Kemenkominfo: Pembangunan “Jalan Tol” Informasi Terus Berlanjut

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Menkominfo Rudiantara menjelaskan sejumlah program penting untuk jangka waktu lima tahun kedepan di Balai Pelatihan dan Riset TIK di Tangerang Selatan, Kamis 20 Oktober 2016. Seperti dilansir dari KompasTekno.

Program-program itu nanti merupakan realisasi ataupun penerapan dari pasal 28F UUD 1945 yaitu Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Disamping mewujudkan kandungan dari pasal 28F UUD 1945, kedaulatan informasi serta distribusi informasi di daerah perbatasan RI harus dijaga oleh Kemenkominfo, ini dapat ditempuh dengan beragam aktifitas serta strategi.

Aktifitas yang dimaksud adalah dengan mendirikan fasilitas telekomunikasi serta memberikan kemudah akses untuk wilayah terpencil dan di perbatasan, dimana saat ini telah ada 850 BTS, 5050 titik untuk akses internet broadband dan juga perbaikan fasilitas serta infrastruktur bagi siaran LPP (Lembaga Penyiaran Publik) TVRI.

Hal lain yang dilakukan oleh Kemenkominfo adalah memperkuat ‘back office’ pemerintah guna mempermudah sambungan antar departemen dan memberikan dukungan terhadap pengembangan goverment radio network (GWN).

Disusul kemudian dengan pembuatan public protection and disaster relief (PPDR) nasional, online e-license, implementasi arsitektur e-government, mendirikan data center nasional yang di integrasikan dengan layanan e-goverment.

Proyek Palapa Ring salah satu bentuk dukungan Kemenkominfo dalam meneruskan pembangunan “jalan tol” informasi di Indonesia. Sehingga transformasi perekonomian di Indonesia dapat diwujudkan dan juga menggerakkan para penyelenggara telekomunikasi untuk menghadirkan koneksi internet menggunakan pitar lebar yang fix ataupun mobile.

Program pemblokiran akan terus dilanjutkan, karena ini merupakan tindakan pencegahan terhadap efek negatif yang ditimbulkan dari pertumbuhan teknologi informasi saat ini, sehingga masyarakat Indonesia terlindungi.

Menyangkut masalah konten negatif, Menkominfo sebelumnya sudah mengatakan dengan tegas mengenai komitmennya mengenai hal tersebut. Jadi tidak perlu ada pembahasan apabila terkait masalah pornografi di internet, apalagi kalau para pengguna di Indonesia mengaksesnya.

Situs video Vimeo saat ini masih diblokir, Menkominfo menyatakan bahwa ia akan mempelajari kembali keputusan mengenai pemblokiran tersebut. Ini disebabkan cukup banyak pelaku industri kreatif di Indonesia yang menggunakan Vimeo untuk memperlihatkan hasil karya mereka dan juga menyimpannya.

“Kami harapkan generasi muda dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” pungkas Rudiantara, seperti dikutip dari KompasTekno.