Kurang Stress di Ruang Kelas, Pelarangan Ponsel Diberlakukan

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sejumlah sekolah swasta top di Australia telah melarang membawa ponsel ke ruang kelas, karena pihak manajemen sekolak mengklaim adanya ponsel akan mempengaruhi konsentrasi dan tingkat stres dari para siswa.

Larangan yang diberlakukan baru-baru ini bertepatan dengan adanya peninjauan pemerintah New South Wales pada penggunaan perangkat non-pendidikan di sekolah, yang mencakup mengenai adanya anjuran yang mengatakan ponsel berguna untuk pembelajaran.

Sementara itu, Newington College yang bertempat di barat laut Sydney telah memperkenalkan larangan ponsel pada akhir tahun lalu setelah gagalnya upaya untuk mendorong siswa menggunakan perangkat tersebut secara bertanggung jawab.

Selain itu, murid-murid di sekolah khusus laki-laki dapat membawa ponsel mereka selama mereka tidak terlihat atau terdengar menggunakannya, hal ini dilakuakn sebelum amandemen dibuat pada bulan Oktober.

Menurut kantor berita The Sydney Morning Herald, para siswa sekarang harus meninggalkan ponsel mereka di dalam loker, tetapi siswa dapat memeriksa pesan yang masuk saat istirahat dan makan siang.

Pihak sekolah jugal telah menginformasikan para orang tua siswa untuk menghubungi putra putri mereka melalui resepsionis sekolah.

Sekolah khusus wanita Tara Anglican School mengatakan bahwa pihak sekolah telah melihat adanya sejumlah efek positif setelah memaksa para siswanya untuk meninggalkan ponsel mereka di loker mereka pada awal tahun ini.

“Kondisi terbaik yang dapat dilihat adalah hadirnya keceriaan saat teh pagi dan percakapan makan siang. Semua orang terlibat berbicara satu sama lain dan bukan hanya sekedar di depan layar ponsel saja, “ ujar kepala sekolah Susan Middlebrook.

Sementara itu, Federasi Guru New South Wales mengatakan ponsel pintar dibutuhkan di sekolah umum sebagai hal yang berguna karena mereka tidak diberi cukup dana untuk menyediakan cukup komputer.

Federasi Orang Tua dan Asosiasi Warga Negara New South Wales mengatakan mendidik orang tua dan siswa tentang penggunaan ponsel yang bertanggung jawab lebih efektif ketiban melakukan pelarangan.

Kepala peninjau psikolog anak Michael Car Gregg akan merilis laporan tahun depan. Laporan ini nantinya akan menjadi sebuah rekomendasi sebagai panduan untuk sekolah, tetapi tidak wajib.(hh)

Sumber