Bls: [MASTEL-ANGGOTA] FW: Rencana Regulasi yang Sedang Bergulir

logo huawei
 

MWR : tambah membingungkan…?

 

Sps

+++

 

Jakarta, Selular.ID – Ombudsman RI dalam keterangan resminya mempertanyakan angka penghematan devisa sebesar USD200 Miliar jika kebijakan network sharing dilaksanakan. Angka tersebut belakangan muncul dalam sebuah artikel di media massa yang ditulis oleh Noor Iza, Plt Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo.

“Dengan network sharing maka negara akan mendapat benefit dari penghematan devisa karena akan terjadi efisiensi sekitar 200 miliar dolar AS,” tulis Noor Iza.

Ketika dikonfirmasi mengenai angka tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara menolak berkomentar. “Saya tidak pernah membuat perhitungan sebesar itu. Tanyakan saja ke pak Noor,” ketusnya saat ditanya awak media.

Sementara itu Noor Iza ketika ditanyakan mengaku mempunyai perhitungan tersendiri terkait angka tersebut. “Angka itu merupakan penghematan jika diakulasikan selama beberapa tahun,” katanya.  Sayangnya Noor Iza tidak menyebutkan angka USD200 Miliar itu akumulasi kurun waktu berapa tahun.

 


From: MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com [mailto:MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com]
Sent: Wednesday, October 19, 2016 5:03 PM
To: MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [MASTEL-ANGGOTA] FW: Rencana Regulasi yang Sedang Bergulir

 

Pak Eddy Thayib Yth.

 

Terima kasih dan appreciate update-nya.

 

Membaca posting Bapak, khususnya di bagian tentang respon Al Mukharom Sahabat kita "bahwa ada bahan studynya, namun dengan tegas menyatakan belum bersedia untuk sharing bahan dimaksud karena Insya Allah dalam beberapa minggu ke depan Kominfo akan menyelenggarakan diskusi mengenai PP52 dan 53" saya spontan teringat kisah nyata bagaimana seorang pebisnis besar indonesia merespon ketika ditanya calon mitra bisnisnya mengenai kesiapan investasi yang dijanjikannya.

 

Pada suatu masa, sang pengusaha ini, sebutlah namanya A, mendapat prospek untuk berbisnis yang pasarnya captived. Nah si calon pemberi kerja bertanya, " kamu sudah punya lahan untuk dirikan pabrik di atasnya?" si pengusaha A menjawab tegas "punya!". Menindak-lanjuti percakapan tersebut, beberapa waktu kemudian si calon pemberi kerja menghubungi A, "aku mau lihat lahanmu". Maka dibawalah calon pemberi kerja ini ke suatu tempat, gunakan helikopter, mendarat di sebidang tanah kosong yang hamparannya lumayan luas. Si calon pemberi kerja terkesan oleh lahan yag ditunjukkan A kepadanya.

 

Maka dia tanya, "ini luasnya berapa? A menjawab "kurang lebih 25 hektar", pemberi kerja makin terkesan. Lanjut tanyanya "sejak kapan kamu punya tanah ini?" si A diam sejenak namun segera menjawab jujur "ini tanah belum jadi milik saya" haaaa si calon pemberi kerja terngaga setengah tak percaya, lalu tanyanya "kapan kamu mau bayar tanah ini sehingga kamu bisa segera membangun pabrik?’ dengan ringan pengusaha berinisial A ini menjawab "setelah saya tanda tangani kontrak order dari Bapak"

 

Inilah mental pengusaha yang menjadi birokrat, atau birokrat yang kebelet jadi pengusaha; yang penting yakin diri, ada jawaban, agar peluang tak lepas dari genggaman. Ya saya punya, tetapi tunggu ya???? Kira-kira begitu.. Boleh aku memelajarinya? Ntar dulu kan aku belum disuruh sama Boss untuk membuatnya?????/ wkwkwkwk.

 

Lha itu angka dari mana? Ada dechhh mau tau aja? atau tahu banget?

 

Salam,

maswig

 

From: <MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com> on behalf of "Eddy Thoyib eddy.thoyib@yahoo.co.id [MASTEL-ANGGOTA]" <MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com>
Reply-To: <MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com>
Date: Tuesday, October 18, 2016 at 10:35 AM
To: "MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com" <MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com>
Subject: Bls: [MASTEL-ANGGOTA] FW: Rencana Regulasi yang Sedang Bergulir

 

 

Bapak – Bapak ysh.

 

Saya kebetulan pagi ini bertemu dengan Pak Noor Izza dan sempat menyampaikan concern yang disampaikan oleh Pak Setyanto. Pak Noor Izza menyampaikan terima kasih atas perhatian yg diberikan khususnya kepada Pak Setyanto dan Pak Mas Wigrantoro yg telah berkenan mengkeritisi asumsi penghematan yang dapat diperoleh sebesar USD 200 Milyar apabila network sharing dapat dijalankan dengan baik. (sesuai tulisan beliau ).

 

Ketika saya tanyakan apakah beliau punya dasar study atau kajian yang mendasari claim bahwa akan didapatkan efisiensi sebesar itu, dengan tegas beliau menyatakan bahwa ada bahan studynya; namun beliau belum bersedia untuk sharing bahan dimaksud karena Insyaallah dalam beberapa minggu ke depan ini Kominfo akan menyelenggarakan diskusi mengenai PP 52 dan 53 di Kemenkominfo.

 

Demikian Pak Setyanto dan Pak mas Wigrantoro yssh.

salam

ET

 

 


__._,_.___

Posted by: "SetYanto" <setyanto@pacific.net.id&gt;


Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (6)

Have you tried the highest rated email app?

With 4.5 stars in iTunes, the Yahoo Mail app is the highest rated email app on the market. What are you waiting for? Now you can access all your inboxes (Gmail, Outlook, AOL and more) in one place. Never delete an email again with 1000GB of free cloud storage.


———————————————————————-
Mailing List Anggota MASTEL
Dilarang menggunakan kata kasar, mengandung SARA, memfitnah,
bersifat menghasut,spamming,junk mail.
Semua attachment harus mendapat ijin dari Owner atau Moderator.

Owner : mastel@mastel.or.id
Moderator: info@mastel.or.id
Untuk mengirim pesan:
MASTEL-ANGGOTA@yahoogroups.com
Untuk berhenti dari milis kirimkan imel kosong ke:
MASTEL-ANGGOTA-unsubscribe@yahoogroups.com

Sekretariat Mastel
Jl. Tambak Raya No.61 Pegangsaan
Jakarta Pusat 10320

Tlp 021-31908806
Fax 021-31908812
email info@mastel.id/info@mastel.or.id
https://www.mastel.id/
———————————————————————-

.


__,_._,___