Kecerdasan Buatan Google Mampu Pelajari Permainan Catur Sendiri

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Kita semua tentu mengetahui dalam beberapa tahun terakhir ini kecerdasan buatan (AI) DeepMind telah berhasil mengalahkan juara dunia permainan Go, sebuah permanan kuno asal Cina yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Namun, berdasarkan laporan terakhir kecerdasan buatan AlphaGo milik Google tersebut telah berhasil menguasai permainan lain seperti catur.

Seperti dilansir dari Dailymail, sistem kecerdasan buatan milik perusahaan teknologi raksasa Google telah belajar sendiri untuk bermain catur dan catur versi Jepang yang diberi nama Shogi. Sistem kecerdasan buatan ini mampu mempelajari permainan tersebut tanpa bantuan campur tangan manusia, hanya diberikan pengetahuan dasar mengenai peraturan dari permainan tersebut.

Evolusi AlphaGo Zero telah berhasil meraih prestasi tersebut dengan cara yang sama ketika bertanding permainan Go. Pertama algoritma dari AlphaGo memerlukan data yang digunakan dari 100,000 permainan untuk memperlajari cara – cara memenangkan permainan tersebut.

Permainan Go atau nama lainnya Weiqi dan Baduk menggunakan papan yang memiliki 19 x 19 kotak dengan warna putih dan hitam, untuk memenangkan permainan pemain harus berhasil mengepung bidak lawan. Ada sekitar 10171 posisi yang memungkinkan, sementara di permainan catur hanya 1050.

Awalnya AlphaGo telah menggunakan rangkaian data dari lebih 100,000 pertandingan antara dua pemain manusia untuk mempelajari taktik terbaik. Sementara, AlphaGo Zero hanya diprogram dengan peraturan dasar permainan Go, selanjutnya ia mempelajari semuanya sendiri.

Algoritma yang telah dibuat memiliki kemampuan bermain terhadap dirinya sendiri. Apabila permainan dimulai dengan gerakan acak dan setiap kali menang, maka ia akan memperbaharui dirinya dan bermain lagi. Proses ini dilakukan berulang kali sebanyak sejuta kali.

Setelah tiga hari, AlphaGo Zero telah berhasil mengalahkan penggunaan AlphaGo ketika melawan mantan pemain dunia Lee Sedol. Dimana ia berhasil mengalahkan sang juara setiap kali pada ratusan pertandingan dan memenangkan semua pertandingan. Setelah 40 hari, ia pun dihadapkan pada versi asli dari AlphaGo, dan berhasil mengalahkannya 90 persen dari seluruh permainan yang dilakukan.

Sekarang, sistem kecerdasan buatan tersebut dipanggill Alpha Zero, ini merupakan versi generic dari AlphaGo Zero, hanya saja kecerdasan buatan ini diprogram untuk peraturan permainan catur dan telah berhasil mencapai level “manusia super” pada semua permainan papan kurang dari 24 jam.

Perlu diperhatikan antara Go, catur dan Shogi, permainan asal Cina paling rumit. Ia memiliki 10 dari 171 kemungkinan posisi, sementara di catur 10 dan kemungkinan posisinya hanya 50. Walaupun demikian hasilnya tetap memperlihatkan kemampuan belajar sendiri AlphaZero yang sangat mengagumkan.

Hanya dalam empat jam saja, AlphaZero telah berhasil mengalahkan juara dunia, yang merupakan sebuah algoritma christened Stockfish. Sama seperti di Go, kecerdasan buatan membuat tekniknya sendiri untuk memenangkan permainan.

Ketika AlphaGo Zero digunakan langsung, strategi yang diterapkan untuk Go tidak pernah terlihat sebelumnya. Sejak Algoritma belajari dari dirinya sendiri dan ia telah berhasil mengatasi batas dari pengetahuan manusia. Hal tersebut disampaikan oleh Programmer Senior dari AlphaGo Zero, David Silver, pada sebuah konferensi press.

Namun, menurut Engadget, AlphaZero belum memiliki algoritma yang dapat digunakan pada hal – hal lain. Ini adalah merupakan tantangan untuk kecerdasan buatan sekarang ini. Kita tidak akan bisa meletakkan nol pada StarCraft II, dikarenakan kemampuan manusia supernya dibatasi untuk tugas – tugas tertentu.

Diharapkan DeepMind selaku pembuat algoritma akan melanjutkannya untuk menerapkan hasilnya pada sektor yang lain. Tahun lalu, CEO dari DeepMind mengatakan bahwa suatu hari nanti AlphaGo Zero bisa diaplikasin untuk pembuatan obat – obatan dan lain – lain.(hh)

Sumber