisan luar dari otak. Dengan demikian, pada penelitian tersebut dapat dilihat “korban” dapat ditangkap gelombang otaknya melalui earphone tersebut.

Program tersebut mampu belajar sendiri, ketika program digunakan akan terhubung pada sebuah sensor, ini akan meningkatkan tingkat persentase keberhasilannya. Walaupun ini masih jauh dari teknik peretasan yang sempurna, tapi ini sudah memperlihatkan sebuah kemajuan tersendiri dibidangnya. Serta tidak diketahui sampai sejauh mana kemungkinan penggunaannya.(hh)