Apple dan Google Kerjasama Kembangkan Teknologi Pelacak COVID-19

logo huawei

Sejak terjadinya pandemi COVID-19, aplikasi untuk melacak keberadaan wilayah yang terkena dampak makin populer karena diunduh banyak orang. Raksasa internet Google dan Apple mengumumkan mereka telah bekerja sama dalam mengembangkan sistem pelacakan COVID-19 dan merilisnya pada beberapa waktu lalu.

Fitur yang diberi nama COVID-19 Exposure Logging ini adalah sistem yang melacak kontak pengguna untuk membantu menghindari penyebaran virus. Sistem ini memanfaatkan koneksi Bluetooth Low Energy (BLE) yang terdapat di perangkat pengguna.

Pengguna iPhone dapat menemukannya dengan masuk ke pengaturan kemudian pilih ‘Privacy’ setelah itu pilih ‘Health’. Jika di aktifkan, fitur COVID-19 Exposure Logging dapat berbagi ID secara acak dengan perangkat lain menggunakan Bluetooth.

Pada smartphone Android, fitur tersebut dapat ditemukan di pengaturan, kemudian pilih ‘Google Setting’. Apple mengatakan pengguna tidak dapat mengaktifkan fitur Exposure Logging tanpa adanya aplikasi yang diizinkan untuk mengirimkan notifikasi kepada pengguna.

Hal ini memungkinkan aplikasi untuk memberi tahu anda jika anda sudah terekspos pada COVID-19. Exposure Logging tidak bisa mengakses data masuk atau menambahkan data apapun ke aplikasi Health.

The Guardian sebelumnya melaporkan bahwa pemerintah terpaksa menonaktifkan aplikasi pelacak kontak virus corona yang tersentralisasi setelah menghabiskan waktu selama tiga bulan. Matt Hancock mengatakan bahwa NHS akan beralih ke alternatif yang disediakan perusahaan teknologi Amerika, Google dan Apple, yang mana beberapa bulan lagi akan siap diluncurkan.

Pembuatan dimulai pada bulan Maret saat pandemi berlangsung, tapi meskipun sudah menghabiskan berminggu-minggu, para pejabat mengakui bahwa aplikasi NHS hanya mengenali 4% ponsel Apple dan 75% perangkat Android selama pengujian di Isle of Wight.
Menteri kesehatan mengatakan bahwa pemerintah belum memberikan tanggal pasti untuk peluncuran aplikasi tersebut, walaupun banyak pejabat yang membocorkan bahwa aplikasi tersebut kemungkinan rilis pada saat musim gugur atau musim dingin.

iOS milik Apple dan Android milik Google akan memberikan pembaruan software untuk aplikasi buatan pemerintah yang berbasis teknologi buatan mereka. Apple bahkan telah menggulirkan dukungan API Exposure Notification di pembaruan iOS 13.5.(na/hh)