Aplikasi Ini Bocorkan Privasi Pengguna

logo huawei

Kencan online sebagian besar menyenangkan. Akan tetapi, hendaknya selalu bijak untuk mengetahui potensi resiko privacy yang mungkin ada pada sebuah aplikasi kencan seperti Grindr. Kita tidak ingin menciptakan suasana panik atau menyuruh orang berhenti menggunakan aplikasi kencan. Akan tetapi, kita ingin menjamin bahwa anda, dan pengguna lainnya memiliki kesempatan untuk menjaga diri anda dan rahasia anda.

Masalah resiko privasi lain yang dapat muncul bersama Grindr adalah data pribadi anda. Perusahaan ini sudah dikenal untuk membagi data pribadi anda, terutama informasi kesehatan yang sensitif para penggunanya. Pada April 2018, Grindr berada pada berita buruk pada saat perusahaannya berbagi status penggunanya yang HIV dengan perusahaan lainya, bersama data lokasi dan juga alamat email.

Perwakilan Grindr awalnya membela hal ini. Mereka menyatakan bahwa berbagi data tersebar luas dan para pengguna menyetujui untuk berbagi data pada saat mereka mendaftar di aplikasinya. Akan tetapi, dilapangan, para pengguna Grindr tidak tahu bahwa informasi kesehatan mereka disebarluaskan. Banyak pengguna yang tidak berharap aplikasi ini untuk memberikan informasi kesehatan yang sensitif ini kepada pihak diluar Grindr.

Pelanggaran privasi yang parah ini menciptakan kemarahan publik dan Grindr akhir mengeluarkan pernyataan bahwa data pengguna tidak akan pernah dijual ke pihak ketiga. Tetap saja, pengguna Grindr harus berfikir lebih serius apakah mereka ingin menambahkan informasi kesehatan mereka di profil mereka.

Pada Oktober 2020, seorang peneliti keamanan menemukan kerentanan dalam proses pengaturan ulang kata sandi. Siapa pun dapat mengambil alih akun hanya dengan menggunakan alamat email.

Dilansir dari website bbc.com, pakar-pakar keamanan berhasil mengungkapkan kelemahan online dan melaporkannya pada aplikasi Grindr tersebut.

Grindr mengatakan: “Untungnya, kami percaya bahwa masalah itu sudah teratasi sebelum ada pihak yang mengeksploitasi.”

Kelemahan tersebut ditemukan oleh peneliti keamanan asal Perancis, Wassime Bouimadaghene dan didokumentasikan oleh pakar keamanan Troy Hunt dan Scott Helme.
CEO Grindr, Rick Marini memberitahu TechCrunch: “Kami sangat berterimakasih kepada pakar keamanan yang mengungkap kerentanan ini.

“Masalah yang dilaporlan sudah diperbaiki.”

Grindr sedang berupaya untuk meningkatkan prosedur laporan dan insentif bagi para pakar keamanan untuk menemukan masalah-masalah seperti ini, tambah Marini. Mereka mengatakan bahwa informasi tersebut dibagikan untuk membantu menguji dan meningkatkan aplikasi.(kl)