Google Fiber Hapus Layanan TV Fokus Pada Layanan Internet Berkecepatan Tinggi

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Google Fiber telah mengumumkan akan menghapus opsi untuk layanan TV-nya dan hanya fokus pada layanan internet berkecepatan tinggi. Para pelanggan lama masih dapat menikmati layanan TV dari Google Fiber. Namun untuk pelanggan baru sudah tidak perlu lagi, karena saat ini sudah begitu banyak pilihan tersedia secara online baik berupa layanan TV dan juga platform streaming over-the-top.

Google Fiber merupakan bagian dari divisi Access dari perusahaan induk Google Alphabet, mereka mengambil tindakan tersebut sebagai pilihan yang membebaskan bagi konsumen untuk mengendalikan sendiri pilihan mereka untuk melihat media.

Tapi dibelakang semua itu tidak terlihat sesederhana itu. Kondisi sebenanrnya adalah Google Fiber telah membayar biaya lisensi yang sangat besar untuk membawa saluran TV tradisional, termasuk TV kabel yang telah memiliki nama besar.

Selain itu, masalah lainnya adalah Google Fiber menawarkan opsi TV yang khususnya pilihan IPTV dan bukan kabel atau satelit, sehingga dengan cara ini mereka dapat menarik lebih banyak pelanggan. Namun, setelah berjuang lebih dari lima tahun dengan membuat terobosan di pasar-pasar tersebut, biaya penggelaran internet dengan koneksi fiber sangat besar dan tantangan untuk mengalahkan pemain lama seperti Comcast membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Pada tahun 2016, Google Fiber menghentikan peluncurannya untuk sembilan kota tambahan di tengah restrukturisasi dan adanya PHK. Setelah perusahaannya menjadi unit bisnis terpisah di bawah Alphabet dan tidak lagi ada di bawah payung Google inti. Sejak itu Google Fiber bereksperimen dengan anak perusahaannya Webpass untuk mencoba memberikan internet berkecepatan tinggi tidak melalui kabel serat optik, tetapi dengan teknologi transmisi over-the-air. Google Fiber juga telah memperlambat ekspansinya secara keseluruhan. Jadi yang ada saat ini, Google Fiber hanya tersedia di 18 pasar di seluruh AS.

Tahun lalu, Google Fiber menderita kerugian cukup besar setelah mereka menangguhkan proyeknya secara permanen di Louisville, Kentucky setelah mencoba metode pemasangan serat optik yang disebut dengan istilah “parit dangkal (shallow trenching)”. Dengan metode ini akan mempercepat waktu penyebarannya, tetapi gagal bertahan lama karena jarak yang terlalu dekat dengan permukaan. Oleh karena itu Google Fiber memutuskan untuk mengakhiri layanan pada 15 April tahun lalu. Bahkan mereka harus membayar pemerintah daerah di Louisville 4 juta dolar Amerika untuk kerusakan yang telah terjadi selama proyek berlangsung.

Jadi bisa dibilang masuk akalpada tahun 2020 ini Google Fiber tidak menyertakan layanan TV yang harus mereka bayar mahal, terutama karena mereka ingin menjadikan layanan internetnya menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen dan membuat sehat secara finansial induk perusahaan.(hh)