Wikileak Publikasikan Alat-Alat Yang Digunakan CIA Untuk Lakukan Peretasan

logo huawei

Jakarta – Baru-baru ini WikiLeaks mempublikasikan koleksi alat-alat yang digunakan oleh CIA untuk melakukan peretasan. Namun, yang sangat menarik adalah alat-alat yang digunakan oleh CIA untuk meretas dan mematai smartphone, komputer dan juga televisi itu, telah disediakan untuk di download.

Sebelumnya Edward Snowden telah menyampaikan penjelasan yang memperlihatkan cara kerja dari NSA (Badan Keamanan Nasional, Amerika Serikat) dan kelengkapannya. Ini menunjukkan bahwa lembaga pemerintahan bukanlah seperti yang kita lihat selama ini.

Setelah kasus tersebut, WikiLeaks kini muncul kembali dengan memperlihatkan alat-alat yang digunakan oleh CIA (Badan Intelijen Amerika Serikat) untuk memata-matai smartphone, komputer dan televisi.

Pada publikasinya, WikiLeaks memperlihatkan satu set file yang berisikan 8.761 dokumen dari CIA. Dokumen-dokumen tersebut berisikan kode-kode yang digunakan oleh CIA untuk meretas iOS, Android dan lain-lain. WikiLeaks melihat dokumen-dokumen tersebut merupakan senjata berupa virus, trojan dan malware yang digunakan untuk menyerang perangkat mobile.

Apa yang sudah dipublikasi oleh WikiLeaks ini merupakan seri pertama yang rencananya akan dilanjutkan dengan adanya seri-seri berikutnya oleh WikiLeaks. Tujuannya ialah untuk memperlihatkan kemampuan serta cara-cara yang digunakan oleh CIA. Dengan teknik yang dimilikinya CIA mampu merubah sebuat perangkat dari Google, Apple, Microsoft dan juga Samsung, menjadi sebuah alat komunikasi bahkan menjadi sebuah mikrofon tersembunyi.

Dari hasil analisa terhadap dokumen-dokumen tersebut, WikiLeaks menyimpulkan bahwa iPhone dan iPads selama ini telah menjadi target dari CIA dan akan terus berlanjut. Walaupun saat ini Android cukup dominan, WikiLeaks berpendapat bahwa CIA melihat kepopuleran merek iPhone.

Badan intelijen itu telah memiliki unit khusus yang siap membuat dan menjalankan malware, sehingga mereka bisa mendapatkan informasi dari produk-produk yang dimiliki oleh Apple. Untuk bisa mengambil informasi tersebut, ada sebuah kode yang disisipkan tanpa sepengetahuan pembuat perangkat lunak. Dimana kode tersebut telah memiliki kelemahan yang sengaja dibuat, sehingga dapat digunakan oleh para peretas.

WikiLeaks juga menyatakan bahwa CIA telah kehilangan kontrol atas sejumlah alat-alat yang digunakan untuk melakukan peretasan. Di dalam dokumen tersebut dinyatakan bahwa sangat memungkinkan menggunakan satu malware untuk menyerang ponsel Android dan iPhone sekaligus. Target selanjutnya yang disebut-sebut adalah akun Twitter.(hh)