Browser Chrome Akan Menandai Situs Web yang Lambat

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Situs web yang lambat diaksesnya karena penerapan kode yang buruk akan segera ditandai oleh browser Chrome. Google mengatakan bahwa mereka sedang bekerja pada beberapa sistem penandaan seberapa cepat situ web diakses, sehingga pengunjung akan mengetahui mengapa suatu halaman situs web membutuhkan waktu lama ketika diakses.

Seperti dilansir dari BBC, selain menandai sebuah situs web, browser Chrome juga akan memberikan peringatan berupa teks sederhana dan tanda-tanda yang lebih halus yang menunjukkan sebuah situs web lambat diaksesnya.

Namun, sejauh ini belum ada tanggal yang disebutkan kapan sistem penandaan itu akan ditambahkan ke dalaman browser Chrome. Dalam sebuah blog, Google mengatakan bahwa mereka memulai proyek tersebut untuk membantu pengguna memahami kenapa sebuah situs web diakses dengan lambat, selain itu mereka juga bisa menghargai situs yang memberikan pengalaman dengan baik karena aksesnya yang cepat.

Saat ini Google sedang mengerjakan metrik yang bisa melhat ketika situs web dibuat dengan cara yang membuatnya menjadi lambat ketika diakses secara umum. Banyaknya teknologi web yang unik memudahkan pengembang untuk membuat kode untuk sebuah halaman situs web, sehingga ketika sudah jadi membutuhkan waktu yang lama untuk muncul.

Selain itu, sebuah halaman dari situs web seringkali lambat dimuat karena menunggu respons dari sumber daya di luar situs seperti jaringan iklan, widget media sosial, atau kode yang menganalisis perilaku pengguna yang mengakses web.

Indikator yang akah dihadirkan pada browser Chrome bisa berbentuk teks yang mengatakan halaman “biasanya lambat diakses” atau mungkin mengubah warna progress bar untuk mengisyaratkan bahwa halaman tersebut lamban.

Di dalam sebuah blog, para pengembang Chrome mengatakan rencana mereka untuk menyempurnakan bagaimana browser itu mengidentifikasi situs dari waktu ke waktu dan dirancang juga untuk meningkatkan cara situs web dibuat.

“Kami sangat berhati-hati dengan cara pendekatan yang kami lakukan untuk menetapkan standar bagi apa yang dianggap sebagai pengalaman pengguna yang baik dan berharap untuk mendapatkan sesuatu yang praktis dapat dicapai oleh semua pengembang,” tulis mereka.

Menurut angka dari firma riset pasar Statista, saat ini browser Chrome buatan Google telah digunakan oleh 64 persen pengguna yang online. Rencana Google itu dikritik di situs web Hacker News, yang banyak digunakan oleh pengembang profesional.

Beberapa orang mempertanyakan seberapa mudahnya mengidentifikasi apa saja yang menyebabkan halaman situs web menjadi lambat. Banyak yang mengatakan bahwa halaman situs web lebih cenderung lambat diakses akibat adanya jaringan iklan di luar situs daripada pengkodean yang buruk.

Selain itu ada juga yang mengomentari bahwa yang membuat situs web cepat diaksesnya tergantung pada bagaimana browser mem-parsing situs web tersebut, sehingga satu situs web bisa menjadi lebih cepat di Firefox tetapi lebih lambat di Chrome, dan masih akan ditandai sebagai situs web yang lambat diaksesnya.(hh)