Lebih Dari Setengah Trafik Internet di Dunia Bukan Berasal Dari Manusia

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

California – Selama ini kita berpikir bahwa di dunia internet melibatkan aktifitas manusia dari berbagai negara. Namun, ternyata semua itu salah, lebih dari setengah trafik internet yang ada di dunia ternyata bukan berasal dari manusia.

Dunia internet saat ini berjalan karena adanya dukungan mesin yang diciptakan oleh manusia dan untuk umat manusia. Pada kenyataannya ruang virtual yang sekarang ada telah dipenuhi oleh jutaan mesin yang diaktifkan untuk melakukan otomatisasi dan memudahkan pekerjaan manusia itu sendiri.

Dikarenakan jumlah penggunaan mesin di internet sudah semakin banyak, pada akhirnya lebih banyak ‘bots’ yang muncul. Dimana bot adalah sebuah aplikasi yang melakukan tugas-tugas secara otomatis, sehingga mereka jauh lebih banyak dalam menjelajahi jaringan informasi yang sangat luas tersebut dibandingkan manusia.

Para bot memiliki ruang tersendiri di internet serta memiliki tugas-tugas spesifik. Mereka menjalankan tugas dan fungsi yang kebanyakan manusia memilih untuk melakukannya secara otomatisasi.

Berdasarkan hasil laporan yang dibuat oleh Imperva Incapsula, memperlihatkan untuk beberapa tahun terakhir, para bot telah mengambil alih internet. Jadi sudah bukan manusia lagi yang menjelajah internet dan mengumpulkan informasi. Laporan merupakan hasil pemantauan lebih dari 16.7 miliar kunjungan pada 100,000 situs oleh jaringan milik Incapsula yang diambil secara acak dan diterbitkan pada 24 Januari 2017.

Laporan Imperva Incapsula
Sumber dari Imperva Incapsula

Sempat terlihat ada penurunan jumlah bot pada tahun 2015, tetapi tidak bertahan lama, karena pada tahun 2016 terlihat sebaliknya yaitu jumlahnya mencapai lebih dari 50 persen.

Terlihat ada perubahan walau jumlahnya meningkat, jumlah bot ganas menurun dan jumlah mereka berada dalam posisi paling terendah pada saat evaluasi telah selesai dilakukan.

Dari jenis bot sendiri ada dua, yaitu bot yang baik dan tidak baik serta fungsi mereka di internet.

Sebagai sebuah mekanisme untuk menjalankan sebuah otomatisasi, bot bisa digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat atau sebaliknya. Kebanyakan dari bot ini digunakan untuk mengumpulkan dan membagikan informasi disamping melakukan pengelolan simulasi kunjungan pada sebuah situs. Sementara untuk kasus bot yang digunakan untuk kejahatan, biasanya sering digunakan untuk menyebarkan spam, digunakan meningkat trafik pada sebuah situs dengan tujuan menghadirkan informasi yang menyesatkan.

Diperkirakan sekitar tujuh miliar dolar per tahunnya dikeluarkan untuk membiayai bot guna mengiklankan penipuan. Internet merupakan sebuah ruang terbuka dengan semakin banyaknya informasi yang hadir, maka para bot itu akan menarik lebih banyak trafik, melebihi yang seharusnya menggunakan internet yaitu manusia.(hh)