iPhone Gunakan Teknologi Isi Ulang Baterai Lewat WiFi

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Banyak inisiatif yang menarik dapat dilihat di kantor Biro Hak Paten Amerika Serikat. Hampir semua perusahaan teknologi besar di Amerika mendaftarkan hak paten untuk penemuan mereka di kantor tersebut. Termasuk salah satunya perusahaan teknologi raksasa Apple. Perusahaan ini baru saja mendaftarkan hak paten untuk sebuah inovasi baru yang dapat merubah segalanya.

Pada penemuan yang baru saja didaftarkan tersebut, kemungkinana pada generasi iPhone mendatang katakanlah iPhone 8 kita dapat melakukan pengisan ulang baterai melalui jaringan nirkable. Kedengarannya mungkin masih aneh saat ini, tapi itulah yang terjadi, Apple baru saja mendaftarkan hak paten untuk teknologi pengisian daya melalui jaringan nirkable atau Wi-Fi.

Penemuan teknologi pengisian daya melalui jaringan nirkabel ini akan menjadi sebuah revolusi baru dibidang teknologi. Namun, tidak ada jaminan bahwa Apple akan segera meluncurkan teknologi tersebut, karena mereka baru saja mendaftarakannya. Jadi masih akan membutuhkan waktu sebelum teknologi itu hadir ditengah-tengah masyarakat.

Sementara itu kita dapat melihat pada file yang diserahkan kepada kantor biro hak paten bahwa Apple yakin ada cara untuk melakukan pengisian daya baterai melalui jaringan nirkabel. Terlihat pada teori dan rencana yang mereka akan lakukan. Jadi mereka akan menggunakan beberapa frekuensi, mulai dari frekuensi 700 dan 2700 Mhz sampai dengan yang terbaru, yaitu Wi-Fi AD 60Ghz. Frekuensi yang ada 5Ghz Wi-Fi AC yang saat ini sudah mulai diterapkan pada laptop, ponsel dan router.

Daya tanpa kabel gini dapat dikirim ke tempat pengisian tanpa kabel. Ada sejumlah ponsel pintar canggih saat ini yang telah memiliki fitur ini, dan apabila generasi iPhone selanjutnya telah memiliki fitur ini, maka akan terjadi perubahan secara besar-besaran.

Ini bukanlah pertama kalinya Apple mendaftarkan paten untuk sebuah hal yang masih ada diluar kepala mereka bakal jadi kenyataan. Untuk kasus seperti ini, kebanyakan pabrikan akan berjaga-jaga dan melakukan inovasi serupa sebelum yang lain melakukannya.

Untuk saat ini, para pengguna masih harus menggunakan produk konvesional, yang saat ini juga sudah jauh lebih baik. Misalnya saja seperti MacBook Pro terbaru dengan Touch Bar-nya telah menjadi sebuah sensasi dari inovasi desain terbarunya. Namun, itu tetap membuat mereka siap untuk menghadirkan inovasi-inovasi terbarunya, apalagi setelah suksesnya Samsung Galaxy S8.(hh)