Jangan Gunakan Internet Explorer!

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Himbauan tersebut disampaikan oleh Kepala keamanan Microsoft sendiri kepada jutaan orang yang masih menggunakan Internet Explorer karena peramban web milik Microsoft itu akan menempatkan pengguna dalam posisi yang berbahaya.

Microsoft pertama kali membuat Internet Explorer pada tahun 1995, kini perusahaan teknologi raksasa itu tidak lagi mendukung pengembangan baru untuk peramban web. Sehingga dengan menggunakan perangkat lunak itu akan menimbulkam risiko keamanan. Penjelasan ini disampaikan oleh Chris Jackson, salah satu pimpinan Microsoft di seluruh dunia untuk keamanan siber.

Saat ini Internet Explorer semakin tidak popular dikalangan pengguna internet dan pengembang aplikasi. Apalagi di tengah maraknya alternatif peramban web seperti Google Chrome dan Safari besutan Apple, yang telah meraih peningkatan pangsa pasar pramban web. Bahkan Google Chrome telah menjadi peramban web paling populer di dunia pada tahun 2016.

Seperti dilansir dari The Telegraph, Microsoft telah melihat adanya peluang bisnis baru dalam upayanya untuk menemukan kembali dirinya dan bersaing dengan pemain lama di Silicon Valley. Pada bulan November lalu, Microsoft secara singkat telah berhasil menyalip Apple sebagai perusahaan publik yang paling berharga di dunia karena para investor telah mendapatkan kepercayaan dalam dukungannya untuk cloud computing.

“Kami tidak mendukung standar web baru, sementara banyak situs web bekerja dengan baik dan pengembang pada umumnya tidak mengujinya dengan menggunakan Internet Explorer hari ini,” ujar Chris Jackson seperti dikutip dari The Telegraph..

Dalam beberapa tahun terakhir Microsoft telah mencoba mendorong para penggunanya untuk mengadopsi peramban web yang lebih modern yaitu Microsoft Edge, yang dirilis pada tahun 2015.

Menurut data yang diperoleh dari Statista, sekitar 5,5 persen pengguna pc di Inggris masih menggunakan Internet Explorer sebagai aplikasi peramban web utama mereka untuk mengakses Internet.

Meskipun sejumlah situs web saat ini berfungsi dengan baik di Internet Explorer, tetapi aplikasi web yang baru tidak akan terintegrasi ke dalam layanan, sehingga membatasi aplikasi web yang tersedia.

Sejumlah perusahaan memilih untuk terus menggunakan Internet Explorer karena situs web mereka bergantung pada infrastruktur yang telah menjadi dasarnya.

“Kami ingin semua tetap menggunakan IE untuk situs-situs web yang membutuhkannya, yang ingin saya katakan di sini adalah saya harap pengguna tidak menggunakannya untuk keperluan yang lainnya,” tulis Chris Jackson dalam sebuah komentar di blog.

Microsoft akan mengakhiri dukungan untuk Internet Explorer 10 pada Januari 2020, sementara Internet Explorer 11 akan tetap sebagai versi terakhir dari perangkat lunak mereka.(hh)