Telkomsel Lakukan Uji Coba Teknologi 5G Tembus 1 Gbps

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Pada Jumat 21 Oktober 2016 lalu, Telkomsel bekerja sama dengan Huawei mengadakan uji coba teknologi 5G yang dilaksanakan di Grapari Telkomsel PIM 3, Jakarta. Hasil uji coba tersebut kecepatan internet tembus sampai 1 Gbps. Seperti dilansir dari detikINET.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Sukardi Silalahi, Direktur Network Telkomsel, tujuan dari uji coba 5G itu adalah untuk mempersiapkan Telkomsel dalam rangka menyongsong masuknya era 5G. Berdasarkan teori, dengan kemampuan teknologi 5G, kecepatan yang dapat diakses harus bisa melebihi kecepatan 1 Gbps.

“Uji coba teknologi 1 Gbps ini merupakan sslah satu tahapan menuju implementasi teknologi 5G di Indonesia. Kesiapan dalam uji coba 1 Gbps ini mempertegas komitmen Telkonsel untuk selalu menjadi yang terdepan dalam penerapan roadmap teknologi broadband terkini,” jelas Sukardi, seperti dikutip dari detikINET.

Guna menghasilkan kecepatan yang mampu melampaui 1 Gbps, Telkomsel melakukan kombinasi pada teknologi antenna 4×4 Mulitple Input Multiple Output (MIMO), kemudian teknologi modulasi 256-Quadrature Amplitude Modulation (QAM), serta LTE Licensed-Assisted Access (LAA).

Sukardi menjelaskan bahwa teknologi LAA yang digunakan memberikan kemungkinan pemakaian spectrum unlicensed 5,8 Ghz pada pita lebar 40 Mhz (WiFi) yang digunakan sebagai dukungan selain adanya spectrum LTE Utama.

Pelaksanaan uji coba dilakukan dalam beberapa phase. Saat teknologi 4×4 MIMO digunakan, kecepatan internet yang dihasilkan mencapai lebih dari 350 Mbps. Dimana kecepatan internet ini dapat dicoba juga ponsel yang masih menggunakan kategori jaringan CAT 9.

Ponsel yang masuk dalam kategori CAT 9 itu misalanya iPhone 7 serta termasuk jajarannya Galaxy S7. Tapi pada saat proses uji coba digabungkan dengan menggunakan semua teknologi ternyata ponsel-ponsel itu belum mampu menggunakan teknologi 5G tersebut. Hal ini disebabkan teknologi yang digunakan pada uji coba tersebut hanya bisa dirasakan pada ponsel yang sudah masuk dalam kategori CAT11. Saat ini belum ada ponsel dalam kategori tersebut yang tersedia di pasar ponsel.

“Untuk handsetnya sendiri memang belum ada di Indonesia, namun kami (Telkomsel) sudah siap dengan teknologinya, berjaga-jaga jika nantunya handset sudah datang kita udah siap,” pungkas Sukardi.