Uni Eropa Haruskan Penggunaan Port USB-C Pada Semua Ponsel Pintar

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sejak muncul port USB-C pada ponsel pintar pada tahun 2015. Saat ini telah menjadi konektor standar untuk hampir semua ponsel pintar Android. Dengan pengecualian pada ponsel dan aksesoris tertentu yang sangat murah sebagian besar masih menggunakan micro-USB, tapi ini juga sudah akan hilang pada 2020.

Bahkan ponsel pintar murah seperti Redmi 8A sudah menggunakan port USB-C. Tapi masih ada beberapa perangkat khususnya Apple, yang menggunakan port Lightning miliknya karena tujuan pendapatan serta OEM untuk Android tertentu dan mereka juga mempunyai beberapa alas an untuk tidak menggunakan port USB-C.

Seperti dilansir dari situs XDA-Developer, tujuannya dibuat standarisasi tersebut adalah memiliki sesuatu yang sama yang digunakan oleh semua orang. Jadi seseorang harus dapat menyambungkan kabel yang sama pada telepon yang ingin ingin diisi dayanya.

Komisi Eropa telah lama berkampanye untuk metode pengisian tunggal pada ponsel pintar. Sebelumnya ada lebih dari 30 jenis pengisi daya di pasar pada tahun 2009, tetapi jumlah itu telah berkurang menjadi hanya tiga saat ini. Para regulator di Uni Eropa bertekad untuk mengurangi limbah elektronik yang diciptakan oleh kabel-kabel pengisian daya yang usang, karena limbah ini saja diperkirakan telah menghasilkan lebih dari 51.000 ton limbah per tahun.

Alasan itulah yang membuat Uni Eropa ingin melakukan pemungutan suara untuk memutuskan dan mengesahkan standarisasi tersebut. Ini bukan pertama kalinya Uni Eropa mencoba untuk campur tangan di sini sebelumnya mereka telah menyarankan penggunaan post USB-C, tetapi tidak memaksakan adopsi port USB-C pada ponsel pintar.

Jika undang-undang yang diusulkan tersebuti disahkan, maka semua produsen ponsel pintar, tidak peduli mereka perusahaan besar atau kecil, maka semuanya akan diwajibkan untuk menggunakan port USB-C pada ponsel pintar yang mereka buat apabila mereka ingin menjual ponsel mereka di wilayah ekonomi Uni Eropa.

Termasuk Apple yang menjual ponsel mereka di Eropa. Meskipun lineup iPhone 11S / 12 mendatang dikabarkan akan menggunakan port USB-C, tetapi ini masih rumor dan ponsel seperti iPhone SE2 tetap akan menggunakan konektor Lightning. Dengan diberlakunya undang-undang ini dapat mempengaruhi peluncuran ponsel tersebut, bahkan akan berpotensi untuk berdampak pada ponsel-ponsel buatan Apple lainnnya yang saat ini ada di pasar. Apple telah berhenti menggunakan port Lightning pada iPad produksi 2019.

Draf awal undang-undang ini telah disetujui oleh mayoritas anggota komisi Uni Eropa, tetapi masih harus memerlukan persetujuan dari Dewan Uni Eropa untuk menjadi hukum.(hh)