Persaingan Operator Layanan 4G di 2015

logo huawei

Indonesia di akhir tahun 2015 ini sudah dapat merasakan layanan 4G LTE yang digelar oleh tiga operator yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata. Layanan internet yang berkecepatan tinggi itu berada di frekuensi 1.800 MHz.

Hingga libur natal beberapa waktu lalu, ketiga operator papan atas Indonesia ini mulai menunjukan kekuatannya pada layanan 4G LTE.

Dari sisi jumlah pelanggan, XL dapat dikatakan adalah juaranya. Sedangkan di sisi jumlah kota yang dilayani, Indosat Ooredoo menjadi pemimpinnya.

Pada beberapa waktu yang lalu, XL telah menyatakan bahwa mereka telah menyediakan layanan 4G secara komersil di 19 kota di berbagai provinsi seperti, Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, Jakarta, Bogor, Purwakarta, Cirebon, Bandung, Tegsl, Pekalongan, Yogyakarta, Surabaya, Pacitan, Madura, Denpasar, mataram, Banjarmasin, dan Manado. Total pelanggan yang diraih oleh XL adalah sebanyak 3 juta pelanggan.

Sementara itu Indosat Ooredoo mengungkapkan lewat Director & Chief Sales and Distribution Officer, Joy Wahjudi bahwa layanan 4G Plus dari Indosat Ooredoo saat ini telah menjangkau 35 kota yang mewakili sekitar 40 juta penduduk di seluruh Indonesia.

“Tahun depan kita targetkan ada 5 juta pengguna 4G LTE atau naik dari tahun ini yang diperkirakan masih dibawah 1 juta pelanggan,” kata Joy.

Dalam upaya menambah jumlah pelanggan di segmen 4G, Indosat Ooredoo memakai beberapa strategi seperti memperluas cakupan jaringan, memperbanyak program bundling, dan juga menciptakan banyak aplikasi lewat kerja sama dengan beberapa developer dari aplikasi lokal. Dalam upayanya dalam memperluas jaringan dari 4G LTE selain pada frekuensi 1.800 MHz, Indosat Ooredoo juga akan mengikuti tender yang dilakukan oleh pemerintah untuk frekuensi 2.100 MHz dan frekuensi 2.300 MHz.

“Kami akan memperluas cakupan jaringan, tahun depan kami berencana menambah sekitar 5 kota lagi dengan layanan 4G sehingga total 4G kami akan ada di 40 kota. Selain itu kami berencana mengikuti tender frekuensi yang akan digelar pemerintah,” ujarnya.

Sekarang, bagaimana dengan Telkomsel?

Dalam sisi jumlah pelanggan, Telkomsel masih kalah oleh XL Axiata yaitu dengan 2,2 juta pelanggan yang telah beralih ke layanan 4G dengan menggunakan uSIM (simcard 4G). Secara nasional, Telkomsel memiliki 3.000 eNodeB atau BTS 4G yang tersebar di 14 kota. Di 2016 mendatang, Telkomsel juga menargetkan layanan 4G akan dirasakan minimal di 16 kota lainnya di berbagai provinsi di Indonesia hingga akhir 2016. Setidaknya dengan menargetkan hal ini, Telkomsel sudah menyediakan layanan internet super cepat 4G LTE di 30 kota.

Ketiga operator besar di Indonesia ini bersaing untuk dapat memberikan layanan terbaik untuk pelanggan khususnya di layanan 4G LTE.

Sementara itu, bagaimana dengan operator lainnya yang menyediakan layanan 4G LTE seperti Smartfren atau Bolt?

Smartfren mengklaim bahwa mereka telah menyediakan layanan 4G LTE di 22 kota di berbagai provinsi di Indonesia dan juga telah mendapatkan sekitar 400 ribu pelanggan 4G. Mereka menargetkan pada akhir 2015 akan meraih 1 juta pelanggan 4G.

Sedangkan Bolt yang baru beroperasai di Jabotabek dan Medan sudah memiliki 1,5 juta pelanggan dan menargetkan sekitar 2,5 juta pelanggan yang akan dicapai di akhir tahun 2015.

Persaingan di layanan 4G ini baru saja dimulai, para operator telekomunikasi saling melancarkan strategi-strategi khusus untuk dapat memanjakan para pelanggannya di layanan 4G dan juga agar mereka menjadi yang terdepan dalam segi layanan 4G LTE ini. Siapakah pemenangnya? Kita lihat saja nanti. [MFHP]