Pengguna Android Disarankan Segera Hapus aplikasi ‘berbahaya’

logo huawei

Dari merek Samsung sampai dengan Oppo, ponsel pintar Android adalah perangkat seluler yang paling populer saat ini. Namun, jika anda menggunakan ponsel pintar Android, maka mungkin anda ingin melihat kembali aplikasi apa saja yang terpasang pada perangkat anda.

Seperti dilansir dari Miror, para peneliti keamanan siber dari Barracuda Networks telah memperingatkan bahwa ribuan aplikasi bertema Natal memiliki kelemahan keamanan yang cukup ‘signifikan’, sehingga dapat membuat orang yang tidak bertanggung jawab mencuri informasi pribadi pengguna ponsel.

“Keamanan dunia siber selalu menjadi perhatian, khususnya pada akhir tahun, penjahat siber mencari cara untuk dapat mengambil keuntungan dari para pengguna ponsel pintar yang lengah ketika berbelanja online, terutama mereka yang menggunakan ponsel pintar Android,” ujar Fleming Shi yang merupakan salah satu peniliti dari Barracuda Networks.

“Apalagi menjelang musim liburan, biasanya ada peningkatan dari berbagai bentuk ancaman. Karena sibuk untuk mendapatkan penawaran harga yang bagus, para pengguna ponsel pintar yang berbelanja tidak menyadari dari siapa mereka membeli barang dan kemungkinan ada notifikasi berbahaya pun bisa jadi tidak terlihat, ” imbuhnya.

Para peneliti keamanan siber di Barracuda Networks menggunakan layanan Advanced Threat Protection Barracuda untuk menganalisis lebih dari 4.200 aplikasi Natal, termasuk aplikasi belanja dan permainan. Hasil analisa mereka mengungkapkan bahwa ada tujuh aplikasi menunjukkan perilaku berbahaya, sementara 35 berisi adware.

Sementara itu, ada 165 aplikasi ditemukan memiliki kombinasi atau izin yang berlebihan, sehingga berbahaya dan ini yang memungkinkan mereka untuk mengumpulkan dan mencuri data pribadi. Berdasarkan temuan tersebut, Barracuda mendesak pengguna hanya mengunduh aplikasi dari Play Store resmi dan memeriksa aplikasi terlebih dahulu sebelum memasangnya.

Selain itu lihat ulasan pengguna dan berapa lama aplikasi telah ada. Waspadai izin yang akan diberikan, terutama permintaan izin yang mencurigakan, sehingga dapat membahayakan data pribadi dan kontak anda, terlepas dari apakah aplikasi itu sendiri berbahaya atau tidak.

Perlu dipertimbangkan juga apakah pemberian izin terlihat masuk akal berdasarkan jenis aplikasi. Misalnya, aplikasi belanja biasanya tidak memerlukan kemampuan untuk membaca atau menulis pesan teks atau mengakses ponsel anda.

Sama halnya dengan aplikasi permainan, pada umumnya aplikasi permainan sederhana tidak memerlukan izin sama sekali. Setelah diunduh dan dipasang pengguna juga dapat memblokir izin tertentu melalui pengaturan.(hh)