Instagram mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan mengubah cara penandaan profil yang dihasilkan oleh AI dan akan mulai membatasi jangkauan akun yang menampilkan sosok yang dihasilkan oleh AI tanpa mencantumkan keterangan tersebut.
Menurut techcrunch.com, platform tersebut menyatakan akan mengganti nama label AI creator yang sudah ada menjadi AI-generated profile, yang menurut Instagram diharapkan dapat membuat keterangan tersebut lebih mudah dipahami. Label baru ini dimaksudkan untuk memberi tahu pengguna bahwa sosok yang ditampilkan dalam profil tersebut dihasilkan atau sebagian besar diciptakan menggunakan AI.
Berdasarkan kebijakan baru ini, kreator yang tidak memberi label dengan benar pada profil yang dihasilkan AI dapat mengalami penurunan jangkauan. Di sisi lain, kreator yang menggunakan label baru ini tidak akan dikenai sanksi hanya karena menampilkan sosok yang dihasilkan AI sebagai subjek profil mereka.
Label ini juga tidak dimaksudkan untuk setiap penggunaan AI. Instagram menyatakan bahwa pengguna yang menggunakan AI untuk mengedit foto, menyempurnakan keterangan, membuat grafis, atau melakukan penyesuaian kreatif lainnya tidak perlu menggunakan label profil yang dihasilkan AI.
Instagram menyatakan bahwa perubahan ini sebagian merupakan respons terhadap pengguna yang secara tidak sengaja menemukan profil yang tampak seperti milik orang sungguhan, namun kemudian mengetahui bahwa orang tersebut sepenuhnya dihasilkan oleh AI.
“Seiring dengan semakin besarnya peran AI generatif dalam proses kreatif, kami mendengar bahwa pengguna tidak suka melihat profil yang tampak seperti manusia, hanya untuk kemudian mengetahui bahwa orang yang ditampilkan tersebut dihasilkan oleh AI,” tulis Instagram. “Mereka ingin mengetahui ketika sebuah profil menampilkan sosok yang dihasilkan oleh AI,” tambahnya.
Waktunya cukup menarik. Rasa frustrasi terhadap konten yang dihasilkan AI semakin meningkat seiring semakin maraknya influencer AI di berbagai platform media sosial.
