Google Luncurkan Fitur Untuk Cek Apakah Password Telah Dicuri

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Google telah merilis fitur baru untuk memberikan pengguna perlindungan yang lebih baik terhadap pelanggaran data ketika mereka menggunakan browser Chrome.

Fitur pemeriksaan password adalah ekstensi Chrome gratis yang akan mengawasi password ketika pengguna memasukkannya dan akan memberi tahu pengguna jika ditemukan kecocokan dalam database yang berisi empat miliar password yang bocor. Jika ada kecocokan, selanjutnya peringatan otomatis akan dipicu, dan Chrome akan meminta pengguna untuk memasukkan atau membuat password yang baru.

Pengguna bahkan dapat menggunakan pembuat password bawaan Chrome untuk membuat password baru yang lebih aman, yang terdiri dari simbol, angka dan karakter acak.

Walaupun terdengar seperti inisiatif yang brilian, banyak pengguna yang merasa khawatir Google dapat langsung mengetahui apa password pengguna yang telah dicuri. Itu sebabnya Google membuat pernyataan yang sangat jelas bahwa informasi tersebut dienkripsi dan karyawan Google tidak memiliki cara atau akses untuk mengetahui apa password pengguna sebenarnya.

“Kami membuat fitur pemeriksaan password tersebut agar tidak seorang pun, termasuk Google, dapat mengetahui detail akun pengguna,” jelas Kurt Thomas dan Adam Dawes dari Google yang ditulisnya pada sebuah blog bersamaan dengan diumumkannya fitur baru tersebut.

“Untuk melakukan hal tersebut, kami telah mengembangkan teknik perlindungan privasi dengan bantuan peneliti kriptografi di Google dan Stanford University,” imbuhnya.

Namun, bagi pengguna yang ingin menghindari agar passwordnya tidak dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab tentu ini bermanfaat. Pemeriksaan password yang dihadirkan oleh Google bukanlah yang pertama, hanya saja ini lebih mudah digunakan dan mungkin yang terpenting dapat digunakan dengan gratis.

Apabila anda seorang pengguna browser Chromer, fitur ini mungkin layak untuk dicoba. Pengguna harus mengambil kesempatan ini agar nantinya terdaftar ke sistem pengelolaan pada saat yang sama.

LastPass dan Dashlane merupakan aplikasi yang juga memiliki versi gratis yang lebih dari cukup untuk digunakan melindungi password, dan keduanya berfungsi pada ponsel dan desktop. Yang terpenting, keduanya juga lebih aman daripada menggunakan kembali password yang sebelumnya sudah digunakan, daripada pengguna harus mengingat ratusan informasi login yang unik.(hh)