Regulator Diskusikan Denda Facebook untuk Pelanggaran Privasi

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Para regulator di Amerika telah bertemu untuk membahasn mengenai denda yang akan dikenakan terhadap Facebook Inc (FB.O) karena melanggar perjanjian yang mengikat secara hukum dengan pemerintah untuk melindungi privasi data pribadi,

Hal ini dilaporkan oleh Washington Post pada hari Jumat, mengutip pembicaraan dari tiga orang regulator yang terlibat dalam diskusi tersebut. Komisi Perdagangan Federal telah melakukan penyelidikikan terhadap Facebook sejak tahun lalu. Penyelidikan yang belum menyelesaikan temuannya atau jumlah total denda yang akan dikenakan, menurut surat kabar itu.

Facebook telah berbicara dengan staf FTC mengenai investigasi yang dilakukan, keterangan ini diperoleh Washington Post dar salah satu orang yang akrab dengan permasalahan masalah tersebut.

Namun, tidak jelas apakah perusahaan teknologi raksasa itu akan menyelesaikan dengan FTC dan menerima penalti keuangan yang jumlahnya cukup signifikan, diperkirakan jumlah denda yang akan dikenakan lebih besar dari denda 22,5 juta dolar yang telah dikenakan FTC pada Google Alphabet Inc (GOOGL.O) pada tahun 2012.

FTC saat yang saat ini terkena dampak penutupan yang dilakukan oleh pemerintah AS, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Secara umum sifatnya rahasia serta dibutuhkan langkah yang tidak umum untuk diambil pada bulan Maret tahun lalu untuk mengumumkan pembukaan investigasi terhadap praktik privasi Facebook.

Pengumuman dibuat setelah adanya laporan-laporan berita yang mengungkapkan kurangnya pengawasan oleh perusahaan media sosial itu, sehingga telah memungkinkan aplikasi kuis di Facebook digunakan untuk mengumpulkan detail data dari 87 juta pengguna dan membaginya dengan perusahaan konsultan politik Inggris Cambridge Analytica yang sekarang sudah tidak ada lagi.

Sejak kasus Cambridge Analytica terungkap, masalah privasi lainnya dengan Facebook telah muncul. Termasuk rincian tentang perjanjian berbagi data dengan pembuat ponsel pintar dan perangkat televisi, bank dan bisnis besar lainnya dan daftar lengkap aplikasi pihak ketiga. Bisa jadi nantinya akan lebih banyak denda yang akan dikenakan oleh pihak FTC, ketika mulai menyelidiki masalah-masalah itu.

Sejak kejadian tersebut Facebook telah mengakui beberapa kesalahan lain dalam melindungi data pengguna, dan hal ini menarik perhatian tambahan dari para regulator di seluruh dunia.(hh)