Pasar Ponsel Pintar Bekas Sumbang 10 Persen Penjualan

logo huawei

Saat ini banyak orang yang lebih memilih membeli ponsel pintar second, karena harga yang lebih bersahabat dengan kantong.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan membeli ponsel pintar bekas atau second bisa menghemat uang Anda lebih banyak, tapi Anda juga bisa dikenakan biaya lebih apabila tidak mengecek beberapa hal penting sebelum membelinya.

Dilansir dari website bbc.com, Back Market adalah satu diantara banyak perusahaan yang menahkodai perkembangan pasar elektronik hasil refurbish.

Didirikan enam tahun lalu oleh Mr Hug de Larauze dan dua rekannya, Back Market tidak me-refurbish produknya sendiri, melainkan menyediakan marketplace untuk perusahaan lain yang menjual barang-barang bekas. Tahun lalu, sekitar 137 juta ponsel pintar bekas terjual ke AS dan Eropa, menurut Counterpoint Research.

Ketika ponsel-ponsel tersebut sudah memenuhi standar mereka bisa dijual dengan garansi satu tahun di website perusahaan, Back Market, yang beroperasi di negara-negara Eropa dan AS. Jeff Fieldhack, Kepala penelitian di Counterpoint, mengatakan bahwa penjualan ponsel pintar bekas sekarang menyumbang sekitar 10% dari keseluruhan penjualan ponsel pintar.

Jadi apa yang menjadi daya tarik dari ponsel pintar bekas yang berusia beberapa tahun? mengapa tidak sekalian membeli barang baru yang lebih murah? Ini semua bergantung pada ponsel andalan dari Samsung, Huawei dan khususnya, Apple.

Sekarang perusahaan yang menjual eletronik refurbished sudah berupaya keras untuk meyakinkan pembeli mereka. Faktanya mereka yang ada di industri tersebut akan dengan jelas memisahkan antara barang bekas dengan barang yang sudah di-refurbish secara profesional.

Meskipun ada banyak kendala, mereka yang berada di dalam industri tersebut sudah memperkirakan masa-masa sulit kedepan. Hug de Larauze berharap penjualan ponsel pintar bekas akan menyaingi penjualan barang baru pada 2030.

Analis Jeff Fieldhack mengira hal itu sedikit berlebihan. Ia mengatakan bahwa meskipun perusahaan-perusahaan penyedia barang bekas terus meningkatkan pelayanan dan kualitas, pelanggan tetap akan waspada, terutama di pasar penting seperti Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur.

Ketergantungan juga terdapat pada popularitas produk Apple yang menyumbang 40% dari seluruh penjualan ponsel pintar bekas. Banyak pelanggan yang lebih memilih iPhone dan komputer bekas dari Apple, daripada barang baru dari perusahaan lain. Meskipun kualitas produk Apple membuat mereka diinginkan di pasar barang bekas, Apple dan produsen ponsel pintar lainnya banyak dikritik karena membuat perangkatnya sulit diperbaiki.

Ada beberapa solusi untuk mengatasi situasi seperti itu.

Di AS, The Repair Association sedang mendorong undang-undang yang akan memaksa perusahaan-perusahaan untuk merilis petunjuk dan informasi penting lainnya untuk memperbaiki produk.

Dan Uni Eropa tahun ini sudah mengajukan inisiatif untuk mempromosikan reusability dan reparability. Semua itu akan mempermudah bisnis perusahaan refurbish.(kl)