Pemblokiran Situs Bermuatan Konten Negatif Kembali Dilakukan Pemerintah

logo huawei

Jakarta – Menjelang akhir tahun 2016, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo). Melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang diduga kuat bermuatan konten-konten negatif.

Seperti dilansir dari detikINET ada 11 situs yang diblokir oleh kominfo dan telah didaftarkan pada database Trust+Positif. Berikut daftar dari 11 situs yang diblokir oleh Kominfo:

1. voa-islam.com
2. nahimunkar.com
3. kiblat.net
4. bisyarah.com
5. dakwahtangerang.com
6. islampos.com
7. suaranews.com
8. izzamedia.com
9. gensyiah.com
10. muqawamah.com
11. abuzubair.net

Berdasarkan penjelasan yang diperoleh dari Noor Iza selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Humas Kominfo, pemblokiran tersebut adalah hasil dari pengawasan yang telah dilakukan terhadap sekitar 200 situs dan juga media online yang diduga kuat berisikan konten-konten negatif.

“Dari 200-an situs, yang terindikasi 11 tadi. Yang sembilan pertama berkenaan indikasi konten negatif seperti fitnah, provokasi, SARA, penghinaan simbol negara. Sementara yang ke-10 itu karena phising, dan yang ke-11 karena malware,” ujar Noor Iza seperti dikutip dari detikINET.

Disamping itu pemblokiran pada situs yang bermuatan konten negatif tersebut dilakukan berdasarkan UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sejumlah situs telah diblokir oleh Kominfo pada tahun 2016. Situs-situs yang diblokir tersebut diduga bermuatan konten yang provokatif. Kebetulan situs-situs yang diblokir tersebut juga memakai nama-nama Islam.

Presiden Joko Widodo sudah merasa jengah dengan hadirnya berbagai situs dan akun di media sosial yang sifatnya memprovokatif serta memfitnah, sehingga Presiden meminta agar dilakukan penegakan hukum yang tegas dan keras untuk menghadapi permasalahan ini.

“Kita harus evaluasi media-media online yang sengaja memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah. Yang kedua, saya minta juga gerakan yang masif untuk melakukan literasi, edukasi, dan menjaga etika, menjaga keadaban kita dalam bermedia sosial,” ujar Jokowi seperti dikutip dari detikINET.

“Gerakan ini penting untuk mengajak netizen untuk ikut mengkampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui media sosial yang baik, yang beretika, yang positif, yang produktif, yang berbasis nilai-nilai budaya kita,” tegas Jokowi.(hh)